Comscore Tracker

Awal Ramadan, Masjid Prancis Jadi Sasaran Vandalisme

Mendagri minta polisi tingkatkan keamanan di masjid

Paris, IDN Times - Tindakan vandalisme terjadi di Prancis dan menyasar sebuah masjid di kota Rennes, sekitar 350 kilometer sebelah barat ibukota Paris. Vandalisme tersebut berupa coretan grafiti yang menghina Islam dan menghina Nabi Muhammad di dinding masjid Ibnu Sina.

Coretan grafiti di masjid itu diketahui pada Minggu pagi (11/4) oleh pengurus dan anggota komunitas Muslim setempat. Politisi Prancis mengecam tindakan vandalisme dan Menteri Dalam Negeri Prancis yang bernama Gerald Darmanin mengatakan bahwa tindakan tersebut tidak dapat diterima di Prancis.

1. Mendagri Prancis meminta polisi meningkatkan keamanan di masjid

Tindakan vandalisme dengan cara mencoret masjid dengan grafiti yang menghina Islam dan Nabi Muhammad telah memicu kecaman dari para pejabat Prancis. Selain itu, dalam grafiti tersebut juga tertulis seruan untuk memulai Perang Salib dan seruan agar agama Katolik dijadikan agama negara.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Prancis, Gerald Darmanin segera melakukan kunjungan ke lokasi masjid yang menjadi sasaran vandalisme tersebut. Melansir dari laman Al Jazeera, Darmanin mengecam vandalisme dan menyatakan solidaritasnya terhadap komunitas Muslim Prancis.

Saat ini, Prancis adalah negara terbesar yang memiliki komunitas Muslim di Eropa. Jumlahnya mencapai sekitar 5,7 juta orang.

Selain mengecam vandalisme, Darmanin juga meminta polisi Prancis dan gendarmerie, yang bertanggung jawab kota-kota kecil di daerah pedesaan, untuk "memperkuat kewaspadaan di sekitar tempat ibadah Muslim saat Ramadan," katanya.

2. Kecaman dari politisi Prancis terhadap tindakan vandalisme

Awal Ramadan, Masjid Prancis Jadi Sasaran VandalismeWalikota Rennes, Nathalie Appere (Wikimedia.org/XIIIfromTOKYO)

Selama kunjungannya di Rennes, Darmanin menunjukkan "solidaritasnya" terhadap komunitas Muslim yang ada di Prancis umumnya, dan khususnya kepada kelompok Muslim di Rennes. Ia juga mengatakan bahwa kebebasan beribadah di Prancis adalah kebebasan fundamental.

Melansir dari laman National News, grafiti anti-Islam di Rennes itu memicu kecaman dari politisi Prancis. Walikota Rennes yang bernama Nathalie Appere mengatakan "semua dukungan saya kepada orang-orang di Rennes, dan terutama kepada orang-orang yang terkejut dengan tindakan memalukan ini," katanya.

Selain Walikota Rennes, kecaman juga datang dari anggota Senat Prancis yang bernama Valerie Boyer. Dia mengatakan bahwa tindakan vandalisme anti-Muslim itu dinilai tidak bertanggung jawab.

Senat Prancis dari sayap kiri yang bernama Alexis Corbiere juga mengecam aksi vandalisme anti-Islam dan mengatakan bahwa itu adalah "hasil dari suasana penuh kebencian yang diciptakan oleh segelintir orang," ujarnya seperti dikutip dari RFI.

Ahmed Ait Chikh, presiden di pusat kebudayaan Rennes berpendapat bahwa aksi vandalisme adalah "tindakan keji dan pengecut."

Baca Juga: Prancis Perketat Keamanan Masjid Selama Ramadan Usai Aksi Vandalisme 

3. Pintu masjid dibakar di kota Nantes

Sebelum aksi vandalisme yang terjadi di masjid Rennes, serangan lain juga dikabarkan sebelumnya di masjid kota Nantes, sekitar 112 kilometer sebelah selatan Rennes. Masjid yang menjadi sasaran adalah masjid Arrahma dan peristiwa itu berlangsung pada 8-9 April.

Melansir dari laman Daily Sabah, masjid Arrahma diserang oleh orang tak dikenal dengan cara pintunya dibakar. Pelaku pembakaran memindahkan tong sampah ke salah satu pintu masjid dan kemudian membakarnya.

Aksi itu membuat pintu masjid rusak dan dinding serta lantai menghitam karena api. Aksi itu diperkirakan terjadi pada hari Jumat dini hari dan diketahui saat orang-orang akan melakukan sembahyang Subuh.

Gerald Darmanin, Mendagri Prancis dan Walikota yang bernama Johanna Rolland mengutuk serangan itu. Rolland mengatakan bahwa kebebasan beribadah adalah salah satu dasar republik.

Baca Juga: Prancis Perketat Keamanan Masjid Selama Ramadan Usai Aksi Vandalisme 

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya