Comscore Tracker

Greenpeace Hadang Kapal Yunani yang Angkut 33 Ribu Ton Migas Rusia

Greenpeace sebut hasil jual migas untuk danai perang

Jakarta, IDN Times - Aktivis organisasi lingkungan, Greenpeace, menghadang sebuah kapal berbendera Yunani yang memuat minyak Rusia. Kapal tersebut tiba di Sungai Thames dan rencananya akan berlabuh di Pelabuhan Essex, Inggris.

Akibatnya, kapal tersebut terpaksa harus putar balik karena dermaga telah diduduki oleh para aktivis.

1. Kapal membawa 33 ribu ton bahan bakar dari Rusia

Mengutip dari situs Greenpeace UK, Kapal bernama Andromeda dan berbendera Yunani tersebut membawa sekitar 33 ribu ton bahan bakar dari Rusia. Muatan kapal itu diperkirakan senilai 30 juta poundsterling atau dalam rupiah setara Rp540 miliar.

Para aktivis Greenpeace yang terdiri dari sekitar 12 orang menyusup ke bagian terminal navigasi dermaga, untuk mencegah kapal berlabuh dan menurunkan muatannya pada Minggu malam (15/5/2022).

Greenpeace menyebut mereka melacak kapal Andromeda yang meninggalkan pelabuhan Primorsk, Rusia, dengan sebuah situs pelacak pergerakan kapal.

Aktivis Greenpeace juga telah menggunakan metode ini untuk menentang pengiriman bahan bakar fosil Rusia ke Amerika Serikat, Denmark, Swedia, Polandia, Belgia, Spanyol dan Laut Baltik, dilansir dari Independent.

Baca Juga: Imbas Perang, McDonald's Tutup Permanen di Rusia 

2. Bentuk protes terhadap pembelian bahan bakar fosil Rusia

Aktivis yang menduduki dermaga tersebut membentangkan spanduk yang bertuliskan "Minyak adalah Bahan Bakar Perang".

Akibatnya, kapal tersebut membatalkan rencananya untuk berlabuh di Essex dan memutar balik untuk berlabuh di lepas pantai dekat Margate.

Aksi ini merupakan bentuk protes Greenpeace kepada Inggris yang masih mengimpor bahan bakar dari Rusia.

Greenpeace menegaskan bahwa salah satu cara untuk menghentikan perang adalah dengan menyetop impor minyak Rusia. Sebab, melalui pendapatan dari hasil ekspor minyak, Rusia dapat terus membiayai perangnya di Ukraina. 

Minyak dan gas menyumbang 40 persen dari total pendapatan Rusia serta merupakan 60 persen dari total ekspor negara tersebut. Pada Oktober 2021, Rusia tercatat menghasilkan lebih dari 500 juta dolar AS per hari dari penjualan bahan bakar fosil.

3. Para aktivis ditangkap

Greenpeace menyatakan bahwa 15 orang aktivisnya, termasuk yang berada di perahu dekat kapal Andromeda, ditangkap oleh kepolisian setempat. Kepolisian Essex, menyatakan bahwa mereka segera pergi ke dermaga setelah adanya laporan mengenai orang yang melewati batas keamanan dermaga. 

Para aktivis ditangkap pada Senin (16/5/2022) dan masih ditahan. Otoritas terkait menginformasikan bahwa penangkapan tersebut bukanlah bentuk antiprotes. Para aktivis ditahan karena telah melanggar aturan yang berpotensi membahayakan hidup mereka. 

Inggris adalah salah satu negara yang vokal menyerukan embargo terhadap migas Rusia. Namun, Greenpeace mengecam Inggris yang masih mengimpor migas Rusia senilai 220 juta poundsterling dalam dua bulan pertama sejak Rusia melancarkan agresi. 

Inggris memang telah memberlakukan larangan bagi kapal berbendara Rusia untuk berlabuh di wilayahnya. Namun, belum ada larangan bagi kapal yang memuat barang dari Rusia dan kapal Andromeda adalah kapal berbendera Yunani.

Oleh karena itu, Juru Bicara Pemerintah Inggris menyatakan bahwa tindakan para aktivis Greenpeace adalah ilegal dan tak dapat diterima, dilansir dari Reuters.

Baca Juga: Imbas Perang Rusia-Ukraina, Jerman Akan Atur Kecepatan di Jalan Tol

Leo Manik Photo Verified Writer Leo Manik

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya