Comscore Tracker

Paus Fransiskus Ajak Dunia Doakan Korban Perang di Ukraina

Paus sampakan kritik kepada Rusia dan Vladimir Putin

Jakarta, IDN Times - Perang di Ukraina telah menciptakan kesengsaraan bagi banyak orang. Tidak hanya untuk rakyat Ukraina, tapi juga untuk negara-negara lain yang terdampak. Paus Fransiskus pada Minggu (3/4/22), mengajak orang-orang untuk berdoa bagi korban syahid di Ukraina.

Ajakan Paus Fransiskus itu dilakukan ketika dia sedang berkunjung ke Malta. Dia juga mengatakan akan mempertimbangkan undangan para pemimpin Ukraina, yang memintanya berkunjung ke ibu kota Kiev.

Baru-baru ini, Paus Fransiskus mengungkapkan kritiknya atas invasi Rusia ke Ukraina. Meski tidak menyebut Rusia atau Presiden Vladimir Putin, tapi secara implisit kritiknya dapat dilihat merujuk kepada agresor.

Baca Juga: Paus Fransiskus: Tuhan, Semoga Engkau Bebaskan Manusia dari Perang

1. Paus serukan doa untuk korban perang Ukraina

Paus Fransiskus Ajak Dunia Doakan Korban Perang di Ukrainailustrasi Paus Fransiskus (youtube.com/Rome Reports in English)

Pada hari kedua dalam kunjungan dua harinya di Malta, Paus Fransiskus pada 3 April menyerukan orang-orang untuk berdoa selama acara misa. Dilansir RFE/RL, Paus mengatakan "mari kita berdoa untuk perdamaian dan mengingat tragedi kemanusiaan (para korban) Ukraina yang mati syahid."

Dalam kunjungannya ke Malta, Paus juga berkunjung ke laboratorium perdamaian Paus Yohannes XXIII. Itu adalah sebuah tempat non-pemerintah yang dinamai menurut sosok yang disucikan. Tempat itu juga sedang bersiap untuk menerima para pengungsi Ukraina, korban invasi Rusia.

Dikutip dari Vatican News, Paus juga mengatakan dalam penerbangan sebelumnya, bahwa Vatikan siap menengahi konflik antara Ukraina-Rusia. Vatikan siap membantu dengan cara apa pun yang memungkinkan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama lima minggu tersebut.

Baca Juga: Menag Ingin Undang Paus Fransiskus untuk Tunjukkan Keberagaman RI

2. Kritik tidak langsung Paus Fransiskus terhadap Rusia dan Vladimir Putin

Pada awal April, Paus Fransiskus memberikan pidato di Istana Kepresidenan Malta. Dalam pidatonya, dia secara implisit melontarkan kritiknya atas invasi yang telah dilakukan Rusia ke Ukraina.

Dikutip dari Reuters, dengan kalimat yang puitis tapi menyiratkan kepedihan mendalam, Paus mengatakan "Dari timur Eropa, dari negeri matahari terbit, bayang-bayang gelap perang kini telah menyebar. Kami mengira bahwa invasi negara lain, pertempuran jalanan yang biadab, dan ancaman atom adalah kenangan suram dari masa lalu yang jauh."

Dalam pidato itu, Paus menghindari menyebut Rusia, juga tidak menyebut pemimpinnya Presiden Vladimir Putin. Namun dalam kalimat selanjutnya dari pidato tersebut dia memberi gambaran soal penguasa yang mengobarkan konflik.

"Sekali lagi, beberapa penguasa, sayangnya terperangkap dalam klaim anakronistik (ketidaksesuaian analogi) dari kepentingan nasionalis, memprovokasi dan mengobarkan konflik, sedangkan orang-orang biasa merasakan kebutuhan untuk membangun masa depan yang, akan dibagi, atau tidak sama sekali."

Fransiskus juga mengatakan perang telah menyakiti hatinya sehingga dia terkadang lupa tentang rasa sakit di lututnya. Dengan sakit di lutut, pemimpin Katolik itu berjalan tertatih ke Istana Kepresidenan Malta untuk memberi sambutan sambil duduk.

Baca Juga: Paus Fransiskus: Kekerasan Terhadap Perempuan Penghinaan Kepada Tuhan

3. Paus Fransiskus meminta pembantaian dihentikan

Paus Fransiskus Ajak Dunia Doakan Korban Perang di UkrainaWarga Ukraina mengungsi (Twitter.com/ICRC)

Kritik terhadap perang Rusia di Ukraina tidak hanya kali ini disampaikan oleh Paus Fransiskus. Pada pertengahan bulan Maret, dia sudah menyampaikan kritik itu di hadapan ribuan orang di Lapangan Santo Petrus.

Dilansir The Guardian, pada tanggal 13 Maret, Paus mengatakan "atas nama Tuhan, saya meminta Anda: hentikan pembantaian ini." Dia menambahkan bahwa kota-kota Ukraina berisiko menjadi kuburan. Dia mengecam pembunuhan terhadap anak-anak dan warga sipil serta menyebutnya perilaku yang "biadab."

Rusia menyebut serangan ke Ukraina adalah operasi militer khusus, tapi disebut oleh Paus Fransiskus sebagai perang yang melepaskan sungai darah dan air mata.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy telah mengundang pemimpin Katolik itu untuk mengunjungi Kiev. Dia mengatakan opsi itu sudah ada di atas meja, tapi belum ditentukan kapan kunjungan itu akan benar-benar dilakukan.

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya