Comscore Tracker

AS Desak Israel Selesaikan Kasus Pembunuhan Abu Akleh

Militer Israel diduga sengaja membunuh jurnalis

Jakarta, IDN Times - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken melakukan pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid. Dalam pembicaraan tersebut, Blinken meminta Lapid agar penyelidikan kasus kematian jurnalis Al Jazeera dari Palestina bernama Shireen Abu Akleh diselesaikan.

Abu Akleh sendiri adalah jurnalis yang memiliki kewarganegaraan AS. Lapid berjanji bahwa negaranya akan berbagi hasil penyelidikan tentang kematian jurnalis veteran tersebut. Sebelumnya, penyelidikan yang dilakukan Otoritas Palestina menemukan bahwa militer Israel telah dengan sengaja membunuh Abu Akleh.

Baca Juga: Kisah Shatha Hanaysha, Saksi dalam Pembunuhan Jurnalis Al Jazeera

1. Blinken minta Israel selesaikan kasus kematian jurnalis

Kematian jurnalis veteran Abu Akleh telah menjadi kasus yang menjadi perhatian publik. Dia diduga telah ditembak oleh militer Israel saat meliput bentrokan di dekat kamp Jenin, Tepi Barat, pada 11 Mei.

Dilansir Al Jazeera, Departemen Luar Negeri AS pada hari Jumat merilis pernyataan yang menyebutkan telah jadi pembicaraan antara Blinken dengan Lapid. Blinken disebut menggarisbawahi pentingnya menyimpulkan penyelidikan atas kematian Abu Akleh.

Tidak segera jelas penyelidikan apa yang dimaksud oleh Blinken. Tapi Departemennya mengatakan akan mempercayai Tel Aviv dalam penyelidikan tersebut.

Beberapa anggota Kongres Demokrat AS telah menuntut pemerintah Presiden Biden agar memerintahkan FBI untuk melakukan penyelidikan independen atas kematian jurnalis yang bekerja untuk Al Jazeera itu.

Baca Juga: Lampaui Paris dan Singapura, Tel Aviv Jadi Kota Termahal di Dunia!

2. Militer Israel diduga melepaskan tembakan langsung ke jurnalis

Dalam unggahan media sosialnya, Lapid mengatakan kepada Blinken akan berbagi hasil penyelidikan "dengan AS seperti praktek standar di antara negara-negara kita." Dia tidak memberikan rincian informasi tentang hal tersebut.

Dalam investigasi yang dilakukan oleh CNN, militer Israel diduga telah melepaskan tembakan secara langsung yang mengarah kepada jurnalis. Padahal, sekelompok jurnalis yang meliput insiden itu telah mengenakan rompi dan helm bertuliskan "press."

"Kami berdiri di depan kendaraan militer Israel selama sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum kami bergerak untuk memastikan mereka melihat kami," kata Shatha Hanaysha, jurnalis lain yang berada di dekat Abu Akleh saat terbaring usai terkena tembakan.

Militer Israel sebelumnya mengatakan peluru yang menembus Abu Akleh bisa saja datang dari pejuang Palestina atau dari pihaknya. Tapi penyelidikan CNN menyebutkan, tidak ada pertempuiran aktif atau pejuang Palestina di sekitar Abu Akleh.

Abu Akleh diduga ditembak mati dalam serangan yang ditargetkan oleh pasukan Israel.

Baca Juga: Indonesia Kutuk Keras Penembakan Jurnalis Al Jazeera Asal Palestina

3. Israel membantah tentaranya sengaja menembak jurnalis

AS Desak Israel Selesaikan Kasus Pembunuhan Abu AklehIlustrasi bendera Israel. (Pexels.com/Oren Noam Gilor)

Dalam laporan penyelidikannya, Otoritas Palestina mengatakan bahwa Abu Akleh sengaja ditembak oleh militer Israel. Jaksa Agung Akram al-Khatieb mengumumkan hal itu pada hari Kamis, bahwa tidak ada pejuang Palestina di sekitar Abu Akleh.

"Satu-satunya penembakan adalah (dilakukan) oleh pasukan pendudukan (Israel), dengan tujuan membunuh," katanya dilansir France24.

Letnan Jederal Aviv Kohavi dari Israel membantah bahwa pasukannya telah melepaskan tembakan dengan sengaja kepada seorang jurnalis.

"Tidak ada tentara (Israel) yang menembak dengan sengaja ke seorang jurnalis. Kami menyelidiki itu. Kami memeriksanya. Itulah kesimpulannya. Tidak ada yang lain," katanya. Dia meminta Otoritas Palestina untuk bekerja sama menyelesaikan penyelidikan tersebut.

Sejauh ini Israel meminta peluru yang mengenai tubuh Abu Akleh untuk diselidiki guna membuktikan bahwa itu berasal dari senapan yang digunakan pasukannya. Tapi Palestina mengatakan tidak mempercayai Israel untuk menyelidiki insiden yang disebabkan oleh mereka sendiri.

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya