Comscore Tracker

Imbas Krisis Pangan, Milisi Tigray Bebaskan 4.208 Tawanan Perang

TPLF-pemerintah Ethiopia masih pada fase gencatan senjata

Jakarta, IDN Times - Pejuang Tigrayan People's Liberation Front (TPLF) di wilayah Tigray mengumumkan akan membebaskan 4.208 tawanan perang. Mereka adalah tentara federal Ethiopia yang ditangkap selama perang sejak 2020.

Dari jumlah tersebut, 401 tawanan perang adalah perempuan. Tentara Ethiopia yang cacat dan sakit menjadi prioritas untuk dibebaskan. Sebagian besar mereka tertangkap dalam pertempuran di luar wilayah Tigray.

Tentara federal Ethiopia dan sekutunya telah memerangi TPLF sejak November 2020. Pertempuran itu sampai sekarang belum berakhir, tapi telah disepakati beberapa gencatan senjata. Ribuan orang tewas dan jutaan lainnya terancam kelaparan akibat perang saudara itu.

1. Sebagian besar tawanan perang ditangkap di luar Tigray

Pada Jumat (20/5/2022), TPLF secara resmi mengumumkan pembebasan tawanan perang tentara federal Ethiopia. Keputusan itu terjadi di tengah meningkatnya perang kata-kata antara pejabat Ethiopia dan Tigray atas provokasi dan persiapan perang lain di negara tersebut.

Ada 4.208 tawanan perang yang dibebaskan dengan amnesti.

"Sebagian besar dari mereka ditangkap (dalam pertempuran) di luar wilayah Tigray, dan yang lainnya bergabung dalam pertempuran wajib militer paksa," kata Birhane Kebede, koordinator pusat tahanan TPLF, dikutip Al Jazeera.

Menurut seorang diplomat asing yang tidak menyebutkan namanya, keputusan pembebasan tawanan perang itu terjadi menyusul pembicaraan selama berminggu-minggu antara komandan militer kedua belah pihak.

Baca Juga: Pasukan Ethiopia Disebut Lakukan Pembersihan Etnis di Tigray

2. Tanda niat baik dan dugaan kekurangan pangan akut

Perang saudara TPLF-Ethiopia telah membuat wilayah Tigray diblokade, yang membuat jutaan orang terancam kelaparan. Perserikatan Bangsa-Bangsa sejak awal 2022 telah melakukan lobi agar bisa mengalirkan bantuan.

Bulan lalu, blokade itu mulai dilonggarkan Ethiopia dan ratusan truk yang membawa pasokan makanan dan obat-obatan dari PBB bisa memasuki Tigray.

"Pembebasan (tawanan perang) ini mungkin merupakan tanda niat baik dan juga kekurangan pangan akut di Tigray," kata William Davison, Analis Senior Kelompok Krisis Internasional untuk Ethiopia, dilansir Associated Press.

"Sekarang bantuan mengalir ke wilayah (Tigray) telah meningkat di tengah jeda berkepanjangan dalam pertempuran skala besar. Pemerintah federal harus memulihkan layanan vital seperti perbankan dan memajukan proses perdamaian, dengan membuka pembicaraan tentang gencatan senjata permanen dengan para pemimpin Tigray," tambahnya.

3. Ethiopia tangkap jenderal, jurnalis, dan milisi

Imbas Krisis Pangan, Milisi Tigray Bebaskan 4.208 Tawanan PerangPM Ethiopia, Abiy Ahmed. (Twitter.com/Abiy Ahmed Ali)

Pemerintah Ethiopia juga dikabarkan menangkapi jenderal, jurnalis, dan milisi di wilayah Amhara. Sebagian wilayah Amhara tersebut telah menjadi front pertempuran antara TPLF dan Ethiopia.

Dilansir Reuters, jenderal yang ditangkap bernama Tefera Mamo. Dia memimpin pasukan Amhara melawan TPLF sampai Februari tapi dipindahkan tanpa penjelasan. Kini Mamo ditangkap tanpa ada rincian alasan.

Pekan lalu, Mamo dalam sebuah wawancara mengkritik strategi Perdana Menteri Abiy Ahmed melawan TPLF. Dia juga menuduh anggota pasukan Amhara dari partai penguasa dimotivasi oleh uang.

Istri Mamo, Menen Haile, mengatakan suaminya telah ditangkap selama 10 hari.

"Polisi mengatakan mereka mencurigai dia bekerja secara paksa membongkar tatanan konstitusional," kata Haile.

Milisi Amhara yang telah membantu Ethiopia melawan TPLF, beberapa di antaranya juga ditangkap setelah bentrok dengan tentara. Selain itu, sembilan anggota oposisi dan lima wartawan lokal juga ditangkap karena kerap memberitakan milisi tersebut.

Baca Juga: PBB: 40 persen Penduduk Tigray di Ethiopia Kelaparan

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya