Comscore Tracker

PM Ethiopia: Pasukan Eritrea Sepakat Mundur dari Tigray

Kesepakatan itu dianggap hanya permainan belaka

Addis Ababa, IDN Times - Perkembangan terbaru dalam konflik antara pemerintah Ethiopia dengan Tigray kini semakin berubah menjadi positif. Perdana Menteri (PM) Ethiopia, Abiy Ahmed Ali mengatakan bahwa pasukan Eritrea yang berada di Tigray akan segera meninggalkan wilayah tersebut.

Beberapa waktu yang lalu PM Abiy mengakui bahwa pasukan Eritrea memang berada di wilayah Tigray. Namun selama konflik, berhembus isu bahwa pasukan Eritrea ikut menyerang warga Tigrayan. Pihak Ethiopia dan Eritrea menyangkalnya selama berbulan-bulan tuduhan itu.

1. PM Abiy Ahmed melakukan kunjungan ke Eritrea

PM Ethiopia: Pasukan Eritrea Sepakat Mundur dari TigrayPM Ethiopia berkunjung dan disambut oleh Presiden Eritrea. (Twitter.com/Abdinasir Shukri)

PM Abiy Ahmed melancarkan operasi militer ke wilayah Tigray untuk melawan pasukan Tigrayan People's LIberation Front (TPLF) pada 4 November lalu. Pasukan militer Ethiopia yang bernama ENDF melakukan blokade wilayah dan pemadaman internet serta jaringan telepon.

Dua kelompok kemudian saling berperang selama beberapa minggu hingga akhirnya ENDF mampu mengambil alih ibukota Mekelle, benteng utama pasukan TPLF. Dalam konflik tersebut dan setelahnya, pasukan Eritrea dituduh ikut terlibat dalam membunuh, merudapaksa dan melakukan penjarahan serta melakukan pembunuhan secara sistematis di wilayah Tigray.

Namun selama berbulan-bulan, Eritrea dan Ethiopia membantahnya. Pada hari Selasa, PM Abiy Ahmed mengakui bahwa pasukan Eritrea berada di Tigray. Melansir dari laman Al Jazeera, Kamis (25/3), Abiy Ahmed melakukan perjalanan dan kunjungan ke ibukota Asmara di Eritrea. Dia bertemu dengan pimpinan negara tersebut, Isaias Afwerki dan melakukan pembicaraan.

Pada hari Jumat (26/3), PM Abiy Ahmed kemudian mengumumkan bahwa pasukan Eritrea akan segera ditarik dari wilayah Tigray segera. Pengumuman itu kemungkinan akan memberi tanda berkuranganya pelanggaran HAM seperti rudapaksa, penembakan dan penjarahan serta pembunuhan yang dilakukan oleh militer Eritrea.

Abiy Ahmed mengatakan "pemerintah Eritrea telah setuju untuk menarik pasukannya keluar dari perbatasan Ethiopia. Pasukan Pertahanan Nasional Ethiopia (ENDF) akan mengambil alih pengamanan daerah perbatasan dengan segera."

2. Abiy Ahmed di tengah konflik Eritrea dan Ethiopia 

Baca Juga: PM Abiy Ahmed Akui Pasukan Eritrea Masuki Wilayah Tigray

Ethiopia berada di bawah kekuasaan etnis Tigray sejak awal 1990an. Saat itu TPLF melakukan perang melawan pemerintahan selama bertahun-tahun dan akhirnya berhasil menumbangkannya. Mereka bergerak dengan kiblat Moskow dengan ideologi Marxisme-Leninisme.

Ketika mereka menguasi Addis Ababa dan memerintah Ethiopia sejak 1991, tercatat bahwa TPLF memiliki sekitar 100.000 pasukan militer. Mereka juga memiliki ratusan pesawat tempur yang didapat dari Rusia. Namun sejak itu, mereka memutus hubungan dengan Marxisme-Leninisme dan berkuasa di Ethiopia hingga tahun 2018.

Pada tahun 1998, Ethiopia yang saat itu dipimpin oleh etnis Tigray berkonflik dengan negara tetangga Eritrea karena serangkaian masalah di perbatasan. Eritrea menyebut Ethiopia melakukan "perang total" dan konflik terjadi hingga tahun 2000. Perdamaian disepakati pada tahun 2018 lalu, hampir 20 tahun sejak pertama kali melakukan konfrontasi.

Perdamaian itu tak lepas dari pengaruh Abiy Ahmed. Melansir dari laman Associated Press, Abiy mengejutkan kawasan itu pada 2018 dengan berdamai dengan Eritrea setelah perang perbatasan yang panjang di kawasan Tigray. Tindakan itu membuat sebuah pencapaian di mana ia dianugerahi hadiah Nobel Perdamaian.

Ketika PM Abiy Ahmed berkuasa, dia sebelumnya berkoalisi dengan TPLF. Namun koalisi itu pecah dan membuat TPLF menjadi oposisi sejak tahun 2018 tersebut. Pada November 2020, Abiy Ahmed melancarkan operasi militer ke wilayah Tigray karena mereka dituduh menyerang beberapa kamp militer Ethiopia dan dituduh membangkang karena melakukan pemilu tanpa izin pemerintah pusat.

Konflik antara pemerintah Ethiopia dengan Tigray kemudian berkembang dan pasukan Eritrea dituduh ikut serta membantu pasukan Ethiopia dalam melawan TPLF. Ethiopia dan Eritrea dianggap bersekongkol menyerang TPLF. Selama berbulan-bulan, Eritrea dan Ethiopia membantah tuduhan itu.

3. Penipuan tingkat lain

PM Ethiopia: Pasukan Eritrea Sepakat Mundur dari TigrayPasukan militer federal Ethiopia. (Twitter.com/abenezer degu)

Konflik yang terjadi di Tigray telah membuat banyak lembaga seperti Amnesty International dan Human Rights Watch melakukan penyelidikan atas pelanggaran HAM. Dalam penyelidikan tersebut, mereka menemukan fakta bahwa telah terjadi rudapaksa secara berkelompok, penjarahan dan pembunuhan secara sistematis terhadap Tigray yang dilakukan oleh pasukan Eritrea.

Laporan itu telah memicu komunitas internasional memberikan tekanan kepada Ethiopia untuk menarik pasukannya dan pasukan Eritrea dari wilayah Tigray. Namun selama beberapa bulan, dua negara terus membantah dan menolak tuduhan.

Beberapa waktu lalu, PM Abiy Ahmed mengakui keberadaan pasukan Eritrea di wilayah Tigray dan dalam pengakuan itu menurutnya, pasukan Eritrea hanya berada di perbatasan. Pasukan Eritrea menempati pos keamanan yang ditinggalkan ENDF yang sedang berkonflik dengan TPLF.

Kini Abiy Ahmed mengatakan bahwa pasukan Eritrea sepakat akan segera ditarik dari wilayah Tigray. Namun, melansir The Guardian, kesepakatan yang dilakukan oleh Abiy Ahmed dianggap "penipuan tingkat lain" oleh salah seorang anggota partai Tigrayan.

Anggota partai oposisi Tigrayan yang bernama Salsay Weyane Tigray, mengatakan pada hari Jumat bahwa kesepakatan apapun tentang penarikan (pasukan) Eritrea "tidak berguna" tanpa "badan pengatur internasional untuk menyelidiki."

Kepala departemen luar negeri partai Tigrayan yang bernama Hailu Kebede juga mengatakan bahwa kesepakatan tersebut "adalah penipuan tingkat lain; permainan yang sudah lama mereka mainkan. Tarik semua kekuatan dan bentuk tim observasi internasional. Dunia tidak boleh dibodohi lagi."

Baca Juga: Amnesty International: Pasukan Militer Eritrea Serang Warga Tigray

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya