Comscore Tracker

Citra Satelit Tunjukkan Korea Utara Perluas Fasilitas Nuklir

Fasilitas dapat membuat Korut produksi senjata nuklir

Jakarta, IDN Times - Fasilitas nuklir yang ada di Yongbyon, Korea Utara (Korut), dikabarkan telah mengalami perluasan. Laporan tersebut dikabarkan setelah ditunjukkan oleh sebuah citra satelit yang berhasil mendeteksi dan mengambil garmbarnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, Korea Utara (Korut) telah melakukan serangkaian uji rudal balistik baru yang telah meningkatkan ketegangan dengan Korea Selatan (Korsel). Uji rudal balistik itu juga beriringan dengan uji rudal balistik kapal selam yang telah dilakukan oleh Seoul.

1. Perluasan fasilitas nuklir Korut dapat memungkinkannya membuat senjata

Perusahaan Maxar yang bergerak dibidang pencitraan dari satelit telah mengambil gambar yang menunjukkan adanya perluasan di kompleks Fasilitas Penelitian Nuklir Korea Utara, yang terletak di Yongbyon.

Menurut Jeffrey Lewis, ahli senjata dan profesor di Middlebury Institute of International Studies mengatakan kepada CNN, bahwa perubahan di fasilitas tersebut memungkinkan Korut meningkatkan produksi bahan nuklir tingkat senjata yakni sebanyak 25 persen.

Dalam penjelasannya, Lewis mengatakan "area baru itu kira-kira 1.000 meter persegi, cukup ruang untuk menampung 1.000 sentrifugal tambahan. Penambahan 1.000 sentrifugal baru akan meningkatkan kapasitas pabrik untuk menghasilkan uranium yang diperkaya tinggi sebesar 25 persen."

Keterangan lain yang didapat dari pejabat AS, mereka telah mengetahui aktivitas di pabrik pengayaan uranium Yongbyon dan mengakui perkembangan tersebut dapat menandai rencana untuk meningkatkan produksi bahan nuklir ke tingkat senjata.

2. Perluasan fasilitas nuklir dari citra satelit dilakukan pada bulan September

Baca Juga: Korea Selatan, Jepang, dan AS Akan Kumpul Bahas Nuklir Korea Utara

Pemimpin Korut, Kim Jong Un, telah memberikan ancaman akan meningkatkan persenjataan nuklirnya untuk memperoleh senjata yang lebih canggih kecuali AS menghentikan permusuhan dengan negaranya.

Dalam uji coba rudal jarak jauh terbaru yang ditembakkan ke laut, para pengamat mengatakan bahwa senjata itu dapat diberi muatan dengan hulu ledak nuklir.

Fasilitas utama penelitian dan pengembangan nuklir Korut terletak di kompleks Yongbyon. Tempat itu dinilai sebagai "jantung" pengembangan nuklir.

Menurut Associated Press, Kim Jong Un pernah menawarkan akan membongkar seluruh kompleks jika diberi keringanan sanksi dari AS ketika bertemu dengan mantan Presiden Donald Trump pada awal tahun 2019 lalu. Tapi AS saat itu menolak proposal yang ditawarkan oleh Kim.

Dalam pengamatan citra satelit dari Maxar, pada 1 September dilaporkan Korut telah menebang pepohonan untuk menyiapkan lahan konstruksi. Gambar dari citra satelit pada tanggal 14 September, dinding di lahan itu diketahui telah didirikan untuk menutupi area, mengerjakan fondasi dan melepas panel sisi bangunan pengayaan bahan nuklir untuk memberi akses ke area baru yang tertutup.

3. Korut butuh plutonium dan uranium tingkat senjata untuk mewujudkan tugas percepatan pertahanan nasional Kim Jong Un

Menurut Bloomberg Quint yang mendapatkan informasi dari IAEA (Badan Energi Atom Internasional), peningkatan fasilitas pengayaan uranium Korut di Yongbyon telah dioperasikan untuk pertama kalinya dalam sekitar tiga tahun.

Menurut para analisis, tindakan itu dilakukan oleh Kim Jong Un yang berarti, dalam waktu dekat pemimpin Korut itu tidak berniat ke meja perundingan dengan Presiden AS Joe Biden untuk melakukan pembicaraan.

Jeffrey Lewis dalam analisisnya di Arms Control Wonk menjelaskan bahwa sejak Januari tahun 2021 ini, Kim telah menguraikan rencana inti dan tugas strategis yang penting dalam pengembangan dan upaya memperkuat industri pertahanan nasional Korut dengan cepat.

Dua tugas utama dalam pertahanan nasional itu adalah "membuat senjata nuklir yang lebih kecil dan lebih ringan untuk penggunaan taktis" dan terus "mendorong produksi hulu ledak nuklir berkekuatan super."

Untuk melancarkan dua tugas utama itu, maka Korut dimungkinkan membutuhkan jumlah plutonium dan uranium tingkat senjata untuk memproduksinya.

Baca Juga: Korea Utara Sukses Uji Rudal Jarak Jauh Jenis Baru

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya