Comscore Tracker

Rusia: 8 Tewas dalam Serangan di Kampus Negeri

Pelaku serangan terlibat baku tembak dengan polisi

Jakarta, IDN Times - Sebuah insiden tragis melanda kampus Universitas Negeri Perm, Rusia, pada Senin (20/9). Seorang pria bersenjata dilaporkan melepaskan tembakan yang menyebabkan delapan orang meninggal dunia dan puluhan lainnya terluka.

Universitas Perm terletak jauh di timur Moskow, sekitar 1.100 kilometer. Universitas tersebut memiliki 12.000 mahasiswa dan sekitar 3.000 orang di antaranya sedang berada di kampus ketika insiden penembakan terjadi. Kota Perm sendiri, kota di mana kampus itu berada, memiliki populasi sekitar 1 juta penduduk.

1. Sebanyak 28 orang terluka dan 8 lainnya dilaporkan tewas

Insiden penembakan di lembaga pendidikan jarang terjadi di Rusia. Namun beberapa insiden yang pernah terjadi, terbilang sangat fatal dan mematikan.

Pada bulan Mei lalu, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke sebuah sekolah di kota Kazan dan menewaskan tujuh siswa serta dua guru.

Kini, pada Senin pagi, menurut kantor berita Rusia, Tass, seorang pria bersenjata melepaskan tembakan di Universitas Perm dan menewaskan setidaknya delapan orang.

Otoritas berwenang memberikan penjelasan bahwa "akibat kejahatan ini, delapan orang tewas. Dua puluh delapan korban mendapatkan perawatan medis, beberapa dari mereka dirawat di rumah sakit dengan tingkat keparahan luka yang berbeda-beda."

Dalam penyelidikan dan investigasi yang dilakukan oleh Komite Investigasi Rusia, pelaku adalah salah satu mahasiswa di universitas tersebut.

2. Tersangka terlibat baku tembak dengan petugas polisi

Baca Juga: Rusia Ingin India Produksi Lebih Banyak Alutsista Rusia

Ketika penembakan berlangsung, suasana sebuah gedung kampus kacau. Menurut The Independent, video amatir yang sempat merekam kekacauan itu menunjukkan beberapa mahasiswa telah nekat melompat dari jendela lantai pertama. 

Mahasiswa lainnya dan staf kampus yang berada di dalam ruangan ketika insiden berlangsung, mampu melindungi diri, menghalangi pintu dengan menggunakan meja dan kursi.

Seorang mahasiswa yang bernama Lev Zenkov memberikan keterangan bahwa insiden berlangsung selama "dua puluh hingga tiga puluh menit." Zenkov mengaku sedang menghadiri perkuliahan di lantai empat gedung tersebut.

Polisi yang mendapat laporan penembakan itu segera menuju lokasi dengan cepat. Menurut Zenkov, sekitar 5-10 menit sejak insiden terjadi, polisi segera datang sehingga berhasil mencegah pelaku melakukan tembakan lebih banyak lagi.

Ketika akan ditangkap, pelaku dilaporkan melakukan perlawanan sehingga terjadi aksi baku tembak dengan para petugas kepolisian. Pria bersenjata tersebut berhasil dilumpuhkan dan mengalami beberapa luka tembak.

3. Valdimir Putin sampaikan belasungkawa

Informasi tentang pelaku penembakan tidak dibeberkan secara rinci oleh pihak berwajib. Keterangan setelah penyelidikan, tersangka mendapatkan senjata secara ilegal pada bulan Mei 2021.

Namun menurut The Moscow Times, pelaku diduga bernama Timur Bekmansurov. Dalam salah satu unggahannya di media sosial, Bekmansurov mengatakan bahwa dia "dipenuhi dengan kebencian" dan telah merencanakan penembakan serta menabung dalam waktu lama untuk membeli senjata api.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Irina Volk, juru bicara Kementerian Dalam Negeri Rusia, petugas yang melumpuhkan Bekmansurov adalah polisi lalu lintas yang dengan cepat dapat segera hadir ketika panggilan darurat terjadi. 

Presiden Rusia Vladimir Putin yang mendapatkan kabar tentang insiden mematikan itu, segera mengirim utusan guna mengoordinasikan bantuan untuk para korban. Juru bicara Dmitry Peskov mengatakan bahwa "Presiden menyampaikan belasungkawa yang tulus kepada mereka yang kehilangan keluarga dan orang-orang terkasih akibat insiden ini," ujarnya.

Baca Juga: Pemilu Rusia: Partai Pendukung Kremlin Unggul dalam Survei

Pri Saja Photo Verified Writer Pri Saja

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya