Comscore Tracker

Filipina Borong Rudal Anti-Kapal dari India Senilai Rp5,3 T

Upaya mencegah kapal asing memasuki ZEE 

Jakarta, IDN Times - Filipina baru saja dikabarkan telah sepakat untuk membeli rudal anti-kapal dari India yang bakal dipasang untuk melindungi zona ekonomi eksklusif (ZEE) mereka. Filipina selama satu tahun terakhir terus berselisih dengan China di lautan. Beijing mengklaim sebagian besar wilayah Laut China Selatan.

Filipina telah berusaha memodernisasi peralatan keras militer mereka yang menua dan ketinggalan zaman. Ketegangan dengan China dalam masalah klaim batas teritori, membuat Filipina berusaha meningkatkan peralatan tempur tersebut.

Rudal yang akan diboyong oleh Filipina dari India adalah rudal BrahMos, rudal yang dibuat dari perusahaan patungan India-Rusia. Filipina bakal menjadi negara pertama yang menerima rudal pertahanan itu.

1. Upaya mencegah kapal asing memasuki ZEE

Filipina Borong Rudal Anti-Kapal dari India Senilai Rp5,3 TIlustrasi perlengkapan militer (Pixabay/LCharn)

Filipina telah beberapa kali berselisih dengan China soal batas teritori lautan. China mengklaim beberapa pulau tak berpenghuni milik Filipina seperti Kepulauan Spratly. Bahkan kabarnya Beijing telah membangun pangkalan militer di pulau tersebut.

Lebih dari itu, Filipina beberapa kali menuduh bahwa kapal China telah melanggar batas teritorinya. Filipina mengirim pasukan penjaga pantai dan jet tempur untuk mengusir penyusupan itu.

Tapi, dibandingkan dengan China, peralatan tempur milik Filipina terbilang jauh tertinggal. Karena itu, di tengah ketegangan tersebut negara kepulauan tetangga Indonesia itu kini memodernisasi peralatan tempurnya.

Salah satunya adalah membeli rudal anti-kapal produksi BrahMos dari India. Dilansir Reuters, sistem rudal anti-kapal yang baru bertujuan untuk mencegah kapal asing memasuki ZEE Filipina.

Pada Jumat malam (14/1/22), Menteri Pertahanan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan dalam unggahan media sosial bahwa perusahaan BrahMos akan mengirim tiga baterai rudal peluncur, operator kereta api, pengelolaan dan memberi dukungan logistik.

2. Bagian dari pertahanan teritorial

Baca Juga: Duterte Perintahkan Tangkap Warga Filipina yang Belum Divaksin COVID

Di level Asia Tenggara, kekuatan militer Filipina termasuk yang paling rendah. Menurut survei Global Fire Power pada 2021, Filipina berada diurutan ke tujuh dari sembilan negara. Menurut data tersebut, Indonesia adalah negara terkuat di Asia Tenggara.

Untuk meningkatkan kekuatan militernya, langkah Filipina yang terbaru adalah merampungkan kesepakatan pembelian rudal anti-kapal berbasis pantai dari India senilai hampir 375 juta dolar atau sekitar Rp5,3 triliun.

Pembelian itu termasuk dalam proyek lima tahun modernisasi perangkat keras militer Filipina senilai 5,85 miliar dolar atau sekitar Rp83,7 triliun.

Dilansir Economic Times, juru bicara Angkatan Bersenjata Filipina Kolonel Ramon Zagala mengatakan "itu bagian dari pertahanan teritorial kami. Anda dapat mencapai target dari jauh."

3. Analis mengatakan China tidak akan senang dengan kesepakatan Filipina-India

Filipina Borong Rudal Anti-Kapal dari India Senilai Rp5,3 Tilustrasi peluncuran rudal (Pixabay.com/SpaceX-Imagery)

Baik Filipina maupun India, dua negara itu telah berselisih dengan China dalam masalah perbatasan negara. China bersengketa dengan Filipina di lautan, sedangkan China bersengketa dengan India di perbatasan Ladakh, di lereng Himalaya.

India juga terus berusaha untuk menyaingi China dalam berbagai hal, termasuk dalam ekonomi dan militer. India adalah salah satu negara yang memiliki roket anti-satelit, yang hanya dimiliki oleh segelintir negara di dunia.

Kesepakatan sistem rudal anti-kapal antara India dan Filipina saat ini, menurut analis Asia Tenggara Derek Grossman, "China tidak akan senang!" katanya dikutip Radio Free Asia.

Dalam industri pengembangan dan kepemilikan rudal jelajah supersonik anti-kapal di Asia Tenggara, Indonesia dan Vietnam adalah yang pertama mengembangkannya. Kini dengan kesepakatan Filipina dengan India, maka Manila menjadi negara ketiga yang memilikinya.

Filipina adalah negara pertama yang membeli rudal anti-kapal buatan BrahMos India. India sendiri adalah pemain baru dalam penjualan sistem persenjataan rudal di Asia Tenggara. Wilayah ini sebelumnya didominasi oleh peralatan dari Barat atau Rusia.

Tapi dengan masuknya rudal BrahMos ke Filipina, maka bisa jadi solusi bagi negara berkembang dengan dana yang terbatas untuk memiliki rudal jelajah supersonik anti-kapal.

Menurut Missile Threat, rudal BrahMos India memiliki jangkauan 300-500 kilometer. Namun untuk versi ekspor memiliki jangkauan hanya sekitar 290 kilometer.

Collin Koh, seorang analisis Asia Tenggara lain menyebut bahwa langkah Filipina adalah sebuah lompatan. Katanya, "saya akan mengatakan ini lebih dari sebuah terobosan–ini praktis sebuah lompatan."

Baca Juga: Topan Rai di Filipina Tewaskan 375 Orang

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya