Comscore Tracker

Nigeria Klaim Tewaskan 70 Teroris ISIS, Banyak Pimpinan yang Mati

Pemimpin ISWAP diduga termasuk yang menjadi korban serangan 

Jakarta, IDN Times - Angkatan udara Nigeria pada Sabtu (16/4/2022) menjelaskan bahwa pihaknya telah menyingkirkan sekitar 70 teroris jaringan ISIS di bagian utara. Operasi itu dilakukan sejak tanggal 14 April 2022.

Nigeria telah berjuang memerangi ancaman kelompok militan jaringan ISIS di negaranya. Dulu kelompok itu disebut Boko Haram. Tapi, mereka terpecah dan kini yang dianggap berbahaya adalah kelompok Islamic State West Africa Province (ISWAP).

ISWAP mulai eksis sejak 2016. Mereka telah mengambil alih dominasi Boko Haram dan beroperasi di sekitar perbatasan antara Nigeria, Niger, dan Chad. Operasi serangan udara itu menjadi operasi multinasional karena juga melibatkan pasukan Niger.

1. Misi dimulai dengan pengintaian

Nigeria Klaim Tewaskan 70 Teroris ISIS, Banyak Pimpinan yang MatiIlustrasi teroris (IDN Times/Mardya Shakti)

Dalam 12 tahun terakhir, kelompok militan bersenjata di Nigeria telah memberikan ancaman mematikan untuk negara tersebut. Lebih dari 40 ribu orang tewas karena serangan mereka. Jutaan orang juga telah kehilangan rumah dan mengungsi.

Kelompok militan bersenjata Nigeria memiliki afiliasi dengan ISIS dan Al-Qaeda. Kelompok itu terpecah menjadi dua, Boko Haram dan ISWAP. Wilayah operasi mereka berada di Daerah Danau Chad, sebuah daerah perbatasan Nigeria, Niger dan Chad.

Dikutip dari Al Jazeera, angkatan udara Nigeria telah melakukan pengintaian terhadap aktivitas kelompok ISWAP pada pertengahan bulan ini. Misi penyerangan kemudian dilancarkan.

Juru bicara angkatan udara Nigeria, Edward Gabkwet mengatakan, "misi atas lokasi yang dicurigai dilakukan pada 13 April 2022 secara khusus untuk melihat sejumlah besar teroris, kemungkinan adalah kamp logistik."

Lalu pada 14 April, serangan udara dilakukan di Tumbun Rego dan kamp pelatihan kelompok bersenjata terdekat.

Baca Juga: Gawat! 100 Anak di Penjara Suriah Diculik ISIS, Nasibnya Entah

2. Lebih dari 70 militan tewas dalam serangan

Militer Nigeria kerap meningkatkan serangannya terhadap kelompok militan bersenjata pada waktu seperti ini, sebelum musim hujan dimulai di negara itu. Serangan udara gabungan antara Nigeria dan Niger yang dilancarkan telah menewaskan puluhan kombatan.

"Lebih dari 70 teroris ISWAP tersingkir atau terluka parah," tutur Gabkwet, dikutip Al Arabiya.

ISWAP telah menjadi kelompok yang berdiri sendiri dan terpisah dari Boko Haram. Kelompok itu terpecah setelah Abubakar Shekau, pemimpin Boko Haram, tewas dalam bentrokan antarfaksi.

Shekau sendiri mendapatkan ketenaran secara internasional setelah dia memimpin pasukan untuk menculik hampir 300 siswi di Chibok pada 2014 lalu.

3. Pemimpin ISWAP diduga termasuk yang menjadi korban serangan

Nigeria Klaim Tewaskan 70 Teroris ISIS, Banyak Pimpinan yang MatiIlustrasi Garis Polisi (IDN Times/Mardya Shakti)

Serangan udara yang dilakukan angkatan udara Nigeria bergabung dengan Nigerien Air Force, angkatan udara Niger. Mereka melakukan serangan dan membombardir tempat persembunyian militan pada waktu dini hari.

Media lokal The Guardian Nigeria mengabarkan bahwa korban lebih dari 70 orang, lima di antaranya dicurigai adalah pemimpin ISWAP. Salah satunya adalah Ibu Usman, sosok yang telah lama dicari-cari.

Pemimpin ISWAP lain yang diduga menjadi korban serangan udara tersebut adalah Hani Abdullahi, Abakar Shuwa, Abu Jibrillah dan Abu Ali.

Militer Nigeria menjelaskan, "menggunakan pesawat campuran NAF dan Nigerien Air Force, pesawat menyerang dan membom lokasi pada dini hari 14 April 2022. Hasil yang dapat diandalkan dari serangan tersebut kini telah mengungkapkan bahwa lebih dari 70 teroris ISWAP telah dieliminasi atau terluka parah."

Baca Juga: Pengadilan AS Vonis Anggota ISIS Beatles yang Bunuh 4 Warganya

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Vanny El Rahman

Berita Terkini Lainnya