Comscore Tracker

Dua Jurnalis Spanyol Tewas di Burkina Faso

Mereka disergap oleh kelompok jihadis

Ouagadougou, IDN Times - Sebuah kabar pilu diterima oleh Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pada hari Selasa (27/4). Pemerintah Burkina Faso yang mengirimkan kabar dan memberitahu bahwa dua warga Spanyol tewas di negara Afrika tersebut.

Perdana Menteri kemudian mengkonfirmasi kematian dua warganya yang bekerja sebagai jurnalis. Melalui unggahan di akun media sosialnya, ia menyebutkan nama dua orang itu adalah David Beriain dan Roberto Fraile.

Burkina Faso melaporkan ada empat orang yang hilang dalam sebuah penyergapan ketika satgas satwa liar melakukan patroli. Tiga di antaranya adalah orang asing yang terdiri dari dua warga Spanyol dan satu lagi warga Irlandia Utara. Satu orang lagi warga Burkinabe masih hilang.

1. Jurnalis Spanyol sedang membuat film dokumenter

David Beriain dan Roberto Fraile, dua jurnalis Spanyol yang tewas di Burkina Faso, menurut kantor berita Reuters, sedang menjalankan proyek pembuatan film dokumenter. Mereka, bersama dengan para penjaga, sedang menuju cagar alam Pama yang luas.

Namun ketika sedang bekerja di hutan taman nasional, mereka disergap oleh kelompok bersenjata. Satgas satwa liar yang bersama mereka telah mencoba melindungi dengan terlibat baku tembak. Saat baku tembak itu terjadi, karena kalah jumlah, pasukan keamanan tidak menyadari bahwa orang asing yang ada di rombongan mereka telah diculik. Peristiwa itu terjadi pada hari Senin, 26 April 2021.

Satgas satwa liar adalah gabungan dari pasukan militer, polisi dan polisi hutan. Mereka baru menjalani pelatihan dan baru memulai operasi di kawasan konservasi. Dua personel  mengalami luka tembak di kaki dan tangan dan harus di amputasi. Sedangkan satu personel lainnya masih belum ditemukan.

Burkina Faso, seperti sebagian besar negara yang berada di wilayah Sahel, menghadapi kelompok ekstrimis yang berafiliasi dengan Al-Qaeda dan ISIS. Kelompok tersebut secara berkala melakukan serangan terhadap tentara dan warga sipil.

2. Rombongan memasuki wilayah yang berbahaya

Baca Juga: Bantu Perawatan Pemimpin Polisario, Maroko Kecam Spanyol

Warga Irlandia yang juga menjadi satu dari tiga orang asing yang tewas, adalah pelatih dari dua jurnalis Spanyol tersebut. Mereka sedang membuat film dokumenter tentang bagaimana otoritas Burkina Faso menangani perburuan, dan bagaimana pemerintah memberdayakan komunitas penduduk yang tinggal di cagar alam.

Mereka melakukan perjalanan bersama dengan rombongan gabungan pasukan yang bertugas dan memasuki wilayah yang berbahaya. Melansir dari laman El Pais, Arancha Gonzalez Laya, Menteri Luar Negeri Spanyol dalam konferensi pers di Madrid mengatakan "itu adalah daerah berbahaya tempat teroris, bandit, dan jihadis biasanya beroperasi."

Rombongan jurnalis dan para penjaga sedang melakukan liputan dengan menerbangkan drone untuk merekam tempat tersebut yang bernama Taman Nasional Arly. Tapi tak berapa lama, kelompok bersenjata dengan dua truk dan lusinan sepeda motor datang menyergap, membuat rombongan jurnalis bubar dan berantakan. Baku tembak pun terjadi.

Satu jurnalis asing berhasil selamat dengan beberapa personel satgas lainnya sedangkan tiga orang asing, dua warga Spanyol dan satu dari Irlandia, hilang. Satu orang tentara lokal hingga kini nasibnya belum diketahui. Awalnya mereka dilaporkan diculik.

Fraile, salah satu jurnalis Spanyol yang tewas, telah meliput beberapa konflik sebagai juru kamera lepas. Dia juga pernah meliput konflik di Suriah dan pernah terluka oleh proyektil peluru di panggulnya pada tahun 2012. Dia bisa selamat saat itu.

3. Kelompok jihadis mengaku bertanggung jawab atas serangan

Pemerintah Irlandia telah mengonfirmasi bahwa salah satu warganya adalah korban dalam penyergapan yang terjadi di Burkina Faso. Warga Irlandia itu bersama dengan rombongan jurnalis, telah melakukan perjalanan menembus hutan dengan satgas satwa liar selama kurang lebih satu minggu. Namun mereka disergap oleh kelompok bersenjata.

Melansir dari laman Associated Press, Jamaah Nusrat ul-Islam wa al-Muslimin (JNIM) yang terkait dengan al-Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas penyergapan tersebut. "Kami membunuh tiga orang kulit putih. Kami juga mendapat dua kendaraan bersenjata, dan 12 sepeda motor," kata sebuah pesan audio yang diterima oleh Associated Press.

Jihadis yang telah beroperasi di Burkina Faso, baik itu yang berafiliasi dengan al-Qaeda atau ISIS, telah membuat banyak penduduk setempat mengungsi. Ribuan warga sipil juga telah menjadi sasaran selama konflik berlangsung. Mereka juga menculik warga negara asing untuk meminta tebusan.

Heni Nsaibia, salah satu peneliti konflik bersenjata setempat mengatakan bahwa "warga negara asing adalah target yang lebih disukai untuk digunakan sebagai alat tawar-menawar dengan imbalan tebusan," jelasnya.

Baca Juga: Roch Kabore Unggul Telak dalam Pemilihan Presiden Burkina Faso

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya