Comscore Tracker

Azerbaijan Ambil Alih Sepenuhnya Daerah Sekitar Nagorno-Karabakh 

Pengaruh Rusia semakin menguat 

Baku, IDN Times – Pertempuran sengit antara Azerbaijan dan Armenia yang telah dimulai pada 27 September 2020 akhirnya selesai. Militer Azerbaijan telah mengusir pasukan Armenia, mendesak mereka menjauh dan memaksa menerima perjanjian damai yang ditengahi oleh Rusia.

Perjanjian damai yang ditengahi Rusia tersebut menyepakati Armenia menyerahkan kembali tiga wilayah di sekitar Nagorno-Karabakah. Tiga wilayah tersebut adalah Aghdam, Kalbajar dan terakhir Lachin. Pada hari Selasa, 1 November 2020, Lachin telah sepenuhnya kembali ke pangkuan Azerbaijan menyusul Aghdam dan Kalbajar yang telah diserahkan terlebih dahulu.

Konflik di kawasan pegunungan Kaukasus bagian selatan itu, telah memicu kekhawatiran dunia internasional karena memiliki kemungkinan akan terjadi perang secara masif di kawasan tersebut. Selain itu, konflik yang terjadi antara dua pecahan Uni Soviet itu terbilang konflik paling berdarah setelah konflik besar yang pernah terjadi pada 1991.

1. Memulihkan integritas teritorial

Azerbaijan Ambil Alih Sepenuhnya Daerah Sekitar Nagorno-Karabakh Salah satu pemandangan di Lachin, wilayah terakhir yang diserahkan Armenia ke Azerbaijan. Ilustrasi (Wikimedia.org/Ліонкінг)

Nagorno-Karabakh sebenarnya adalah bagian dari Azerbaijan dan hal tersebut diakui secara internasional. Namun, sebagian besar etnis yang mendiami adalah Armenia. Wilayah Nagorno-Karabakh mendirikan sebuah negara bernama Artsakh, akan tetapi tidak diakui secara internasional.

Konflik kecil sering terjadi antara Azerbaijan dan pasukan Nagorno-Karabakh di perbatasan. Konflik tersebut membesar dan menjadi perang sengit mulai pada tanggal 27 September silam, berlangsung hingga 44 hari dengan tiga kali gencatan senjata yang gagal disepakati.

Namun kini, setelah pasukan Armenia dipukul mundur oleh Azerbaijan, perjanjian damai “dipaksakan” oleh Rusia pada 10 November dan mengharuskan Armenia menyerahkan kembali tiga wilayah dan tujuh distrik ke Azerbaijan. Kembalinya wilayah Lachin, membuat penduduk Azerbaijan gembira.

Melansir dari laman Al Jazeera, pada hari Selasa, 1 Desember 2020, Ilham Aliyev, Presiden Azerbaijan berpidato di televisi dan mengatakan “kita telah memulihkan integritas teritorial kita. Kita sudah mengakhiri pendudukan (Armenia)” ujarnya (1/12).

2. Keinginan penduduk Azerbaijan dan Armenia usai perjanjian damai ditandatangani

Azerbaijan Ambil Alih Sepenuhnya Daerah Sekitar Nagorno-Karabakh Anak-anak di kota Stepanakert kembali lagi ke sekolah setelah libur karena konflik. (twitter.com/Peacekeeping mission in Karabakh)

Perang sengit selama 44 hari antara Azerbaijan dan Armenia telah membuat ribuan orang kehilangan nyawa. Kehancuran properti lebih banyak lagi. Dari pihak Armenia, menurut Associated Press, Menteri Kesehatan Armenia mengatakan bahwa setidaknya 2.425 prajurit Armenia tewas dalam pertempuran dan masih banyak lagi yang belum diidentifikasi (1/12).

Di pihak Azerbaijan, Ilham Aliyev tidak mengungkapkan kerugian militer dari pihaknya. Namun dia memberikan data tentang korban dari pihak sipil Azeri berjumlah 94 orang meninggal dan lebih dari 400 orang terluka dalam pertempuran terakhir.

Penduduk Azerbaijan bergembira ketika perjanjian ditandatangani dan banyak diantanya yang dahulu melarikan diri dari wilayah Lachin, bersiap untuk kembali lagi. Gurban Hassanov, yang berusia 56 tahun dan terusir dari wilayah Lachin 26 tahun silam bersama keluarganya, kini ingin kembali. “Saya dan keluarga bermimpi untuk kembali ke desa kami. Saya kekurangan kata-kata untuk menjelaskan betapa kami sangat ingin kembali”.

Namun di sisi lain, penduduk Armenia banyak yang melarikan diri dari wilayah konflik. Setidaknya 25.000 pengungsi penduduk Nagorno-Karabakh telah mulai kembali, dibantu pasukan Rusia. Bagi penduduk di wilayah yang diserahkan ke Azerbaijan, ada yang pergi dan ada yang bertahan.

Melansir dari Al Jazeera, penduduk Armenia di Lachin yang bertahan bernama Levon Gevorgyan, pemilik toko kelontong lokal. “Saya di sini sudah 22 tahun. Saya mulai dari nol membangun semuanya. Saya harap bisa melanjutkan karena saya masih memiliki pinjaman yang harus dibayar. Jika saya harus pergi, saya akan membakar semuanya” katanya menjelaskan (1/12).

Baca Juga: 10 Potret Norilsk, Salah Satu Kota Terdingin di Rusia

3. Pengaruh Rusia semakin menguat sebagai penengah

Azerbaijan Ambil Alih Sepenuhnya Daerah Sekitar Nagorno-Karabakh Pasukan penjaga perdamaian Rusia ikut membantu menetralkan ranjau di Stepanakert. Ilustrasi (twitter.com/Peacekeeping mission in Karabakh)

Konflik Azerbaijan dan Armenia telah lama berlangsung yakni sejak pecahnya Uni Soviet pada 1990an. Konflik besar pada tahun 1991 menyebabkan korban tewas sekitar 30.000 orang. Selanjutnya, konflik kecil terus berlangsung dan beberapa kali gencatan senjata dilakukan.

Ada tiga negara yang ditunjuk sebagai penengah untuk menyelesaikan konflik tersebut, yakni Group Minsk yang berdiri pada 1992. Tiga negara tersebut adalah Prancis, Amerika Serikat dan Rusia. Namun ikhtiar Group Minsk untuk menyelesaikan konflik Azerbaijan-Armenia tak pernah berhasil.

Ketika perang sengit pada 27 September mulai dan tiga kali gencatan senjata gagal, Moskow pada akhirnya mampu mendudukkan dan “memaksa” Azerbaijan-Armenia untuk melakukan perdamaian pada 9-10 November.

Pengaruh Rusia di kawasan ini pun kemudian terlihat semakin menguat dan “mencengkeram”. Azerbaijan di satu sisi justru tidak menyukai Prancis dan memberikan saran untuk mendepak negara tersebut dari Group Minsk. Alasannya, menurut The Independent, karena Senat Prancis memberikan resolusi untuk mengakui Nagorno-Karabakh sebagai negara berdaulat (27/11). Posisi Prancis dianggap bias karena mendukung salah satu pihak.

Namun perjanjian damai yang “dipaksakan” Rusia bukan tanpa kritik. Olesya Vartanyan dari International Crisis Group mengatakan “perjanjian yang ditengahi Moskow sangat tepat dalam hal penyerahan wilayah, tetapi ambigu dalam sejumlah aspek seperti mandat penjaga perdamaian Rusia dan bagaimana kehidupan penduduk lokal, baik Armenia maupun Azerbaijan, akan diatur," katanya seperti dikutip dari Al Jazeera.

Pri - Photo Verified Writer Pri -

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya