Comscore Tracker

Cegukan Lebih 10 Hari, Bolsonaro Masuk Rumah Sakit

Kesehatan Bolsonaro bermasalah selama jadi presiden 

Brasilia, IDN Times - Presiden Brasil Jair Bolsonaro mengalami cegukan lebih dari 10 hari. Pada hari Rabu (14/7), Bolsonaro akhirnya dilarikan ke rumah sakit militer di ibukota Brasilia karena keluhan tersebut, ditambah dengan keluhan sakit perut. Sore harinya, Bolsonaro dipindahkan ke rumah sakit Sao Paolo untuk perawatan lebih lanjut.

Beberapa hari terakhir, Bolsonaro mengalami gangguan berbicara. Itu karena disebabkan cegukannya. Ketika berbicara banyak, maka cegukannya akan datang dan menganggu.

Sebelum sakit, Bolsonaro mendapatkan serangkaian tekanan dari kalangan warga Brasil. Demonstrasi besar terjadi untuk menuntut agar presiden dimakzulkan. Presiden dianggap salah menangani pandemik virus corona dan warga Brasil menuntut untuk bisa mendapatkan vaksin secepatnya.

Di sisi lain, Kementrian Kesehatan pemerintahan Bolsonaro menghadapi penyelidikan atas tuduhan korupsi pengadaan vaksin dengan Bharat Biotech India. Bolsonaro juga menghadapi kasus lain terkait dugaan penggelapan gaji ketika ia menjabat sebagai parlemen negara bagian.

1. Presiden Jair Bolsonaro didiagnosa obstruksi usus

Cegukan Lebih 10 Hari, Bolsonaro Masuk Rumah SakitJair Bolsonaro terbaring sakit, (Twitter.com/Jair M. Bolsonaro)

Dalam pemeriksaan di rumah sakit militer Brasilia, Antonio Luiz Macedo, seorang ahli bedah mendiagnosa bahwa Presiden Bolsonaro menderita obstruksi atau penyumbatan usus. Melansir laman The Guardian, Bolsonaro kemudian dipindahkan ke rumah sakit di kota Sao Paolo, kota yang memiliki beberapa rumah sakit top Brasil, untuk menjalani pemeriksaan dan perawatan lanjutan.

Kantor Kepresidenan Brasil mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Bolsonaro akan diperiksa dan kemudian akan diputuskan apakah memerlukan operasi darurat atas penyakit yang ada di tubuhnya.

Dalam akun media sosialnya, Bolsonaro terlihat dalam sebuah foto berbaring di rumah sakit dengan bertelanjang dada, dengan beberapa peralatan medis seperti kabel dan sensor yang menempel di dada. Seseorang seperti pendeta juga terlihat di samping, memegang bahu Bolsonaro.

Menurut CNN, pada Selasa malam (13/7) Bolsonaro berbicara kepada rekan-rekannya tentang cegukan yang ia alami. "Teman-teman, saya tidak bersuara, teman-teman. Jika saya mulai berbicara terlalu banyak, cegukan akan kembali. Cegukan itu kembali," kata Bolsonaro.

Beberapa hari terakhir sebelum masuk rumah sakit, Bolsonaro setiap tampil di depan umum mengalami kesulitan berbicara. Bahkan dalam kunjungannya ke Brasil selatan, ia meninggalkan makan malam setelah merasakan sakit di perutnya.

2. Cegukan Bolsonaro dirasakan setelah operasi gigi

Baca Juga: Diduga Korupsi, Bolsonaro Pecat Pejabat Kesehatan

Belum dapat ditentukan secara pasti mengapa cegukan yang dialami oleh Bolsonaro bertahan selama lebih dari 10 hari. Namun Presiden Bolsonaro mengakui cegukan itu bermula setelah ia menjalani operasi implan gigi pada 3 Juli lalu.

Melansir CNN, kondisi cegukan itu menurut Bolsonaro kemungkinan karena obat yang diresepkan oleh dokter setelah operasi gigi tersebut. Bolsonaro dibius pada Rabu pagi hari sebelum dipindahkan ke Sao Paolo.

Bolsonaro juga telah menjalani prosedur untuk mengeluarkan cairan yang kemungkinan tersumbat dari perutnya sebagai tindakan pencegahan. Informasi tersebut didapat dari Flavio, putra Bolsonaro yang juga mengatakan bahwa ayahnya mengalami kesulitan berbicara. Jika operasi darurat dilakukan, itu bukanlah prosedur yang serius, kata Flavio seperti dikutip dari BBC.

3. Kesehatan Jair Bolsonaro bermasalah selama masa kepresidenannya

Cegukan Lebih 10 Hari, Bolsonaro Masuk Rumah SakitPresiden Brazil, Jair Bolsonaro sempat terinfeksi COVID-19 tapi akhirnya bisa senbuh (twitter.com/Modi 2)

Jair Bolsonaro adalah seorang presiden populis sayap kanan Brasil. Ia diketahui sebagai salah satu penggemar Donald Trump. Selama awal pandemik virus corona, dia seperti halnya Donald Trump, terlalu meremehkan virus tersebut dan kini strategi penanganan wabah yang melanda Brasil banyak mendapatkan kritikan keras. Popularitas Bolsonaro dalam beberapa bulan terakhir jatuh terjerembab.

Bolsonaro adalah seorang pensiunan perwira militer yang menjabat sebagai Presiden Brasil ke-38 sejak 1 Januari 2019. Selama masa kampanyenya pada tahun 2018, ia sempat mengalami penikaman yang membuatnya harus menjalani operasi.

Antonio Luiz Macedo, ahli bedah yang menangani cegukan Bolsonaro saat ini, adalah orang yang bertanggung jawab atas prosedur pengobatan operasi penikaman tersebut.

Melansir laman Al Jazeera, salah satu legislator Brasil pro-Bolsonaro yang bernama Bia Kicis mengunggah pernyataan di media sosial bahwa sakit yang diderita presiden saat ini adalah "konsekuensi dari penusukan 2018."

Pada tahun 2019, Jair Bolsonaro pernah melakukan operasi mengeluarkan kantong kolostomi yang dipasang setelah dia ditikam empat bulan sebelumnya.

Ketika pada awal pandemik virus corona dan Bolsonaro adalah salah satu pemimpin dunia yang meremehkan virus tersebut, ia kemudian juga terinfeksi COVID-19 dan membuatnya harus isolasi serta menjalani perawatan medis.

Baca Juga: Sinovac Minta Bolsonaro Agar Hentikan Kritik pada China

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya