Comscore Tracker

Pasukan Rusia di Belarus, Lithuania: Ini Ancaman Langsung

Pejabat Baltik menyarankan untuk hindari perang

Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Lithuania Arvydas Anusauskas mengatakan bahwa pasukan Rusia yang tiba di Belarusia adalah ancaman langsung bagi negaranya. Dia mengatakan hal itu dalam unggahan di media sosial, bahwa pasukan Rusia di Belarus tidak hanya menyebabkan destabilisasi keamanan.

Rusia dan Belarusia berencana menggelar latihan bersama yang diperkirakan akan berlangsung bulan Februari. Tidak ada rincian tentang jumlah pasukan dalam latihan tersebut, tapi Rusia telah mengirim perangkat keras militer, termasuk selusin jet tempur Sukhoi.

Latihan militer yang akan digelar pasukan Moskow dan Minsk akan dilakukan di bagian barat dan selatan Belarus, yang berbatasan dengan Polandia, Lithuania dan Ukraina. Saat ini situasi di sekitar Ukraina semakin meningkat dan Kiev pernah mengatakan bahwa Rusia bisa melancarkan serangan ke negaranya dari Belarusia.

1. Destabilisasi keamanan dan ancaman langsung

Pasukan Rusia di Belarus, Lithuania: Ini Ancaman LangsungMenteri Pertahanan Lithuania, Arvydas Anusauskas (Twitter.com/Arvydas Anušauskas)

Rencana Rusia dan Belarusia menggelar latihan militer di bagian barat Belarus, telah menimbulkan kekhawatiran bagi beberapa negara Eropa dan juga AS. Pergerakan pasukan Rusia terus dipantau karena situasi di sekitar Ukraina telah semakin meningkat.

Pekan lalu, pasukan Rusia telah tiba di Belarus, bersama dengan perangkat keras militer. Beberapa senjata canggih juga disebut ikut serta dibawa yakni rudal permukaan-ke-udara S-400, salah satu rudal yang disebut anti-jet tempur NATO.

Dilansir Politico, kedatangan pasukan Rusia di Belarus itu telah membuat Menteri Pertahanan Lithuania mengeluarkan komentar. Arvydas Anusauskas mengatakan "dalam situasi saat ini, kami melihat masuknya militer Rusia ke Belarus tidak hanya sebagai faktor destabilisasi situasi keamanan tetapi juga sebagai ancaman yang lebih langsung ke Lithuania."

Lithuania adalah salah satu dari tiga negara Baltik. Lithuania adalah anggota NATO dan negaranya berbatasan langsung dengan Polandia serta Belarusia. 

Dengan situasi yang makin memanas di sekitar Ukraina, pergerakan pasukan Rusia dan sekutunya Belarusia, akan menjadi perhatian tersendiri bagi negara-negara Eropa, khususnya anggota NATO, tentang kekhawatiran ancaman keamanan di seluruh Eropa.

2. Pemindahan pasukan AS dan NATO sebagai respon kewaspadaan

Baca Juga: Tersandung Skandal, Dirut Kereta Api Lithuania Resign

Rusia telah menumpuk sekitar 100 ribu pasukan di dekat perbatasan timur Ukraina. Baik Ukraina, negara-negara blok Uni Eropa (UE) dan AS khawatir ancaman invasi.

Pemimpin Belarusia Aleksander Lukashenko mitra utama Presiden Rusia Vladimir Putin, menyatakan bahwa pasukannya dan pasukan Rusia akan menggelar latihan yang disebut Allied Resolve. Lukashenko mengklaim bahwa latihan itu dilakukan karena Ukraina telah membangun pasukan di dekat perbatasan negaranya.

Lithuania yang berbatasan langsung dengan Belarus, menyebut kehadiran pasukan Rusia yang akan menggelar latihan militer itu sebagai ancaman langsung bagi negaranya.

Sebagai respon, Arvydas Anusauskas menurut Reuters, akan segera bertemu dengan duta besar dari sembilan negara NATO yang secara aktif berkontribusi memperkuat keamanan Lithuania.

Anusauskas juga meminta NATO dan Amerika Serikat untuk memberikan respon. "Saya pikir AS (perlu) memindahkan kemampuan tambahan (militer) ke Eropa sekarang (yang) pasti sedang dikerjakan, karena situasi menuntutnya."

3. Beberapa pejabat menyarankan agar Baltik menghindari perang

Pasukan Rusia di Belarus, Lithuania: Ini Ancaman Langsungilustrasi militer Lithuania (Twitter.com/Arvydas Anušauskas)

Di sisi lain, para pejabat Lithuania baru saja melangsungkan forum keamanan yang bernama Lithuanian parliamentary Committee on National Security and Defence pada hari Rabu.

Media lokal Lithuania LRT, mengutip Laurynas Kasiunas salah satu penyelenggara acara, bahwa "Rusia berusaha menaikkan suhu geopolitik, meningkatkan situasi dan menciptakan ketidakpastian strategis."

Parlemen Lithuanua sebagai tuan rumah, turut mengundang beberapa negara Baltik lain yakni dari Finlandia dan Estonia.

Antti Rinne mantan Perdana Menteri dan Wakil Perdana Menteri Finlandia menyebut telah mengamati aktivitas militer Rusia selama beberapa tahun terakhir. Dia mengatakan bahwa negara-negara Barat sekarang perlu melakukan segalanya untuk menghindari "perang dan kehancuran Eropa."

Marko Mihkelson, ketua Komite Urusan Luar Negeri parlemen Estonia juga berbicara dalam forum keamanan Baltik itu. Dia menjelaskan "situasi hari ini sangat mirip dengan yang terjadi di Eropa pada tahun 1930-an."

"Saya akan mengatakan sekarang ada peluang dunia masuk ke keadaan kebingungan, dan ada juga kemungkinan skenario mengerikan itu, perang dunia, karena Rusia melakukan agresi hibrida terhadap negara-negara demokrasi Barat," ujarnya.

Untuk meredakan ketegangan Ukraina-Rusia, Moskow menuntut jaminan keamanan jangka panjang berdasar hukum terhadap NATO. Selain itu, tuntutan itu tertera dalam proposal yang telah diberikan pada Desember 2021.

Beberapa tuntutan tersebut adalah tidak menerima Ukraina sebagai anggota NATO, serta aliansi atlantik utara tidak lagi melakukan ekspansi pengaruh ke negara-negara di Eropa Timur. Tuntutan itu belum dipenuhi oleh NATO meski telah dilakukan pertemuan diplomasi selama tiga kali.

Baca Juga: 5 Situs Bersejarah di Lithuania yang Paling Estetik, Menarik Banget!

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya