Comscore Tracker

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZeneca

Penangguhan terkait isu efek samping pembekuan darah

Berlin, IDN Times - Isu efek samping pembekuan darah setelah mendapatkan suntikan vaksin virus corona produksi AstraZeneca belum berakhir. Isu tersebut justru semakin menimbulkan efek domino dan membuat banyak negara menangguhkan suntikan vaksin.

Sebelumnya, Jerman sempat tetap yakin dan percaya dengan AstraZeneca ketika negara-negara Eropa melakukan penangguhan suntikan vaksin. Namun kini pemerintah Jerman secara resmi mengumumkan untuk mengikuti jejak negara-negara Eropa lainnya.

Melansir dari laman CNN, Menteri Kesehatan Jerman yang bernama Jens Spahn pada hari Senin (15/3) mengatakan itu "dengan hati-hati" menghentikan vaksinasi dengan vaksin AstraZeneca menyusul langkah serupa yang dilakukan oleh negara-negara Eropa lainnya.

1. Keputusan profesional bukan politik

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaJens Spahn. (Instagram.com/jensspahn)

Badan Kesehatan Dunia atau WHO pada hari Jumat (12/3) mengatakan bahwa tidak ada hubungan antara suntikan vaksin AstraZeneca dengan pembekuan darah. Mereka mengatakan tidak ada bukti statistik yang secara jelas mendukung efek samping yang ditimbulkan.

Jerman sebelumnya juga membela AstraZeneca dan menjelaskan bahwa vaksin tersebut belum terbukti secara jelas memiliki efeks samping pembekuan darah. Akan tetapi dalam perkembangannya, Jerman akhirnya mengikuti jejak negara-negara Eropa lainnya dalam menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca.

Melansir dari laman Deutsche Welle, Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan "keputusan itu profesional, bukan politik," mengikuti saran dari PEI (Paul Ehrlich Institut). Spahn mengatakan risiko penggumpalan darah dari suntikan AstraZeneca tergolong rendah, tapi tidak bisa dikesampingkan. 

"Hal terpenting untuk kepercayaan diri adalah transparansi," kata Spahn. Eropean Medicines Agency (EMA) mengatakan akan mengadakan konferensi khusus pada hari Kamis untuk menyimpulkan penilaiannya terhadap vaksin. 

2. Denmark

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaDenmark negara pertama di Eropa yang tangguhkan vaksin AstraZeneca. (pexels.com/Markus Winkler)

Denmark adalah negara pertama di Eropa yang menangguhkan penggunaan suntikan vaksin virus corona produksi AstraZeneca. Pemerintah Denmark melakukan langkah tersebut pada tanggal 11 Maret lalu. Penangguhan akan dilakukan selama 14 hari ke depan. Mereka melakukannya karena terdapat "tanda-tanda kemungkinan efek samping yang serius dalam bentuk pembekuan darah yang fatal" setelah satu orang Denmark meninggal setelah divaksin.

Baca Juga: Menteri Kesehatan Tunda Sementara Vaksinasi AstraZeneca di Indonesia

3. Norwegia

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaIlustrasi Norwegia. (unsplash.com/Max van den Oetelaar)

Norwegia mengikut Denmark menunda penggunaan vaksin AstraZeneca pada hari Kamis (11/3). Norwegia memilih untuk "menghentikan sementara" vaksinasi menyusul laporan kematian di Denmark. Menurut CNN, The Norwegian Institute of Public Health telah menjelaskan bahwa kasus yang mirip dengan Denmark telah terjadi tetapi "pada orang tua di mana sering juga terdapat penyakit lain yang mendasari."

4. Islandia

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaIlustrasi vaksin COVID-19. (Pexels.com/Maksim Goncharenok)

Dengan isu negara-negara tetangga tentang efek samping pembekuan darah setelah vaksinasi menggunakan vaksin AstraZeneca, Islandia ikut menunda penggunaannya. Menurut CNN, asisten kesehatan Islandia yang bernama Kjartan Njalsson mengatakan bahwa meskipun tidak ada laporan pasien yang mengalami pembekuan darah di negara itu, mereka menunggu saran dari EMA. “Saat ini kurangnya data yang menjadi perhatian kami,” tambahnya. 

5. Bulgaria

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaIlustrasi virus corona (pexels.com/CDC)

Pada hari Jumat (12/3), Bulgaria adalah negara selanjutnya yang memutuskan untuk menghentikan penggunaan vaksin AstraZeenca. Melansir dari laman Al Jazeera, Perdana Menteri Bulgaria Boyko Borissov mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penggunaan vaksin akan dihentikan "sampai semua keraguan dihilangkan dan selama para ahli tidak memberikan jaminan bahwa itu tidak menimbulkan risiko bagi masyarakat".

6. Republik Demokratik Kongo

Setelah kabar efek samping pembekuan darah yang membuat negara-negara Eropa menghentikan suntikan vaksin AstraZeneca, Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) ikut memutuskan untuk menangguhkan vaksin pada hari Jumat (12/3). Melansir dari kantor berita Reuters, juru bicara Kementrian Kesehatan mengatakan “kami dengar di Eropa ada beberapa negara yang menangguhkan vaksin. Kami akan memeriksa untuk mengetahui lebih banyak tentang masalah ini.”

RD Kongo mendapatkan 1,7 juta dosis vaksin AstraZeneca dari program COVAX WHO-PBB pada 2 Maret lalu, tapi negara tersebut belum melakukan program inokulasinya.

7. Irlandia

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaIlustrasi vaksin. (Pexels.com/Nataliya Vaitkevich)

Menyusul negara Eropa lainnya yang menangguhkan suntikan vaksin virus corona AstraZeneca adalah Irlandia pada hari Minggu (14/3). The National Immunisation Advisory Committee (NIAC) milik Irlandia berpendapat pentingnya penyelidikan semua potensi langka efek samping dari vaksin virus. Melansir dari Business Insider, mereka mengatakan "sangat penting bahwa semua potensi kejadian langka diselidiki secara ketat dan cepat sehingga kami dapat mendukung kepercayaan publik," tambahnya.

8. Belanda

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaVaksin AstraZeneca. (Twitter.com/Capital Moments)

Pada hari yang sama, yakni hari Minggu (14/3) Belanda mengikuti jejak Irlandia dalam menangguhkan vaksin COVID-19 produksi AstraZeneca. Menteri Kesehatan Belanda, Hugo de Jonge, melansir dari laman BBC, mengatakan "kami tidak bisa membiarkan keraguan tentang vaksin itu. Kami harus memastikan semuanya benar, jadi bijaksana untuk berhenti sejenak sekarang."

9. Indonesia

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaIndonesia jadi negara kedua di Asia Tengagra yang menangguhkan vaksin AstraZeneca setelah Thailand. Ilustrasi (pexels.com/Tom Fisk)

Pada hari Senin (15/3), jauh dari Eropa, Indonesia memutuskan untuk ikut menunda penggunaan suntikan vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca. Penundaan yang dilakukan oleh Indonesia hanya berselang enam hari setelah ia disetujui oleh pemerintah.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, menurut Kompas, mengatakan "sampai saat ini berita yang kami terima dari WHO mereka masih meneliti, kita juga terima dari MHRA itu BPOMnya UK, dan EMA itu European Medical Authority, mereka sekarang belum mengkonfirmasi apakah ini ada korelasinya karena vaksin atau tidak."

10. Prancis

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaPresiden Prancis Emanuel Macron. (twitter.com/Ertugrul Gazi Abanuzoglu)

Selain Indonesia, pada hari Senin (15/3) Presiden Prancis Emmanuel Macron mengatakan mereka menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca sampai keputusan definitif dari regulator kesehatan Eropa dikeluarkan. Melansir dari laman CNN, Macron mengatakan “kami memiliki satu prinsip: dipandu oleh sains dan otoritas kesehatan yang kompeten, dan melakukannya dalam pendekatan Eropa yang terkoordinasi,” ujarnya. 

11. Italia

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaItalia ikut serta menangguhkan vaksin AstraZeneca. Ilustrasi (pexels.com/Luis Quero)

Italia pada hari Senin (15/3) juga mengumumkan penangguhan suntikan vaksin virus corona produksi AstraZeneca. Otoritas setempat mengatakan bahwa langkah itu adalah "tindakan pencegahan" sampai EMA membuat keputusan apakah suntikan itu meningkatkan risiko pembekuan darah. Keputusan dilakukan sejalan dengan tindakan serupa yang diadopsi oleh negara-negara Eropa lainnya.

12. Spanyol

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaSpanyol menangguhkan vaksin AstraZeenca. Ilustrasi (unsplash.com/Alexander Awerin)

Carolina Darias, Menteri Kesehatan Spanyol juga mengumumkan pada hari Senin (15/3) bahwa Spanyol juga akan menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca setidaknya selama 15 hari. Negara tersebut juga khawatir tentang kemungkinan efek samping pembekuan darah yang ditimbulkan setelah suntikan vaksin. Mereka mengikuti jejak negara Eropa lainnya.

13. Thailand

Thailand adalah negara pertama di Asia yang memutuskan untuk menangguhkan suntikan vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca. Keputusan untuk menangguhkan vaksin dilakukan pada hari Jumat (12/3). Anutin Charnvirakul, Menteri Kesehatan Thailand menjelaskan bahwa penangguhan vaksin didasarkan pada data asing terkait potensi efek samping dan reaksi merugikan. Namun Thailand tidak menyinggung tentang kemungkinan efek samping pembekuan darah.

14. Austria

Jerman dan 13 Negara Lain Tangguhkan Vaksin AstraZenecaAustria tangguhkan vaksin batch vaksin AstraZeneca. Ilustrasi (pexels.com/Hrayr Movsisyan)

Jauh sebelum Denmark memutuskan secara resmi menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca, Austria telah melaporkan kematian dua warganya pada hari Minggu (7/3). Negara tersebut kemudian mengumumkan penangguhan penggunaan batch vaksin. Meski begitu, menurut Reuters, The Federal Office for Safety in Health Care (BASG) mengatakan “saat ini tidak ada bukti hubungan kausal dengan vaksinasi."

Austria kemudian menangguhkan batch tertentu dari suntikan vaksin AstraZeneca. Penangguhan batch tertentu dari vaksin tersebut juga dilakukan oleh negara Latvia, Lithuania, Estonia dan Luksemburg.

Baca Juga: Dihantam Isu Pembekuan Darah, Jerman Dukung AstraZeneca

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya