Comscore Tracker

Microsoft Dukung Media Eropa agar BigTech Bayar Penerbit Berita

Langkah tersebut meniru pemerintah Australia

London, IDN Times - Raksasa teknologi Microsoft bekerjasama dengan media penerbit berita di Uni Eropa (UE) untuk mendorong agar platform BigTech membayar berita. Langkah tersebut terdorong oleh pertempuran antara pemerintah Australia melawan Google dan Facebook.

Pada hari Senin (22/2), Microsoft menjalin kerja sama tersebut dengan empat grup industri berita besar di Uni Eropa. Mereka menjalin relasi untuk mencari solusi pembayaran dalam penggunaan konten berita dalam pasar daring yang dominan.

Langkah Microsoft tersebut sepertinya bertentangan dengan Google dan Facebook di Australia. Awalnya Google tidak mau membayar tapi kemudian memilih untuk membuat kesepakatan dengan para penerbit berita. Tapi Facebook hingga saat ini belum memutuskan. Platform media sosial itu justru telah melakukan pemblokiran terhadap laman berita karena menganggap undang-undang tidak adil.

1. Terinspirasi dari pemerintah Australia

Microsoft Dukung Media Eropa agar BigTech Bayar Penerbit BeritaIlustrasi Facebook. (Pexels.com/pixabay)

Pemerintah Australia merancang undang-undang kode media yang "memaksa" platform raksasa digital seperti Google dan Facebook membayar outlet penerbit berita. Langkah tersebut menjadi kabar hangat dalam kisruh antara BigTech dengan negara.

Akan tetapi apa yang dilakukan Australia telah membuat negara-negara lain tergerak. Kanada kabarnya juga akan meniru Australia untuk membuat BigTech membayar penerbit berita.

Melansir dari laman Associated Press, Microsoft kini mengambil langkah itu karena terinspirasi oleh pemerintah Australia. Mereka menjalin kerjasama dengan penerbit berita UE untuk memaksa platform teknologi berbagi pendapatan dengan perusahaan berita serta menyusun sistem arbitrase untuk menyelesaikan perselisihan mengenai harga yang adil untuk berita.

Facebook telah memblokir outlet berita dan melarang pengguna Australia mengunggah berita serta pranala dari portal berita pada minggu lalu. Keputusan Facebook mendapatkan reaksi yang keras dari publik dan pemerintah Australia. Hingga kini pembicaraan dan musyawarah antara pemerintah dan Facebook masih dalam proses dan belum menemui jalan keluar.

2. Langkah Microsoft disambut baik oleh penerbit Eropa

Microsoft Dukung Media Eropa agar BigTech Bayar Penerbit BeritaMicrosoft disambut baik oleh asosiasi media di Eropa. Ilustrasi (unsplash.com/Filip Mishevski)

Langkah yang dilakukan oleh Facebook dengan melakukan pemblokiran terhadap outlet berita dan melarang pengguna mengunggah berita di platformnya telah memicu perdebatan sejauh mana kekuatan dan kekuasaan jejaring media sosial. Namun menurut Komisioner pasar internal UE, Thierry Breton, yang dilakukan oleh Facebook adalah bumerang.

"Saya pikir sangat disesalkan bahwa sebuah platform mengambil keputusan seperti itu untuk memprotes hukum suatu negara," kata Breton.

Melansir dari laman CNN, kerjasama yang dilakukan oleh Microsoft dengan penerbit berita Eropa disambut baik. Christian Van Villo, ketua Dewan Penerbit Eropa dalam sebuah pernyataan mengatakan "Kami menyambut baik pengakuan Microsoft atas nilai yang dibawa konten kami ke bisnis inti mesin pencari dan jaringan sosial."

Negara-negara Uni Eropa dan Amerika Serikat juga mendapatkan tekanan serupa agar mengikuti langkah yang dilakukan pemerintah Australia. Pemerintah Kanada sudah bergerak dan rencananya akan memperkenalkan undang-undang seperti Australia dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Microsoft Suntik Dana Rp1,4 Triliun ke Bukalapak 

3. Desakan untuk mengendalikan raksasa teknologi AS

Microsoft Dukung Media Eropa agar BigTech Bayar Penerbit BeritaIlustrasi. (unsplash.com/Glenn Carrie)

Empat kelompok media yang diajak kerjasama Microsoft adalah Asosiasi Media Majalah Eropa, Asosiasi Penerbit Surat Kabar Eropa, Dewan Penerbit Eropa dan Media Berita Eropa. Raksasa Microsoft sudah berbagi pendapatan dengan media tersebut melalui produknya Microsoft News.

Melansir dari kantor berita Reuters, apa yang dilakukan oleh Microsoft dan asosiasi media Eropa adalah desakan agar regulator UE mewajibkan platform daring untuk mencari arbitrase (penyelesaian sengketa di luar hukum) dalam perselisihan tentang bagaimana berbagi pendapatan dengan penerbit berita.

Casper Klynge, Wakil Presiden Direktur Microsoft, menganggap bahwa penerbit memang memiliki hak dalam bertetangga dalam bisnis. Tapi mereka tidak memiliki kekuatan untuk menegosiasikan perjanjian yang adil dan seimbang dengan raksasa teknologi. Pertemuan antara Microsoft dan asosiasi media Eropa tersebut juga langkah penting untuk mendorong UE mampu mengendalikan raksasa teknologi Amerika Serikat.

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya