Comscore Tracker

Axiom-SpaceX Rilis 3 Nama Pelancong Luar Angkasa Pertama

100 persen bukan untuk liburan!

Washington, IDN Times – Kebangkitan teknologi luar angkasa telah bergerak lebih canggih. Beberapa dekade lalu, mimpi ke luar angkasa hanya bisa dilakukan oleh astronot. Kini, perusahaan-perusahaan swasta mencari peluang bisnis baru untuk bisa mengantarkan orang-orang kaya yang ingin ke luar angkasa.

Empat perusahaan swasta raksasa teknlogi luar angkasa, Virgin Galactic, Blue Origin, SpaceX dan Axiom Space adalah yang paling terlihat menonjol mencapai kemajuan untuk mewujudkan mimpi tersebut. Namun SpaceX milik konglomerat Elon Musk berduet dengan Axiom Space untuk melangkah lebih cepat dari perusahaan lainnya.

SpaceX bekerja sama dengan program Axiom, merilis tiga orang pertama yang akan melancong ke luar angkasa dan jadwal peluncurannya akan dilakukan Januari tahun 2022. Tiga pelancong tersebut akan terbang menembus langit ditambah seorang mantan astronot NASA yang akan menjadi pilotnya. Total tiga orang non-profesional dan satu orang profesional.

1. Misi bernama SpaceX Axiom Space-1 atau Ax-1

Axiom-SpaceX Rilis 3 Nama Pelancong Luar Angkasa PertamaMisi komersial pertama Axiom bersama dengan SpaceX. Ilustrasi (instagram.com/spaceorama)

Axiom Space adalah perusahaan swasta yang bertujuan memiliki dan mengoperasikan stasiun luar angkasa komersial pertama di dunia. Perusahaan tersebut berkantor pusat di Texas, AS, dan didirikan pada tahun 2016. Rencana awalnya, mereka akan melakukan penerbangan komersial di akhir tahun 2021.

Namun kabar baru-baru ini menyebutkan mereka benar-benar akan melakukan penerbangan ke luar angkasa di awal tahun 2022. Tujuan penerbangan tersebut adalah Stasiun Luar Angkasa Internasional. Melansir dari laman Al Jazeera, CEO Axiom, Mike Suffredini mengatakan “ini penerbangan pribadi pertama ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Hal ini belum pernah dilakukan sebelumnya.”

Penerbangan pribadi ke luar angkasa dengan tujuan ISS tersebut dilakukan oleh Axiom yang bekerja sama dengan SpaceX. Mereka akan mengangkasa dengan kapsul Crew Dragon dan terbang dengan roket andalan SpaceX, Falcon 9.

2. Identitas penumpang yang akan terbang

Baca Juga: SpaceX Kirim 143 Satelit ke Luar Angkasa dalam Sekali Jalan

Bisnis jalan-jalan ke luar angkasa saat ini benar-benar bukanlah hal yang mustahil. SpaceX telah terbukti menjadi pelopor dengan sukses menjadi “taxi” yang dapat mengantarkan astronot ke luar angkasa. Tahun 2020 lalu, kapsul Crew Dragon milik SpaceX sukses mengantarkan astronot NASA menuju ISS.

Kini, “taxi” luar angkasa tersebut kembali akan mengantarkan manusia ke ISS, dalam proyek kerja sama dengan Axiom. Melansir dari laman Associated Press, Axiom merilis daftar identitas orang-orang yang menjadi penumpang pertama layanan komersial tersebut. Mereka terdiri dari penguasa Amerika Serikat, Kanada dan Israel.

Tiga orang tersebut masing-masing adalah Larry Connor, pengusaha AS; Mark Pathy, pengusaha investor Kanada dan Eytan Stibbe, pengusaha investor Israel. Satu orang tambahan yang menjadi komandan adalah wakil CEO Axiom sekaligus mantan astronot NASA, Michael Lopez-Alegria.

3. Berapa biaya yang dikeluarkan?

Axiom-SpaceX Rilis 3 Nama Pelancong Luar Angkasa PertamaDennis Tito, pebisnis AS yang jalan-jalan ke luar angkasa dengan membayar 20 juta dolar AS. (instagram.com/migoff_)

Piknik ke luar angkasa pertama dilakukan pada tahun 2001 oleh Dennis Tito, seorang pengusaha dari AS yang terbang menggunakan roket Soyuz TM-32 milik Roscomos, Rusia. Dia menghabiskan delapan hari di ISS dengan agen perjalanan Space Adventures. Biaya yang ia keluarkan adalah 20 juta USD atau sekitar Rp. 282,9 miliar.

Dari mulai tahun 2001 hingga tahun 2009, ada tujuh turis luar angkasa yang sudah diantarkan ke ISS. Pada tahun 2019, NASA mengumumkan bahwa astronot sipil akan bisa piknik ke ISS dengan layanan kapsul Crew Dragon milik SpaceX.

Kini di tahun 2021, Axiom bekerja sama dengan SpaceX untuk menerbangkan tiga turis luar angkasa. Mereka semua masing-masing membayar 55 juta USD atau sekiar Rp. 778 miliar. Dalam 20 tahun sejak bisnis turisme luar angkasa dilakukan, biaya yang harus dibayar oleh seorang turis melonjak lebih dari 100 persen. Bisnis yang terhitung baru dan langka ini, dianggap sebagai salah satu peluang yang menggiurkan.

4. 100 persen bukan misi liburan

Axiom-SpaceX Rilis 3 Nama Pelancong Luar Angkasa PertamaIlustrasi Stasiun Luar Angkasa. (Instagram.com/axiom.space)

Meskipun pariwisata luar angkasa adalah sektor baru dalam industri luar angkasa, namun tiga orang non-profesional yang akan diantarkan ke ISS disebut-sebut sebagai sebuah misi yang bukan liburan. Mereka akan menjadi bagian dari riset pengembangan ilmu pengetahuan.

Komandan peluncuran Lopez-Alegria mengatakan kepada CNBC, bahwa misi tersebut “adalah 100% bukan liburan untuk orang-orang ini.” Menurut Lopez-Alegria, tiga astronot non-profesional tersebut telah bekerja sama dengan berbagai institusi, rumah sakit dan entitas penilitian lainnya.

Connor dari AS bekerja sama dengan Mayo Clinic dan Cleveland Clinic. Pathy dari Kanada bekerja sama dengan Badan Antariksa Kanada dan Rumah Sakit Anak Montreal, dan Stibbe dari Israel bekerja sama dengan Ramon Foundation dan Badan Antariksa Israel.

“Kami tidak pergi ke sana untuk menjadi penonton. Kami pergi ke sana untuk melakukan penelitian dan mudah-mudahan menambah nilai bagi orang-orang,” kata Connor menegaskan rencana penerbangannya ke luar angkasa.

5. Kemitraan dengan NASA

Ada tiga entitas yang saling terkait dengan misi AX-1 ini. Mereka adalah NASA, SpaceX dan Axiom. Publik kemungkinan sudah banyak yang mengenal NASA dan SpaceX. Namun Axiom, informasi mengenai perusahaan ini belum begitu populer seperti NASA dan SpaceX.

Axiom didirikan oleh mantan manajer program Luar Angkasa Internasional NASA, Suffredini. Dia bersama dengan Kam Ghaffarian, seorang pengusaha yang menjual perusahaannya untuk bersama membentuk Axiom dengan menargetkan pasar komersial luar angkasa.

Axiom adalah perusahaan yang rencananya membangun Stasiun Luar Angkasa komersial sendiri. Proposal mereka disepakati oleh NASA pada tahun 2020. Kontrak sebesar 140 juta USD atau sekitar Rp. 1,9 triliun ditanda tangani agar NASA menyediakan satu pesawat luar angkasa layak huni untuk dipasang di ISS.

ISS tidak akan bisa bertahan selamanya. Ada waktunya pusat penelitian luar angkasa internasional tersebut akan pensiun. Kerjasama luar angkasa internasional diantara banyak negara yang mendanai ISS, kemungkinan akan mengistirahatkan ISS pada tahun 2024. Namun NASA mengatakan akan memperpanjang hingga tahun 2028.

Ketika ISS benar-benar pensiun, maka Axiom adalah salah satu perusahaan yang sudah siap merencanakan untuk membangun stasiun luar angkasa komersialnya.

Selain Axiom sebenarnya ada Bigelow Aerospace, tapi perusahaan tersebut mengundurkan diri. Blue Origin milik konglomerat Jeff Bezos juga ingin membangun stasiun luar angkasa yang besar dan canggih.

Axiom akan membangun tiga modul yang rencananya bergabung dengan ISS. Modul pertama akan diluncurkan pada 2024 dan menjadi modul inti. Lalu dua modul tambahan akan dikirim dan bergabung dengan modul utama.

Interior Axiom dirancang oleh arsitek Prancis yang bernama Phillippe Strack. Jika ISS benar-benar pensiun dan nantinya ditabrakkan ke Samudra Pasifik, maka Axiom sudah siap untuk menjadi stasiun luar angkasa pengganti yang potensial.

Baca Juga: SpaceX Milik Elon Musk Sukses Kirim Astronot Lagi 

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya