Comscore Tracker

Konflik di Ethiopia, Ratusan Penduduk Sipil Dibunuh Milisi Afar

Insiden memicu pemblokiran jalur utama Addis Ababa-Djibouti

Addis Ababa, IDN Times - Selama lebih dari delapan bulan terakhir, pemerintah Ethiopia terlibat konflik sengit dengan para pejuang dari regional Tigray di utara. Ribuan orang telah menjadi korban dan jutaan orang menjadi pengungsi.

Perdana Menteri Abiy Ahmed melancarkan operasi militer untuk menundukkan Tigray pada bulan November. Pasukannya berhasil merebut ibu kota Mekelle dan kota lain, tapi pejuang Tigrayan People's Liberation Front (TPLF) bangkit dan berhasil mengambil alih ibu kota setelah delapan bulan kemudian.

Kini konflik semakin memanas karena TPLF berusaha mengambil alih kota-kota dari militer federal Ethiopia. Bahkan TPLF telah membuka front pertempuran baru di wilayah timur Afar dan juga dikabarkan telah menguasai beberapa kota di sebelah barat yang masuk wilayah Amhara.

Di sisi lain, konflik yang berbeda terjadi di wilayah Somali-Ethiopia. Pemerintah lokal di wilayah Somali - Ethiopia mengatakan milisi dari wilayah Afar menyerang dan menjarah kota Gedamaytu.

Kota tersebut juga dikenal sebagai Gabraiisa dan ini menjadi gejolak terbaru dalam sengketa perbatasan lokal yang menambah ketegangan yang lebih luas di negara yang dipimpin oleh PM Abiy Ahmed.

1. Ratusan penduduk sipil dibunuh, lainnya mengungsi, dan kota hampir sepenuhnya di jarah

Konflik terbaru yang semakin memperkeruh persoalan Ethiopia terjadi pada Sabtu (24/7/2021) di daerah perbatasan sengketa antara Afar dengan Somali-Ethiopia di kota Gedamaytu. Al Jazeera melansirjuru bicara wilayah Somalia yang bernama Ali Bedel, mengatakan bahwa milisi Afar “membantai ratusan warga sipil.”

Ali Bedel juga menyampaikan bahwa banyak penduduk kota yang terluka dan lainnya mengungsi. Kota juga hampir sepenuhnya dijarah oleh para milisi Afar. Belum ada rincian yang pasti tentang jumlah korban baik yang tewas atau terluka. PBB juga menyebutkan ada pertempuran yang membuat ratusan orang terluka.

Ethiopia adalah salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar kedua di Afrika. Ada sekitar 117 juta penduduk yang terdiri dari berbagai etnis. Lima etnis dengan jumlah populasi terbesar adalah Oromo, Amhara, Somali, Tigray dan Sidama.

Dari beberapa etnis tersebut, mereka terbagi dalam beberapa negara bagian, sesuai dengan nama etnis mereka. Meski begitu, hal ini bukanlah patokan pasti karena jumlah penduduknya yang banyak, dapat tinggal di komunitas etnis lain. Namun, sebagian besar etnis terkonsentrasi sesuai dengan nama wilayah regionalnya.

Konflik pemerintah federal Ethiopia melawan etnis Tigray di bagian utara disebut juga melibatkan konflik etnis yang mematikan. Para pejuang Tigrayan juga sudah bertempur di front baru di daerah etnis Afar dan Amhara. Konflik antara milisi Afar dan Somali sejauh ini disebut sebagai konflik yang terpisah.

Baca Juga: Ekuador Cabut Status Kewarganegaraan Julian Assange

2. Jalan raya dan jalur kereta api diblokir oleh demonstran

Ethiopia menjadi salah satu negara penting di kawasan Tanduk Afrika. Beberapa negara tetangganya adalah Eritrea, Somalia, Somaliland, Kenya, Sudan, Sudan Selatan dan Djibouti. Luas wilayah Ethiopia lebih dari 1,1 juta kilometer persegi tapi tidak memiliki lautan. Negara tersebut mengandalkan pelabuhan Djibouti untuk mengirim dan mengantar barang-barangnya.

Itulah mengapa, sebanyak 95 persen pasokan perdagangannya melewati jalur jalan raya dan jalur kereta api yang menghubungkan antara pelabuhan di Djibouti menuju ibukota Addis Ababa. Jalur tersebut di antaranya melewati wilayah Somali dan Afar.

Ketika ratusan penduduk Somali dilaporkan dibantai oleh milisi Afar, para pemuda Somali melakukan demonstrasi pada hari Minggu (25/7) dan menutup serta memblokir jalur jalan raya dan kereta api tersebut. 

Kantor berita Reuters melaporkan, Presiden wilayah Somali yang bernama Mustafa Muhumed Omer mengatakan jalan dan kereta api telah diblokir oleh para pemuda setempat yang memprotes serangan terhadap kota Gedamaytu. Protes lain juga digelar di ibukota Jijiga, Somali.

Pemblokiran itu dikabarkan masih terus terjadi sampai hari Rabu (28/7). Pemerintah Afar sejauh ini belum memberikan komentar atas tuduhan bahwa milisi Afar melakukan serangan ke Somali. Informasi tentang dampak pemblokiran terhadap stok barang-barang di ibukota Addis Ababa sampai kali ini juga belum ada laporan yang rinci.

3. Musyawarah sebagai upaya untuk membuka koridor utama jalur transportasi

Konflik di Ethiopia, Ratusan Penduduk Sipil Dibunuh Milisi AfarMustafa Muhumed Omer, Presiden Region Somali-Ethiopia. (Twitter.com/Addis Standard)

Ethiopia tak memiliki laut dan jalur ke Djibouti adalah jalur utama denyut kehidupan perdagangan negara tersebut. Pengiriman logistik melalui udara tidak akan sebanyak dan sesering pengiriman logistik dari laut dan darat. Selain karena biaya yang lebih murah, kapasitas logistik yang dibawa oleh kapal-kapal peti kemas jelas jauh lebih banyak.

Namun pemblokiran jalur utama yang dilakukan oleh para pemuda di wilayah Somali, akan mengancam kehidupan ekonomi Ethiopia. Dengan 95 persen pasokan melewati jalur tersebut, maka hal itu akan berdampak buruk jika pemblokiran dilakukan berlarut-larut.

Nation Africa mengabarkan jalur kereta api mulai diblokir pada Selasa (27/7/2021) dan beberapa juga dirusak. Para demonstran Somali disebut telah bersumpah untuk mempertahankan blokade sampai pemerintah Ethiopia menangkap para penyerang dan properti yang dijarah dikembalikan.

Sejauh ini belum ada jawaban resmi dari Addis Ababa. Namun Presiden Somali, Mustafa Muhumed Omer, menurut Reuters, mengatakan "Kami sedang bekerja untuk membuka rel dan jalan Djibouti hari ini," katanya pada Rabu (28/7/2021). Dia dan pejabatnya akan "berdiskusi dengan pemuda dan masyarakat" yang melakukan pemblokiran.

Abiy Ahmed, seorang penerima hadiah nobel perdamaian, mulai menjabat sebagai pemimpin Ethiopia pada 2018. Namun sejak itu, pemerintahannya terus menghadapi konflik etnis yang sudah lama berlangsung. Ia telah mencoba menahan konflik antar etnis tersebut tapi aksi kekerasan tetap terjadi.

Namun konflik yang paling berdarah dan mematikan, tentu saja adalah operasi militer yang ia pimpin untuk menghadapi pejuang Tigrayan sejak November 2020. Abiy Ahmed disebut memobilisasi militer federal, termasuk bantuan pasukan dari wilayah-etnis Amhara, Afar, Somali dan lainnya untuk menggempur Tigray.

Pertempuran itu belum selesai dan hingga kini justru semakin memanas karena pasukan TPLF yang bangkit dari keterpurukan, telah mendapatkan kemajuan signifikan dalam mengambil beberapa kota yang sebelumnya dikendalikan oleh pasukan militer federal.

Baca Juga: Diminta Otoritas Tiongkok, Maroko Tangkap Aktivis Uighur

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Ernia Karina

Berita Terkini Lainnya