Pentagon Peringatkan Ancaman ISIS-K di Kabul: Mereka Punya Roket

ISIS-K bisa menyerang pakai bom mobil

Jakarta, IDN Times - Serangan dua bom bunuh diri yang terjadi di sekitar Bandara Hamid Karzai, Kabul, Afghanistan pada Kamis (26/8/2021) mengonfirmasi peringatan intelijen Barat tentang ancaman kelompok teror.

Akibat insiden yang menewaskan lebih dari 85 orang, termasuk militer Amerika Serikat (AS), pasukan keamanan Barat dan Taliban bekerja sama untuk memperkuat keamanan di sekitar bandara.  

Dikutip dari Reuters, Pentagon mengumumkan jika situasi di Kabul pasca bom bunuh diri masih berbahaya dan mengkhawatirkan. Islamic State-Khorasan (ISIS-K), dikenal juga degan sebutan Islamic State of Khorasan Province (ISKP), yang merupakan cabang ISIS di Afghanistan bertanggung jawab atas serangan yang mengguncang Kabul. 

Meskipun belum diketahui pasti kapan serangan lanjutan yang akan diluncurkan ISIS-K, pemerintah AS dan sekutunya mendesak setiap orang menjauhi Bandara Kabul untuk sementara waktu. 

1. Pentagon khawatirkan serangan roket dan bom bunuh diri via kendaraan

Pentagon Peringatkan Ancaman ISIS-K di Kabul: Mereka Punya RoketGedung Pentagon Amerika Serikat. (Pixabay.com/12019)

Laporan intelijen Pentagon mengindikasikan bahwa serangan ISIS-K masih jauh dari kata selesai. Washington masih menetapkan status bahaya level tinggi di sekitar Kabul. 

Komandan US Central Command, Frank McKenzie, menjelaskan jika aset ISIS-K di Kabul memiliki kemampuan serangan roket dan bom bunuh diri via kendaran yang dipercaya akan membuat proses evakuasi menjadi lebih kacau, seperti yang dilansir dari Reuters.

Menghadapi ancaman serius, beberapa laporan intelijen yang dimiliki Pentagon telah dibagikan ke Taliban agar dapat membantu proses pengamanan Kabul dan sekitar Bandara Hamid Karzai. 

Baca Juga: Melihat Akar Permusuhan ISIS-K vs Taliban: Khilafah Lawan Imarah Islam

2. Taliban akui banyak pihaknya menjadi korban serangan bom di Kabul

Pentagon Peringatkan Ancaman ISIS-K di Kabul: Mereka Punya RoketIlustrasi para pejabat Taliban yang terdiri dari anggota kantor politik Taliban Abdul Latif Mansoor (kiri), Shahabuddin Delawar (tengah) dan Suhail Shaheen menghadiri konferensi pers di Moskow, Rusia, Jumat (9/7/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Tatyana Makeyeva.

Pasca serangan bom bunuh diri di Kabul, Taliban menegaskan tidak terlibat dalam segala bentuk teror yang telah terjadi di sana. Bahkan, Taliban mulai sekarang terlihat memperketat kemanan di sekitar Bandara Kabul.

Meskipun Taliban dituduh terlibat dalam serangan, seorang pejabat Taliban menjelaskan bahwa saat serangan bom bunuh diri terjadi, korban paling banyak berasal dari kelompok yang baru saja menguasai Afghanistan sejak Minggu (15/8/2021). 

Kondisi yang berbahaya di Afghanistan ini secara tidak langsung mendesak Taliban untuk segera melacak jaringan ISIS-K di Kota Kabul dan sekitarnya agar mengantisipasi serangan teror lain.

Baca Juga: [BREAKING] Taliban: Kami Berjanji Afghanistan Tidak Akan Jatuh ke Tangan Teroris

3. Biden berjanji memburu Kelompok ISIS-K

Pentagon Peringatkan Ancaman ISIS-K di Kabul: Mereka Punya RoketJoe Biden (ANTARA FOTO/REUTERS/Tom Brenner)

Setidaknya 13 Prajurit Marinir AS tewas dalam aksi bom bunuh diri dan penembakan yang terjadi di Kabul. Kematian mereka meluapkan amarah besar publik Amerika, tidak terkecuali Presiden Amerika Serikat Joe Biden.

Dilaporkan The New York Times, Presiden Biden memastikan jajarannya akan memburu dan membalas seluruh pihak yang terlibat dalam serangan berdarah tersebut.

Tidak hanya itu, Biden juga menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan pernah memaafkan dan melupakan apa yang terjadi di Kabul. 

Topik:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya