Comscore Tracker

Ethiopia Usir Empat Diplomat Irlandia dari Addis Ababa

Menlu Irlandia sesali keputusan otoritas Ethiopia

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Irlandia mengatakan bahwa empat dari enam diplomatnya yang berada di Kedutaan Besar (Kedubes) ibu kota Addis Ababa, Ethiopia, telah diperintahkan untuk meninggalkan negara tersebut dalam waktu satu minggu.

Tindakan itu, menurut Irlandia, adalah karena sikap para diplomat dalam memandang konflik yang terjadi saat ini antara pemerintah Ethiopia yang berperang dengan Tigrayan People's Liberation Front (TPLF), kekuatan politik utama regional Tigray.

1. Diplomat Irlandia berbeda pandangan dalam menyikapi konflik di Ethiopia

Irlandia adalah salah satu negara yang turut menandatangani pernyataan Dewan Keamanan PBB pada tanggal 5 November lalu. Dalam pernyataan tersebut, diserukan segera dilakukan gencatan senjata atas konflik mematikan di bagian utara Ethiopia.

Pemerintah Irlandia juga mengatakan mereka ikut menyerukan seruan Sekjen PBB, Antonio Guterres tentang perlunya akses kemanusiaan penuh, serta diakhirinya pertempuran dan dilakukan segera dialog politik.

Tidak diketahui apakah karena pandangan itulah yang membuat Ethiopia mengusir diplomat Irlandia. Namun, Menteri Luar Negeri Irlandia, Simon Coveney, menyesali keputusan yang dijatuhkan oleh pemerintah Ethiopia tersebut.

Menurut Al Jazeera, Coveney mengatakan "saya sangat menyesali keputusan pemerintah Ethiopia ini." Irlandia sendiri telah menjalin hubungan diplomatik dengan Addis Ababa sejak tahun 1994 lalu.

Sejauh ini belum ada komentar secara resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Ethiopia atas kabar tersebut.

2. Dua diplomat Irlandia masih bertahan di kantor Kedubes

Baca Juga: Irlandia Utara: Bus Dibajak dan Dibakar Orang Tak Dikenal

Dengan pengusiran empat diplomat Irlandia tersebut, saat ini hanya tersisa dua diplomat di Kedubes Irlandia yang terletak di Addis Ababa. Dua diplomat itu, satu adalah Duta Besar dan satu lagi adalah stafnya.

Dilansir dari Addis Standard, pihak berwenang Ethiopia menunjukkan bahwa keputusan memerintahkan diplomat Irlandia itu untuk pulang disebabkan oleh posisi negara tersebut secara internasional, yang mendukung seruan PBB agar konflik segera diakhiri dengan melakukan gencatan senjata serta dialog politik.

Menlu Irlandia, Coveney, mengatakan "Kedutaan Besar kami di Addis Abeba tetap buka, dengan tim yang terus melaksanakan tanggung jawab mereka, termasuk dalam kaitannya dengan organisasi internasional yang kami akreditasi, termasuk Uni Afrika dan IGAD.

Irlandia mendukung penuh peran Uni Afrika dalam mencari solusi damai atas konflik tersebut, termasuk melalui Utusan Khususnya, mantan Presiden Nigeria Olesegun Obasanjo. Kami berkomitmen untuk kedaulatan dan integritas teritorial Ethiopia."

Konflik Ethiopia dengan TPLF telah berlangsung selama satu tahun. Ribuan orang tewas dan jutaan penduduk sipil kehilangan tempat tinggal. Ratusan ribu orang terancam kelaparan dan puluhan ribu anak-anak mengalami kekurangan gizi.

Kedua belah pihak telah dituduh sama-sama melakukan serangkaian pelanggaran kemanusiaan, seperti pembunuhan warga sipil, ruda paksa massal terhadap perempuan dan pelanggaran lainnya.

3. Ethiopia adalah negara penerima bantuan terbesar Irlandia selama lima tahun terakhir

Hubungan diplomatik antara Ethiopia dengan Irlandia telah terjalin selama beberapa dekade. Keputusan pengusiran diplomat Irlandia itu disesali oleh Departemen Luar Negeri Irlandia.

Kerja sama antara Irlandia dan Ethiopia telah berlangsung lama. Bahkan Irlandia disebut turut memberi dukungan yang kuat kepada Ethiopia dalam berbagai bidang. Menurut Irish Central, Coveney juga mengatakan bahwa Ethiopia adalah penerima dana bantuan terbesar Irlandia dalam lima tahun.

"Bahwa Ethiopia telah menjadi penerima terbesar dana Irish Aid dalam lima tahun terakhir adalah demonstrasi komitmen mendalam Irlandia kepada negara tersebut," katanya.

Selain itu, Coveney juga berharap bahwa keputusan pemerintah Ethiopia bersifat sementara. Irlandia, juga tetap akan mempertahankan solidaritasnya dengan rakyat Ethiopia saat krisis kemanusiaan mulai memburuk.

Coveney juga menambahkan bahwa "dalam beberapa minggu mendatang, Irish Aid akan mengucurkan 16 juta euro (Rp256 miliar) kepada mitra kemanusiaan yang beroperasi di Ethiopia termasuk UN OCHA, UNICEF, UNFPA, dan Komite Penyelamatan Internasional."

Baca Juga: Inggris Minta Kesepakatan Protokol Baru soal Irlandia Utara

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya