17 Orang Tewas Tersambar Petir di Bangladesh

Mereka yang disambar petir adalah rombongan pesta pernikahan

Dhaka, IDN Times - Bangladesh adalah salah satu negara yang menyatakan bahwa sambaran petir adalah salah satu bencana alam yang mematikan. Kebanyakan kematian akibat sambaran petir terjadi pada bulan-bulan yang hangat, yakni mulai bulan Maret hingga bulan Juli.

Namun awal Agustus ini, petir telah menyambar orang-orang yang berada di tepi sungai Padma, di kota Shibganj yang terletak sekitar 313 kilometer sebelah barat ibukota Dhaka.

Sambaran petir tersebut membunuh setidaknya 17 orang dan puluhan lainnya terluka pada hari Rabu (4/8). Para ahli mengatakan bahwa peningkatan sambaran petir yang fatal memiliki kaitan dengan penggundulan hutan yang telah menyebabkan banyak pohon tinggi hilang, yang sebelumnya biasa disambar oleh petir.

1. Mereka yang disambar petir adalah rombongan pesta pernikahan

Sambaran petir yang menewaskan 17 orang di kota Shibganj, Bangladesh, terjadi ketika digelarnya sebuah pesta pernikahan. Rombongan pesta pernikahan berada di atas perahu dan menepi ketika hujan badai terjadi. Rombongan tersebut akan menuju ke rumah pengantin perempuan.

Melansir kantor berita Reuters, saat perahu menepi itulah, rombongan disambar oleh petir. Petugas polisi Farid Hossain mengatakan "kami mendapat informasi 17 orang meninggal dan beberapa lainnya dirawat di rumah sakit."

Selain itu, sebanyak 14 orang lainnya terluka dalam sambaran petir itu dan dilarikan ke rumah sakit. Insiden tersebut adalah sebuah tragedi ketika akan merayakan sebuah kebahagiaan justru mendapatkan kesedihan karena bencana yang terjadi.

2. Pengantin pria termasuk yang disambar petir

Baca Juga: COVID-19: Bangladesh Cetak Rekor Jumlah Kematian

Menurut penduduk setempat, beberapa petir menyambar rombongan pernikahan itu. Melansir ABC, pengantin pria termasuk di antara mereka yang disambar oleh petir. Beruntungnya, pengantin pria bukan termasuk di antara yang tewas.

Sakib al-Rabby, pejabat pemerintah setempat mengatakan bahwa pengantin perempuan tidak bersama rombongan.

Badai monsun telah melanda Bangladesh tahun ini. Beberapa waktu yang lalu, ketika hujan badai turun di distrik Cox's Bazar, longsor dan banjir terjadi di kawasan kamp pengungsi Rohingya. Banjir dan longsor menewaskan 20 orang, enam di antaranya adalah pengungsi.

Menurut laman Al Jazeera, ketika petir menjadi ancaman yang sangat mematikan di Bangladesh, pemerintah negara tersebut telah berusaha untuk memperbaiki kondisi lingkungan alamnya. Ratusan ribu pohon palem telah ditanam untuk mengurangi dampak perubahan iklim serta untuk mengurangi dampak sambaran petir.

3. Bangladesh dan India sering dilanda bencana petir yang mematikan

17 Orang Tewas Tersambar Petir di BangladeshIlustrasi petir. (Pexels.com/Cameron Readius)

Tragedi sambaran petir yang mematikan di Bangladesh terjadi pada tahun 2016. Menurut BBC, pada tahun tersebut, sebanyak 200 orang tewas pada bulan Mei saja. Catatan mengejutkan menyebutkan, ada 82 orang yang tewas di bulan tersebut hanya dalam satu hari karena sambaran petir.

Kehilangan pepohonan yang tinggi telah menjadi salah satu sebab mengapa petir menjadi begitu mematikan di Bangladesh.

Namun kematian akibat sambaran petir tidak hanya sering terjadi di negara tersebut, akan tetapi juga di negara tetangga yakni India.

Ketika musim hujan melanda wilayah India, bulan lalu lebih dari 100 orang tewas terkena sambaran petir di negara bagian Maharashtra, di India barat. Selain itu, banjir dan longsor juga menyusul setelah hujan badai berhari-hari yang menyebabkan banyak kerugian.

Bulan Juli, India juga melaporkan bahwa sedikitnya 65 orang tewas tersambar petir di negara bagian utara, tepatnya di Rajashtan dan Uttar Pradesh.

Baca Juga: Protes Kenaikan Upah di Bangladesh, 5 Orang Tewas

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani Kata

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topik:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya