Comscore Tracker

Miliarder AS: Perang Rusia-Ukraina Bisa Hancurkan Peradaban Manusia

Perang Rusia-Ukraina bisa menjadi awal Perang Dunia 3

Jakarta, IDN Times - Nama miliarder asal Amerika Serikat, George Soros, kembali menjadi pembicaraan publik pascadirinya memperingatkan bahwa invasi Rusia ke Ukraina akan menjadi awal dari Perang Dunia Ke-3.

Hal ini disampaikannya saat ia berpidato pada acara makan malam pertemuan Forum Ekonomi Dunia (WEF), Selasa (24/5/2022).

Soros juga mengatakan bahwa kali ini peradaban manusia tidak akan bertahan dari perang ini.

"Invasi itu mungkin merupakan awal dari perang dunia ketiga dan peradaban kita mungkin tidak akan selamat darinya," kata George Soros, dilansir dari The Guardian.

1. Sebut invasi Rusia harus segera dihentikan

Perang Rusia-Ukraina disebut Soros sebagai benturan antara negara demokrasi dan otoriter. Ia melihat negara otoriter sedang mengalami momentum kebangkitan. Kekuatan negara otoriter, seperti China dan Rusia, akan mengancam peradaban negara-negara dengan sistem masyarakat terbuka.

Soros menyebut bahwa peradaban manusia saat ini sedang berada di ujung tanduk akibat berbagai tantangan yang menerpa. Bukan hanya Perang Rusia-Ukraina, tapi juga perubahan iklim yang disebut sebagai ancaman terbesar kedua, pandemik COVID-19, serta ancaman perang nuklir, dilansir dari CNBC.

"Sementara perang berkecamuk, perang melawan perubahan iklim harus menempati urutan kedua. Namun para ahli memberi tahu kita bahwa kita telah tertinggal jauh di belakang dan perubahan iklim hampir tidak dapat diubah lagi. Itu bisa menjadi akhir dari peradaban kita," kata Soros.

“Oleh karena itu, kita harus memobilisasi semua sumber daya kita untuk mengakhiri perang lebih awal. Cara terbaik dan mungkin satu-satunya untuk melestarikan peradaban kita adalah dengan mengalahkan (Vladimir) Putin sesegera mungkin. Itulah intinya,” tambahnya.

Baca Juga: Ukraina Akan Sita Aset Warganya yang Dukung Rusia

2. Soros kritik Angela Merkel

Dalam kesempatan itu, Soros memuji respons Uni Eropa (UE) terhadap invasi Rusia ke Ukraina. UE dinilai telah merespons momentum ini dengan kecepatan, persatuan dan kekuatan yang lebih besar dari biasanya.

Namun, ketergantungan dengan minyak dan gas (migas) Rusia dinilai menjadi batu sandungan bagi UE dalam menindak tegas invasi Rusia. 

Secara gamblang, Soros menyalahkan Mantan Kanselir Jerman, Angela Merkel, atas kondisi ini. Kebijakan merkantilis Merkel dengan membuat kesepekatan pasokan migas dengan Rusia dan menjadikan China sebagai pasar ekspornya memang berhasil mengantarkan Jerman menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia.

Namun, saat ini Jerman harus membayar konsekuensinya. Jerman menjadi ketergantungan dengan kedua negara otoriter tersebut.

Hal ini dapat terlihat saat Jerman berulang kali menolak rancangan sanksi embargo migas Rusia oleh UE. Jerman takut embargo tersebut akan sangat berpengaruh pada perekonomiannya.

3. Naiknya COVID-19 di China adalah kesalahan Xi Jinping

Miliarder AS: Perang Rusia-Ukraina Bisa Hancurkan Peradaban ManusiaPresiden Rusia, Vladimir Putin dan Presiden China, Xi Jinping. (twitter.com/President of Russia)

Bukan hanya Angela Merkel, Soros juga menyinggung Presiden China, Xi Jinping dalam pidatonya. Ia menyebut naiknya angka COVID-19 yang menyebabkan lockdown di negara tersebut adalah salah Xi Jinping.

Pemerintah China di bawah Xi dinilai telah melakukan kelalaian dengan memberikan vaksin yang tidak efektif terhadap varian baru COVID-19 pada warganya.

Namun, Xi tidak dapat mengakui kesalahannya, karena masa jabatannya akan berakhir pada musim gugur tahun 2022. Xi tidak mau hal ini mencoreng popularitasnya dan mengakibatkan ia gagal mengamankan periode ketiganya. 

Baca Juga: Luhut Sebut Indonesia Berhasil Saingi China, Tesla Sampai Kagum

Leo Manik Photo Verified Writer Leo Manik

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya