Comscore Tracker

Jeff Bezos Sukses ke Luar Angkasa dengan New Shepard

Cetak sejarah dengan bawa orang tertua dan termuda

Washington DC, IDN Times - Manusia terkaya di dunia, Jeff Bezos, pada hari Selasa (29/7) sukses melakukan penerbangan luar angkasa dengan kapsul New Shepard yang dibuat oleh perusahaan Blue Origin, sebuah perusahaan yang ia dirikan pada tahun 2000 lalu. Ia bersama dengan tiga orang lainnya berada luar angkasa selama 10 menit lebih 10 detik.

Kesuksesan itu membuat industri wisata luar angkasa menjadi semakin nyata. Ini karena, Richard Branson yang mendirikan Virgin Galactic juga telah mencapai kesuksesan menuju luar angkasa pekan lalu dengan pesawat VSS Unity miliknya.

Elon Musk, punggawa SpaceX yang terkenal dengan gagasan menciptakan koloni di Mars, mengucapkan selamat kepada kru Blue Origin, sebelum roket yang membawa Bezos terbang dari lokasi peluncuran Van Horn, Texas, dengan kecepatan sekitar 3.595 kilometer per jam menembus langit.

1. Peringatan 52 tahun manusia berjalan di bulan

Pada 20 Juli 1969, dua astronaut Amerika Serikat yang bernama Neil Armstrong dan Edwin "Buzz" Aldrin menjadi manusia pertama yang berjalan di bulan. Untuk memperingati 52 tahun catatan sejarah tersebut, Blue Origin menerbangkan New Shepard yang didalamnya berisi empat orang yakni Jeff Bezos, Mark Bezos, Wally Funk dan Oliver Daemen.

Melansir kantor berita Reuters, penerbangan luar angkasa Blue Origin kali ini adalah penerbangan awak pertama dan kembali mendarat dengan sukses. Ketika New Shepard berhasil kembali ke bumi dan mendarat dengan cantik, Bezos bersama kru keluar dari kapsul tersebut dan mengatakan "hari terbaik yang pernah ada."

Keberhasilan Blue Origin semakin membuka peluang nyata industri pariwisata luar angkasa yang masih baru. Pariwisata tersebut disediakan untuk orang-orang super kaya yang ingin melihat bumi dari sudut pandang berbeda, yang biasanya hanya bisa dilakukan oleh para astronaut.

Bank UBS Swiss memperkirakan, industri pariwisata luar angkasa ini ke depannya, akan bernilai 3 miliar dollar AS atau setara Rp43,6 triliun per tahun dalam satu dekade. Ini akan menjadi gaya hidup baru bagi orang-orang kelas atas, yang ingin melihat bumi dalam beberapa menit dengan membayar miliaran rupiah.

2. Blue Origin catatkan sejarah membawa manusia tertua dan termuda ke luar angkasa

Baca Juga: Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya Pertama yang Mencapai Ruang Angkasa

Teknologi luar angkasa adalah salah satu teknologi tingkat tinggi saat ini, yang dikembangkan dengan biaya yang sangat mahal. Selama puluhan tahun teknologi tersebut dimonopoli oleh beberapa negara saja.

Tapi dalam dua dekade terakhir, perusahaan swasta lahir untuk mengembangkan teknologi tersebut. Mereka berlomba mewujudkan mimpi mencapai luar angkasa, dan bahkan bisa mengeruk keuntungan dari perusahaan yang mereka ciptakan. Saat ini, tiga perusahaan penerbangan luar angkasa swasta yang terlihat mencolok adalah SpaceX, Blue Origin dan Virgin Galactic.

Blue Origin dibangun oleh Jeff Bezos untuk mewujudkan mimpi masa kecilnya. Dalam penerbangan perdana New Shepard, Bezos bersama saudaranya yang bernama dengan Mark Bezos, ditemani dua orang lagi yakni Wally Funk dan Oliver Daemen.

Melansir Space, Mark Bezos yang bekerja sebagai pemodal ventura dan petugas pemadam kebakaran sukarela mengatakan "saya jatuh cinta dengan luar angkasa, janjinya, petualangannya. Saya sangat senang bisa berada di sana, dan mewakili ibu dan ayah saya dan saudara perempuan kami Christina, dan mendukung Jeff. Menyadari mimpi seumur hidup ini, ini benar-benar kehormatan," jelasnya.

Selain Mark, dua orang yang dibawa New Shepard adalah pemecah rekor yang menjadi sejarah. Wally Funk adalah perempuan berusia 82 tahun. Ia bergabung dengan korps astronaut NASA pada tahun 1960an untuk penerbangan Mercury 13.

Namun faktanya, Funk tidak pernah dipilih karena persoalan jenis kelamin dan karena kurangnya pengalaman militer. Kini, bergabung dengan Jeff Bezos, ia mewujudkan apa yang pernah ingin dillakukannya dahulu kala.

Selain membawa manusia tertua ke luar angkasa, New Shepard juga membawa orang paling muda ke luar angkasa. Dia adalah seorang siswa sekolah menengah dari Belanda yang bernama Oliver Daemen, 18 tahun, putra seorang miliarder Belanda.

Daemen adalah pengganti dari pemenang lelang yang berhasil menawar 28 juta dollar AS atau setara Rp407,4 miliar untuk kursi di penerbangan pertama, tapi tidak dapat terbang karena persoalan jadwal. Sebagai penawar runner-up, Daemen bergabung dalam penerbangan pertama kali ini.

Ayah Daemen yang ikut hadir dalam peluncuran New Shepard, mengatakan menyetujui harga yang lebih rendah yang dirahasiakan ketika Blue Origin menawari putranya kursi yang kosong tersebut.

3. Bukan hanya astronaut, siapa saja bisa ke luar angkasa

Sejak teknologi satelit luar angkasa Sputnik milik Soviet pertama diluncurkan pada 4 Oktober 1957, upaya membuat pesawat yang lebih besar untuk bisa membawa manusia terus dikembangkan. Soviet dan Amerika Serikat bahkan bersaing dan berlomba dalam teknologi luar angkasa tersebut.

Sampai saat ini, baru ada 570 manusia yang sudah sampai di luar angkasa. Sebelum New Shepard naik menembus langit, yang termuda adalah kosmonot Soviet berusia 25 tahun bernama Gherman Titov dan yang tertua di usia 77 tahun adalah astronot John Glenn.

Kini sejarah harus ditulis ulang karena Bezos telah mengubahnya. Orang-orang seperti Jeff Bezos, Richard Branson dan Elon Musk ingin mempercepat untuk menambah jumlah manusia yang bisa mencapai luar angkasa secara signifikan dengan perusahaan yang mereka dirikan.

Melansir laman Associated Press, Jordan Bimm, seorang sejarawan luar angkasa Universitas Chicago mengatakan variasi penumpang yang dibawa oleh Bezos itu benar-benar luar biasa.

“Itu tidak terpikirkan! Ini menunjukkan seberapa besar gagasan tentang siapa dan untuk apa ruang telah berubah dalam 60 tahun terakhir," kata Bimm sambil membandingkan bahwa variasi penumpang seperti itu tidak mungkin dilakukan oleh NASA puluhan tahun silam.

New Shepard didorong oleh roket booster BE-3 dan selama dua menit kemudian kapsul New Shepard dilepaskan. Roket BE-3 kemudian mendarat kembali ke bumi. New Shepard melanjutkan perjalanan menuju tepi luar angkasa, yang ketinggiannya mencapai 106 kilometer dari permukaan bumi.

Kapsul New Shepard seutuhnya dikendalikan oleh komputer dan tidak ada pilot di dalamnya. Tidak ada staf astronaut terlatuih di dalam kapsul New Shepard atau personel Blue Origin terlatih lainnya. Setelah 10 menit 10 detik, kapsul kemudian kembali ke bumi dengan pendorong retro untuk pendaratan lunak serta dibantu dengan parasut.

Baca Juga: Jeff Bezos Jadi Orang Terkaya Pertama yang Mencapai Ruang Angkasa

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya