Comscore Tracker

AS: Protes Ricuh Usai Polisi Tembak Pria Kulit Hitam

Korban penembakan berusia 20 tahun

Washington DC, IDN Times - Insiden penembakan terhadap penduduk kulit hitam di Amerika Serikat kembali terjadi. Seorang pria muda berusia 20 tahun meninggal karena ditembak oleh polisi.

Penembakan itu terjadi pada Minggu siang (11/4) di Minneapolis, kota tempat George Floyd dibunuh oleh polisi tahun lalu. Protes digelar dari sore hingga malam harinya oleh ratusan orang di dekat Broklyn Center yang kemudian berlangsung ricuh.

1. Pelanggaran lalu lintas

AS: Protes Ricuh Usai Polisi Tembak Pria Kulit HitamDaunte Wright. (Twitter.com/Hamdia Ahmed)

Pada hari Minggu siang sebelum jam 2 waktu setempat, polisi di Minneapolis menepikan sebuah kendaraan yang diduga melanggar lalu lintas. Petugas kemudian berusaha menahan pengemudi tapi pengemudi tersebut masuk kembali ke dalam kendaraannya. Petugas lain melepaskan tembakan dan melukai si pengemudi.

Melansir dari kantor berita Reuters, pengemudi tersebut diketahui bernama Daunte Wright yang berusia 20 tahun. Setelah terkena tembakan, Daunte masih sempat mengemudi sejauh beberapa blok sebelum akhirnya menabrak kendaraan lain dan meninggal di tempat kejadian.

Penyelidikan sedang dilakukan untuk mencari tahu fakta dalam insiden tersebut. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa kamera tubuh yang terpasang di badan polisi merekam insiden dan akan segera diperiksa.

American Civil Liberties Union (ACLU), salah satu kelompok aktivis hak asasi manusia AS menuntut agar video rekaman dari tubuh polisi segera dirilis. Mereka juga mendesak agar badan independen lain menyelidiki rekaman tersebut.

2. Bentrokan antara petugas dan demonstran

Sore hingga malam hari setelah insiden penembakan yang menewaskan Daunte Wright, orang-orang melakukan protes di departemen kepolisian kota Broklyn Center. Sekitar 200 orang dikabarkan ikut dalam protes tersebut.

Melansir dari laman The Guardian, polisi menyambut para pendemo dengan perlengkapan anti huru-hara dan melepaskan tembakan gas air mata. Bentrok segera terjadi ketika para pendemo tidak mau membubarkan diri.

Selain menggunakan gas air mata, polisi juga menggunakan peluru karet untuk membubarkan massa. Dua orang dikabarkan terkena tembakan peluru karet tersebut. Para pendemo mulai berangsur-angsur bubar ketika waktu mendekati tengah malam.

Mike Elliot yang menjabat sebagai walikota Broklyn menilai bahwa penembakan itu "tragis." Dia juga mendesak para pengunjuk rasa "untuk bersikap damai dan bahwa pengunjuk rasa damai tidak (akan) ditangani dengan kekerasan."

Menurut polisi, selain mereka terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa, kerumunan juga sempat membobol sekitar dua puluh toko dengan beberapa di antaranya dijarah.

Baca Juga: 5 Fakta Serial Horor Them yang Ungkap Rasisme di AS

3. Lokasi penembakan dekat dengan lokasi kematian George Floyd

Minneapolis saat ini sedang dalam keadaan yang tegang karena sidang pembunuhan George Floyd juga sedang berlangsung memasuki minggu ketiga. Ketegangan tersebut meningkat karena insiden penembakan polisi terhadap pria Afro-Amerika yang bernama Daunte. Insiden penembakan juga berdekatan dengan tempat di mana George Floyd meninggal tahun lalu.

Melansir dari laman Sky, gedung pengadilan yang digunakan untuk mengadili Derek Chauvin, mantan petugas polisi yang diduga membunuh Floyd, dikelilingi dengan pagar dan dijaga secara ketat oleh pasukan garda nasional.

Gubernur negara bagian Minnesota yang bernama Tim Walz mengatakan lewat media sosialnya bahwa dia memantau dengan cermat perkembangan yang terjadi di Broklyn. Dia juga menyampaikan belasungkawa terhadap keluarga Daunte.

Walz mengatakan bahwa dia "berdoa untuk keluarga Daunte Wright saat negara bagian kami berduka atas kehidupan seorang pria kulit hitam yang diambil oleh petugas penegak hukum."

Baca Juga: Kasus George Floyd: Minneapolis Bayar 27 Juta Dolar AS

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya