Comscore Tracker

AS Percaya Rusia Bisa Serang Ukraina dari Titik Mana Saja

Presiden Putin dituduh telah menciptakan krisis 

Jakarta, IDN Times - Rencana latihan militer bersama Rusia-Belarusia yang rencananya akan diadakan pada bulan Februari membuat Amerika Serikat (AS) mengungkapkan kekhawatirannya. Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki menyatakan pada Selasa (18/1/22) bahwa pergerakan pasukan Rusia ke Belarusia sangat berbahaya.

Pasukan Rusia dikabarkan telah tiba di Belarus untuk melangsungkan latihan militer dua negara. Latihan itu akan dilaksanakan di dekat perbatasan dengan negara-negara anggota Uni Eropa (UE) yaitu Polandia dan Lithuania serta dekat dengan Ukraina.

Baik pejabat Ukraina maupun pejabat AS memperingatkan bahwa pasukan militer Presiden Vladimir Putin dapat melancarkan invasi ke Ukraina dari titik mana saja, termasuk dari Belarusia, negara sekutu utama Moskow.

1. Inspeksi kesiapan pasukan yang terlibat latihan militer Belarus-Rusia

AS Percaya Rusia Bisa Serang Ukraina dari Titik Mana SajaLatihan militer Rusia (Twitter.com/ Russian Arms Control Delegation in Vienna)

Dalam pemberitaan yang disampaikan oleh Tass, media Rusia yang didukung oleh negara, Kepala Departemen Kerja sama Militer Internasional Kementrian Pertahanan Belarus Oleg Voinov, menyatakan bahwa Rusia dan Belarus akan menggelar latihan bersama.

Latihan itu awalnya belum ditentukan kapan tepatnya. Tapi Voinov kemudian mengatakan bahwa latihan akan berlangsung pada 10-20 Februari. Latihan militer disebut sebagai bagian dari respon terhadap pasukan asing yang ditempatkan di sekitar negara mereka.

Inspeksi tentang kesiapan pasukan akan segera dilakukan, sementara pasukan Rusia yang terlibat latihan militer telah mulai tiba di Belarusia.

Tujuan spesifik latihan militer itu dijelaskan oleh pejabat pertahanan Belarusia, bahwa pasukan akan berlatih "memperkuat perbatasan negara di area potensial penetrasi ilegal geng bersenjata ke wilayah Belarus dan menutup saluran pasokan senjata serta amunisi yang dapat digunakan untuk mengacaukan stabilitas negara."

Latihan militer, termasuk di antaranya latihan tempur akan digelar di tengah situasi militer dan politik yang memburuk dan "ketegangan yang terus meningkat di Eropa, termasuk di dekat perbatasan barat dan selatan Republik Belarus."

Pejabat itu tidak menyebut negara yang terkait. Namun perbatasan barat Belarus merujuk pada Polandia dan perbatasan selatan Belarus merujuk Ukraina. Di perbatasan Belarus-Polandia, dua negara itu telah terlibat ketegangan tentang masalah imigran ilegal dari Asia yang datang ke Belarus dan berusaha menerobos masuk ke Polandia.

2. Rusia bisa menyerang Ukraina dari berbagai arah

Baca Juga: Ukraina Klaim Punya Bukti Rusia Jadi Dalang Serangan Siber

Ketegangan di Eropa Timur khususnya terjadi antara Ukraina dengan Rusia. Ukraina menuduh Rusia merencanakan invasi ke negaranya. Rusia telah menumpuk sekitar 100 ribu pasukan di dekat timur perbatasannya.

Selain itu, Ukraina juga menuduh bahwa Rusia bisa melancarkan serangan ke negaranya lewat Belarus, sekutu utama Rusia. Presiden Belarus Lukashenko pada tahun 2021 lalu juga pernah mengatakan bahwa negaranya siap menjadi tempat persenjataan Rusia, termasuk senjata nuklir.

Saat ini, pergerakan pasukan Rusia terus dipantau oleh AS dan sekutu Eropa. Pergerakan pasukan Rusia ke Belarus yang disebut akan melakukan latihan militer, membuat Gedung Putih mengungkapkan kekhawatirannya.

Sekretaris Gedung Putih Jen Psaki, dilansir Associated Press, mengatakan bahwa "kita sekarang berada pada tahap di mana Rusia kapan saja bisa melancarkan serangan ke Ukraina."

Berbicara dengan syarat anonim, seorang pejabat senior pemerintahan Presiden Joe Biden mengatakan bahwa pengerahan pasukan Rusia ke Belarusia menimbulkan kekhawatiran nyata. Moskow mungkin berencana menempatkan pasukan di Belarus dan memberi rencana ancaman serangan dari utara.

Sementara Ukraina yang terus merasa terancam dengan Rusia, Kementrian pertahanan pada Selasa mengatakan pihaknya mempercepat upaya pembentukan batalion pasukan cadangan. Dia menjelaskan bahwa pasukan negaranya akan memungkinkan pengerahan cepat 130 ribu rekrutan pasukan baru untuk memperluas jumlah pasukan militernya.

3. Presiden Putin dituduh telah menciptakan krisis

AS Percaya Rusia Bisa Serang Ukraina dari Titik Mana SajaJen Psaki, Sekretaris Gedung Putih. (Twitter.com/DNR)

Baik Ukraina, AS maupun sekutu NATO dan Eropa telah berulangkali menyuarakan keprihatinan mendalam atas peningkatan jumlah pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina. Mereka menuduh Moskow merencanakan invasi.

Di sisi lain, Moskow berulang kali menepis tuduhan itu. Mereka mengatakan tidak merencanakan invasi seperti yang dituduhkan. Dmitry Peskov juru bicara Kremlin, pernah mengatakan penempatan pasukan Rusia di mana pun selama di dalam negara, itu adalah hak bagi Moskow.

Tapi dengan terus bertahannya pasukan Rusia dalam jumlah banyak dan tidak memiliki niat untuk mundur, itu membuat AS dan sekutu Barat terus menyuarakan keprihatinannya.

Dilansir The Moscow Times, Jen Psaki mengatakan bahwa jika Vladimir Putin memutukan melancarkan invasi ke Ukraina, maka akan ada "konsekuensi ekonomi yang sangat parah" yang akan dikenakan.

Psaki menyalahkan pemimpin Rusia itu. Dia mengatakan bahwa "Presiden Putin telah menciptakan krisis ini."

Psaki juga menegaskan bahwa ada jalur diplomatik untuk menyelesaikan ketegangan. "Kami tentu berharap mereka mengambil jalan itu," katanya. Namun terserah Rusia ingin mengambil jalan yang mana dengan konsekuensi parah jika tidak mengambil jalur diplomatik.

Pemerintah AS sendiri telah mengatakan tidak memiliki rencana untuk membantu Ukraina dengan mengirim personel militer jika diserang Rusia. Tapi tindakan balasan ekonomi yang fatal akan digunakan, dan akan lebih parah dibandingkan dengan sanksi yang pernah dikeluarkan di masa lalu terhadap Moskow.

Baca Juga: AS Taruh Rudal di Ukraina, Rusia Ancam Kirim Militer ke Amerika Latin

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya