Comscore Tracker

Ratu Inggris dan Keluarga Rayakan Natal Secara Terpisah

Natal tahun ini mematahkan tradisi yang sudah berjalan 

London, IDN Times – Selama tiga puluh tahun lebih, keluarga kerajaan Inggris merayakan Natal mereka di Sandringham, Norfolk, sekitar 179 kilometer sebelah timur laut ibukota London. Namun pada Natal tahun 2020 ini, semuanya menjadi berbeda. Virus corona telah mengubah banyak hal, termasuk tradisi perayaan Natal Ratu Inggris.

Ratu Inggris ikut terdampak terhadap aturan pengetatan pencegahan virus corona. Natal pada tahun 2020 ini, keluarga Kerajaan Inggris tidak seperti biasanya yang merayakan secara bersama-sama tetapi mereka merayakannya secara terpisah. Ratu, dengan begitu telah mematahkan tradisi yang dibentuknya selama puluhan tahun.

Biasanya, Ratu dan keluarga kerajaan merayakan Natal dan tahun baru mereka secara bersama-sama di Sandringham, Norfolk. Pada pagi hari pada saat Natal, keluarga bangsawan Inggris akan hadir di gereja St Mary Magdalene, dan menyapa anggota masyarakat yang menunggu untuk melihat mereka. Tapi tahun ini, hal itu tidak terjadi.

1. Perayaan di kastil Windsor

Ratu Inggris dan Keluarga Rayakan Natal Secara TerpisahKastil Windsor, tempat Ratu Elizabeth merayakan natalnya tahun ini. (Wikimedia.org/Diliff)

Ratu Inggris dan suaminya Duke of Edinburgh merayakan Natal kali ini di Kastil Windsor yang terletak sekitar dua kilometer arah selatan pusat kota London. Bersama pasangannya, Ratu menghadiri kebaktian Natal di kapel kecil yang berada di dalam kastil. Hal itu dilakukan untuk menghindari kerumunan publik yang biasa tercipta ketika ada acara kerajaan.

Melansir dari laman The Guardian, keluarga kerajaan lainnya merayakan secara terpisah pada tahun ini. Duke dan Duchess of Cambridge merayakan Natal di Anmer Hall bersama dengan tiga anak mereka yakni Pangeran George, Putri Charlotte dan Pangeran Louis.

Pangeran Wales dan Duchess of Cornwall berada di Highgrove. Mereka juga merayakan Natal secara terpisah dan tidak bersama-sama dengan Ratu. Sepanjang tahun, keluarga kerajaan, khususnya Ratu dan pasangannya telah diusahakan agar terlindung sedapat mungkin dari infeksi virus corona. Hanya sedikit orang yang diizinkan berada di dekat mereka.

2. Mematahkan tradisi yang telah dibangun selama tiga puluh tahun

Ratu Inggris dan Keluarga Rayakan Natal Secara TerpisahSandringham House yang telah 30 tahun lebih digunakan untuk merayakan Natal keluarga kerajaan Inggris. (Wikimedia.org/John Fielding)

Baca Juga: 6 Fakta Hemofilia, Penyakit yang Paling Banyak Diderita Royal Family

Ratu Inggris saat ini, Elizabeth II duduk di kursi kekuasaannya pada tanggal 6 Februari 1952. Ratu yang berusia 94 tahun bersama suaminya, Duke of Edinburgh yang berusia 99 tahun, selama tahun 1960-an merayakan Natal mereka di Kastil Windsor.

Nama asli Ratu adalah Elizabeth Alexandra Mary Windsor dan biasanya dia juga tinggal di Windsor. Namun pada tahun 1988 ketika kastil tersbeut diperbaiki, Ratu memindahkan perayaan Natal ke Sandringham, Norfolk. Selama 30 tahun, sebuah tradisi diciptakan dengan merayakan Natal di Sandringham, sebuah daerah pedesaan di utara.

Tradisi yang sudah berjalan selama lebih dari 30 tahun kemudian dipatahkan pada tahun ini, karena Ratu dan pasangannya juga berada di dalam gelembung penguncian akibat serangan virus corona. Apalagi saat ini Inggris telah melaporkan varian baru COVID-19 yang menular lebih cepat, keamanan dan kesehatan Ratu sangat dilindungi.

Melansir dari News Sky, biasanya ribuan anggota masyarakat banyak yang menanti untuk melihat keluarga kerajaan di gereja St. Mary Magdalene di Sandringham, Norfolk. Tetapi tahun ini, tidak ada keluarga bangsawan yang keluar. Istana juga tidak menginginkan kehadiran keluarga kerajaan di luar Istana, karena akan menciptakan kerumunan sehingga memiliki resiko besar terhadap penularan virus corona.

3. Tradisi Natal keluarga kerajaan Inggris

Ratu Inggris dan Keluarga Rayakan Natal Secara TerpisahAntusiasme masyarakat ketika rombongan Ratu Elizabeth hadir dalam sebuah acara. (twitter.com/Sibomana Jean Bosco)

Selama tradisi perayaan Natal keluarga Kerajaan Inggris di Sandringham, para pelayan mereka akan menyiapkan setidaknya lima sampai tujuh pakaian dalam satu hari. Dasi hitam termasuk pilihan wajib bagi keluarga kerajaan pria. Ratu, dalam mempersiapkan perayaan Natal, sama sibuknya dengan orang-orang di London.

Anggela Kelly, penata rias pribadi keluarga kerajaan memberikan bocoran mengenai tradisi pakaian yang biasa digunakan dalam merayakan Natal. Menurutnya, sebagian besar pakaian-pakaian itu dibuat untuk memberikan hiburan agar menyenangkan ketika dilihat.

Melansir dari laman ABC, titik utama busana keluarga kerajaan adalah ketika mereka menghadiri gereja St. Mary Magdalene pada pagi Natal. Perias pribadi kerajaan itu, akan memberitahukan kepada tamu tentang warna apa yang akan digunakan oleh Ratu. Keluarga kerajaan biasanya tidak masalah jika menggunakan warna yang sama dengan yang dipakai oleh Ratu, namun untuk tamu undangan, hal itu berbeda.

“Tamu-tamu lain, mereka merasa tidak boleh memiliki warna yang sama dengan Yang Mulia, meskipun Ratu kemungkinan tidak akan keberatan jika hal tersebut memang terjadi”, kata Kelly (24/12).

Kebiasaan lain dalam merayakan Natal, setiap tahun Ratu dan pasangannya akan mengirimkan 750 kartu Natal kepada keluarga, teman dan anggota keluarga besar kerajaan. Duke of Edinburgh juga mendapatkan tambahan 200 kartu Natal yang akan dikirim ke berbagai resimen dan orgaisasi yang dekat dengannya.

Dengan peraayaan Natal yang berbeda pada tahun 2020, keluarga kerajaan melakukannya secara terpisah. Meskipun begitu, ada harapan bahwa tahun 2021 semuanya akan kembali seperti semula dan tidak sesuram tahun 2020. Juru bicara istana mengatakan “Seperti semua orang, mereka (keluarga kerajaan) berharap segalanya akan kembali normal pada tahun 2021”.

Baca Juga: 6 Fakta Hemofilia, Penyakit yang Paling Banyak Diderita Royal Family

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya