Comscore Tracker

8 Perawat Jerman Dilaporkan Overdosis Vaksin COVID-19

Dosis diberikan lima kali dari yang direkomendasikan 

Berlin, IDN Times – Pada hari Minggu, 27 Desember 2020, Uni Eropa bersatu dalam ikatan kuat untuk melakukan vaksinasi secara masal yang dilakukan oleh 27 negara yang tergabung dalam kelompok tersebut. Momen itu dianggap sebagai momen yang mempersatukan dan menyentuh di tengah perjuangan melawan wabah virus corona.

Namun dalam proses vaksinasi, dimana para petugas medis Jerman memberikan inokulasi pada penduduknya, terjadi sebuah kesalahan. Setidaknya, delapan perawat Jerman dilaporkan pada Minggu telah mengalami overdosis pemberian vaksin. Berikut ini adalah beberapa fakta yang terjadi pada kasus overdosis vaksin di Jerman.

1. Perawat panti jompo

8 Perawat Jerman Dilaporkan Overdosis Vaksin COVID-19Delapan perawat yang overdosis adalah perawat panti jompo. Ilustrasi (unsplash.com/Matthew Bennett)

Jerman memiliki sistem kesehatan yang mampu melakukan mitigasi wabah virus corona dengan baik. Langkah-langkah kebijakannya banyak dipuji oleh banyak negara. Karena itulah, tingkat kematian di Jerman lebih rendah dibanding negara lainnya seperti Inggris, Italia, Prancis dan Spanyol.

Jerman menjadi bagian penting dari gerakan vaksinasi masal pada 27 Desember 2020 tersebut. Namun dalam proses vaksinasi yang terjadi, ada delapan perawat mengalami overdosis vaksin. Mereka adalah tenaga perawatan panti jompo di distrik Vorpommern-Rugen.

Melansir dari laman Deutsche Welle, mereka yang mengalami overdosis tersebut memiliki rentang usia antara 38 hingga 54 tahun (28/12). Empat orang yang dilaporkan mengalami overdosis telah dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala yang mirip dengan penyakit flu.

2. Dosis yang disuntikkan lima kali dosis yang seharusnya

8 Perawat Jerman Dilaporkan Overdosis Vaksin COVID-19Kesalahan dosis diberikan lima kali dari yang direkomendasikan. Ilustrasi (pexels.com/Natalia Vaitkevich)

Distrik Vorpommern-Rugen berada sekitar 270 kilometer sebelah utara ibukota Berlin. Perawat yang mengalami overdosis vaksin bekerja di kota Stralsund yang berada di distrik tersebut. Kasus overdosis vaksin virus corona yang terjadi adalah sebuah kecelakaan yang mengejutkan dalam kampanye vaksinasi di seluruh Eropa.

Otoritas dari distrik Vorpommern-Rugen menerima vaksin BioNTech-Pfizer. Dalam proses vaksinasi, mereka melakukan suntikan lima kali dosis yang telah direkomendasikan oleh pihak BioNTech-Pfizer. Melansir dari kantor berita Reuters, kepala distrik Vorpommern-Rugen, Stefan Kerth, mengatakan “Saya sangat menyesali kejadian itu. Kasus individu ini disebabkan oleh kesalahan individu. Saya berharap semua yang terkena dampak tidak mengalami efek samping yang serius” jelasnya (28/12).

Tingkat kematian akibat virus corona di Jerman, melansir dari Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (ECDC), menyentuh angka 26.275 orang. Italia menjadi negara tertinggi di Eropa yang memiliki jumlah kematian terbanyak. Jumlahnya mencapai 68.799 orang. Inggris menempati urutan kedua dengan 67.401 orang dan Prancis di urutan ketiga dengan jumlah 60.549 orang yang meninggal karena virus corona.

Baca Juga: Vaksin Moderna Jadi Vaksin Kedua yang Disetujui FDA

3. Penundaan vaksinasi karena sistem penyimpanan diragukan

8 Perawat Jerman Dilaporkan Overdosis Vaksin COVID-19Pengiriman vaksin covid sempat tertunda karena keraguan sistem pendingin. Ilustrasi (pexels.com/Cottonbro)

Pihak BioNTech-Pfizer sebenarnya telah melakukan uji klinis yang terhitung sukses dengan vaksinnya. Dalam sebuah pernyataan, BioNTech-Pfizer telah memberikan dosis yang lebih besar ketika uji klinis fase pertama dilakukan. Pada saat itu, tidak ada konsekuensi serius kepada orang-orang yang menjalani uji klinis.

Belum diketahui tindak lanjutnya karena overdosis vaksin tersebut. Namun perawatan terus dilakukan kepada empat orang yang sudah dilarikan ke rumah sakit.

Di sisi lain, Jerman mengalami penundaan pengiriman vaksin karena diragukan sistem penyimpanannya. Melansir dari laman Al Jazeera, penundaan sempat berlangsung pada hari Minggu, 27 Desember karena petugas medis menemukan adanya potensi penyimpangan dalam sistem pendinginannya. Peristiwa tersebut terjadi di negara bagian Bavaria, di distrik Lichtenfel sebelah utara.

Vaksin BioNTech-Pfizer menggunakan teknologi mRNA. Vaksin tersebut harus disimpan pada suhu sangat rendah, yakni -70 derajat celcius agar tetap efektif sebelum dikirim ke pusat distribusi.

Total infeksi virus corona hingga kini masih tinggi di Jerman. Setidaknya, untuk saat ini jumlah total penduduk Jerman yang terinfeksi virus corona mencapai 1,6 juta kasus yang terkonfirmasi. Meskipun begitu, sistem layanan kesehatan Jerman tetap dianggap lebih bagus di antara negara lainnya. Penduduk Jerman yang berhasil sembuh dari virus corona sebanyak 1,2 juta orang.

Baca Juga: [BREAKING] 1,8 Juta Vaksin COVID-19 dari Sinovac Tiba di Indonesia

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya