Comscore Tracker

10 Orang Tewas dalam Banjir di Madagaskar

Pihak berwenang keluarkan peringatan ancaman angin topan 

Jakarta, IDN Times - Pada hari Rabu, 19 Januari 2022, pejabat di ibu kota Antananarivo, Madagaskar mengatakan bahwa 10 orang tewas dan lebih dari 12.000 orang kehilangan tempat tinggal akibat banjir.

Hujan deras yang telah mengguyur negara itu, khususnya di bagian ibu kota, telah menimbulkan banjir dan pejabat memperingatkan potensi tanah longsor di ibu kota. Antananarivo, beberapa bagian kota itu dibangun di atas bukit-bukit yang curam.

Sejauh ini, tiga bangunan gimnasium di ibu kota telah digunakan untuk menampung keluarga pengungsi korban banjir. Korban lain berlindung di bangunan sekolah dan kantor pemerintah daerah.

1. Imbauan agar penduduk meninggalkan tempat tinggal yang berpotensi longsor

Madagaskar bagian selatan dalam beberapa tahun terakhir, terancam kekeringan yang parah sehingga penduduknya kelaparan. Mereka harus makan akar tanaman dan rayap untuk bertahan.

Tapi kali ini, di ibu kota Antananarivo, situasi berbalik. Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut telah menyebabkan banjir besar. Dilansir Associated Press, sedikitnya 2.400 tempat tinggal di ibu kota terendam banjir. Selain itu, ada enam rumah yang runtuh karena hujan lebat.

Jenderal Elack Andriankaja, direktur jenderal kantor Manajemen Risiko dan Bencana Nasional mengatakan "kami mengimbau penduduk Antananarivo dan kota-kota sekitarnya untuk meninggalkan daerah-daerah yang berisiko tinggi longsor, tempat-tempat di mana pohon-pohon berisiko tumbang dan rumah-rumah berisiko runtuh."

2. Guyuran hujan lebat selama lebih dari 24 jam

https://www.youtube.com/embed/frSYKJZRS0k

Baca Juga: Dilanda Kelaparan, Penduduk Madagaskar Terpaksa Makan Kaktus

Hujan lebat yang mengguyur ibu kota Antananarivo, menurut badan bencana nasional, Bureau National de Gestion des Risques et des Catastrophes (BNGRC), dilansir dari Flood List, terjadi pada malam 17 hingga 18 Januari. Guyuran air lebat yang turun dari langit terjadi lebih dari 24 jam.

Kerusakan meluas di ibu kota dan daerah sekitarnya, termasuk rumah yang hancur, jembatan runtuh, infrastruktur publik rusak dan lahan pertanian terendam banjir.

Tim dari BNRG dan pemadam kebakaran telah melakukan operasi penyelamatan darurat. Menurut mereka, sampai saat ini ada 10 orang yang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Hujan lebat susulan diperkirakan masih akan terjadi dan BNRG telah meminta kepada masyarakat ibu kota dan sekitarnya untuk waspada ancaman banjir lebih besar dan tanah longsor. Salah satu sungai yang bernama Sisaony, telah mengalami lonjakan volume ketinggian air sebanyak 68 sentimeter dalam waktu setengah jam saja. Sekarang ketinggian aliran sungai itu lebih dari 2 meter.

3. Peringatan topan dikeluarkan

10 Orang Tewas dalam Banjir di MadagaskarBanjir di ibu kota Antananarivo, Madagaskar (Twitter.com/IFRC Africa)

Selain banjir dan ancaman tanah longsor, pulau di Samudera Hindia yang dekat dengan Afrika itu juga khawatir akan datangnya topan. Dilansir Africa News, Lovandrainy Ratovoharisoa, seorang pejabat di Direktorat Jenderal Meteorologi mengatakan "kami memperkirakan topan (akan datang) pada akhir pekan di pantai timur."

Dari beberapa gambar yang beredar di media sosial, banyak jalanan di Madagaskar yang direndam banjir dan lumpur setinggi paha. Beberapa orang yang terjebak bencana itu, tetap bertahan di ketinggian rumah. Beberapa orang lainnya terlihat memanggul anaknya sambil menggendong tas.

Ratovoharisoa mengatakan "banjir biasa terjadi di Madagaskar, terutama pada musim hujan antara Oktober dan April. Tapi kemarin (hujan) sangat deras."

20 kotamadya di sekitar ibu kota Antananarivo telah ditempatkan dalam siaga merah terhadap bahaya yang akan segera terjadi.

Kabar buruk hujan lebat yang memicu banjir di ibu kota, justru berbeda dengan bagian selatan Madagaskar yang telah lama dihantam kekeringan.

Dilansir US News, Mosa Tovontsoa, salah seorang petani di kota Ambovombe, sekitar 1.000 kilometer dari ibu kota Antananarivo mengatakan "hujan ini meringankan banyak petani. Semua orang sekarang ada di ladang untuk menggarap tanah."

Hujan tersebut telah memberi harapan bagi penduduk Madagaskar selatan karena lahan kering berubah menjadi hijau dan sapi bisa makan di padang rumput. Namun, mereka saat ini tidak memiliki cukup benih untuk ditanam karena semuanya sudah dimakan ketika musim kemarau.

Baca Juga: Percobaan Pembunuhan Presiden Madagaskar, Militer Ditangkap

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya