Comscore Tracker

Demonstrasi, Warga Brasil Tuntut Bolsonaro Dimakzulkan

Warga Brasil menuntut pemakzulan Presiden Bolsonaro

Brasilia, IDN Times - Pada hari Sabtu (29/5), puluhan ribu warga Brasil di 16 kota besar dan ratusan kota kecil seluruh negeri melakukan demonstrasi. Mereka berbaris sepanjang jalan menuntut agar Presiden Bolzonaro dimakzulkan.

Demonstrasi besar yang diikuti oleh puluhan ribu peserta itu adalah protes warga Brasil terhadap penanganan wabah virus corona yang terjadi di negara tersebut. Presiden Bolsonaro yang sejak awal menyepelekan virus corona, telah mengecewakan rakyat karena penanganan terhadap wabah dianggap buruk.

Saat ini Brasil memiliki jumlah korban meninggal 461.142 orang karena infeksi virus corona. Itu adalah jumlah terbanyak kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Jumlah penduduk Brasil yang terinfeksi virus corona saat ini mencapai 16.471.600 orang, terbanyak ketiga setelah Amerika Serikat dan India. 

1. Rakyat Brasil menganggap Bolsonaro melakukan genosida

https://www.youtube.com/embed/YaaGK41KhsE

Demonstrasi yang digelar pada hari Sabtu (29/5) di ratusan kota besar dan kecil di Brasil itu adalah dampak dari buruknya penanganan wabah virus corona. Warga Brasil kecewa atas tindakan penanganan wabah virus yang dianggap buruk oleh pemerintahan Bolsonaro melakukan protes besar.

Melansir dari laman The Guardian, Silvia de Mendonca, aktivis dari Brazil’s Unified Black Movement mengatakan "hari ini adalah tonggak penting dalam pertempuran untuk mengalahkan pemerintahan genosida Bolsonaro."

Mendonca memimpin demonstrasi warga Brasil dari beberapa titik di pusat kota Rio yang kumuh.

Osvaldo Bazani da Silva yang telah kehilangan adiknya karena infeksi virus corona mengatakan "kami tidak bisa kehilangan nyawa Brasil lagi. Kami harus turun ke jalan setiap hari sampai pemerintahan ini jatuh."

Brasil adalah salah satu negara dengan korban infeksi virus corona terbanyak di dunia. Presiden Bolsonaro meremehkan virus tersebut dan menganggapnya seperti "virus flu" biasa. Kini dengan kematian penduduk yang hampir setengah juta orang, warga Brasil menganggap pemerintahan Bolsonaro telah melakukan genosida terhadap rakyat.

2. Demonstrasi warga Brasil menuntut pemakzulan Presiden Bolsonaro

Baca Juga: Bolsonaro Dijatuhi Denda oleh Gubernur Maranhao

Demonstrasi yang digelar oleh puluhan ribu peserta di Brasil itu sebagian besar belangsung dengan damai khususnya yang ada di ibukota Brasilia dan Rio de Janeiro. Namun di beberapa kota di timur laut Brasil, polisi sempat menembakkan gas air mata dan peluru karet.

Selama pandemik virus corona, dukungan rakyat untuk Bolsonaro anjlok secara drastis. Banyak rakyat yang tadinya memilih Bolsonaro sebagai presiden, saat ini kecewa.

Melansir dari kantor berita Reuters, dari peserta yang melakukan demonstrasi, ada yang menuntut agar Bolsonaro dimakzulkan. Mereka berbaris di depan gedung Kongres dan meminta anggota parlemen melakukan pemakzulan. Itu karena didasarkan pada buruknya penanganan wabah virus corona yang menyerang negara tersebut.

Oleh laman The Guardian, saat ini sebanyak 57 persen populasi Brazil mendukung pemakzulan Presiden Jair Bolsonaro.

Demonstrasi itu digelar oleh lintas kelompok termasuk dari koordinasi kelompok sayap kiri, serikat pekerja dan kelompok asosiasi mahasiswa.

Di Sao Paulo, kota terbesar Brasil, ribuan orang memakai masker sampil membawa sebuah balon besar yang menggambarkan Bolsonaro sebagai vampir.

3. Rakyat Brasil menuntut agar dicukupinya pasokan vaksin

Demonstrasi, Warga Brasil Tuntut Bolsonaro DimakzulkanIlustrasi vaksin. (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Selain dianggap memberikan pelayanan yang buruk dalam menanggapi wabah virus corona, Bolsonaro juga dianggap lamban dalam kampanye vaksinasi terhadap warga Brasil. 

Institut Butantan Brasil yang bergengsi mengatakan kepada komite Senat pada hari Kamis (28/5) bahwa Presiden Bolsonaro menunda dimulainya program vaksinasi. Melansir dari laman BBC, Butantan telah menawarkan vaksin CoronaVac 100 juta dosis pada Agustus tahun lalu, vaksin yang diproduksi dan mendapatkan lisensi dari Sinovac, Tiongkok.

Akan tetapi sehari setelah tawaran itu, Bolsonaro justru menolak dan bersumpah bahwa pemerintahannya tidak akan membeli vaksin dari Tiongkok. 

Menurut Dr. Dimas Covas dari Institut Butantan, jika Bolsonaro sepakat maka institut akan mampu memberikan 100 juta dosis pada 30 Maret tahun ini. Namun karena ditolak, saat ini baru 46 juta dosis vaksin yang diperoleh Brasil.

Dari jumlah tersebut, hanya sebanyak 10 persen dari populasi orang dewasa yang telah menerima dua dosis yang dibutuhkan.

Carlo Murillo, eksekutif Pfizer untuk Amerika Latin, mengatakan kepada Senat juga sudah menawarkan produksi vaksin kepada Bolsonaro. Namun tawaran itu tak ditanggapi oleh pemerintahan Bolsonaro.

Monica Yanakiew dari Al Jazeera yang melaporkan dari Rio de Janeiro mengatakan bahwa para peserta yang melakukan demonstrasi berteriak dan menuntut banyak hal. Namun sebagian besar tuntutan demonstran adalah "mereka meminta lebih banyak vaksin untuk kesehatan masyarakat dan pendidikan publik."

Baca Juga: Lecehkan Jurnalis, Bolsonaro Diminta Bayar Kompensasi

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya