Comscore Tracker

Ventilasi Jadi Salah Satu Trik Usir Virus Corona di Jerman

Ratusan juta euro digelontorkan untuk perbaiki ventilasi 

Berlin, IDN Times – Berbagai ilmuwan di berbagai belahan dunia telah berpikir keras untuk menahan agar persebaran infeksi virus corona dapat melambat, atau bahkan berhenti. Tiga rumus utama yang selalu dikampanyekan adalah cuci tangan, jaga jarak sosial dan memakai masker.

Akan tetapi di Jerman, para ilmuwan di negeri tersebut punya trik lain untuk mengusir virus corona. Mereka menjadikan ventilasi dan jendela sebagai salah satu senjata. Fungsi dari ventilasi dan jendela dioptimalkan lebih intens agar sirkulasi udara terjadi dan membuat virus corona yang bertahan di udara, diharapkan bisa diusir keluar dari ruangan.

1. Sirkulasi udara yang lancar adalah salah satu kunci kesehatan

Ventilasi Jadi Salah Satu Trik Usir Virus Corona di JermanMembuka jendela dan ventilasi adalah salah satu trik Jerman dalam mengendalikan virus corona. Ilustrasi (unsplash.com/Yuri Efremov)

Udara bersih, menurut ilmuwan Jerman, adalah salah satu kunci agar virus corona tidak menginfeksi seseorang. Karena itu, sirkulasi udara di dalam ruangan adalah hal yang penting dan perlu untuk diperhatikan. Jendela dan ventilasi harus dipastikan agar tetap berfungsi dengan baik.

Ketika virus corona diketahui dapat bertahan sekitar 8 menit di udara, maka jendela dan ventilasi harus dibuka secara berkala. Dalam satu jam, minimal jendela dibuka selama tiga kali, masing-masing selama lima menit. Dengan begitu, udara kotor yang kemungkinan membawa virus corona dapat pergi dan digantikan dengan udara baru yang lebih segar.

Pada akhir bulan September lalu, melansir dari laman The Guardian, Kanselir Jerman, Angela Merkel, mengatakan bahwa trik ini “mungkin salah satu yang termurah tapi paling efektif” (30/9). Beberapa orang menganggap ini adalah strategi yang primitif, namun Jerman memang terkenal dengan obsesi nasional yang memiliki kebiasaan membuka jendela minimal dua kali sehari. Ketika musim dingin, sebagian besar dari mereka tetap melakukan hal tersebut.

Bahkan, membuka jendela setiap hari seringkali menjadi klausul yang mengikat secara hukum dalam perjanjian sewa rumah. Hal itu dilakukan agar rumah terlindung dari serangan jamur dan bau tak sedap.

2. Pemerintah Jerman gelontorkan ratusan juta dolar untuk memperbaiki jendela dan ventilasi

Ventilasi Jadi Salah Satu Trik Usir Virus Corona di JermanPemerintah Jerman melarang warganya bepergian ke beberapa negara untuk mencegah penyebaran virus corona. Ilustrasi (twitter.com/Dr. Ali Nouri)

Baru-baru ini, pemerintah yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel menggelontorkan dana hibah 500 juta euro atau sekitar $488 juta dolar AS untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem ventilasi di gedung-gedung publik. Bantuan tersebut khususnya untuk kantor publik, museum, teater, universitas, dan sekolah.

Laman berita BBC menginformasikan bahwa tujuan utama bantuan tersebut untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pendingin udara serta ventilasi dari pada memasang yang baru, yang harganya lebih mahal (19/10). Sekolah-sekolah yang tidak memiliki sistem AC terpusat, akan mendapatkan bantuan ventilator bergerak, yang dapat membersihkan udara ruangan hanya dalam beberapa menit saja.

Musim dingin yang mulai mendatangi Eropa saat ini, membuat kekhawatiran meningkat karena banyak orang akan lebih lama berada di dalam ruangan. Partikel virus juga diketahui bertahan lebih lama dalam udara dingin dan tidak terkena panas matahari secara langsung. Namun pemerintah Jermah tetap menyarankan agar membuka jendela minimal sekali dalam sehari selama lima menit.

Baca Juga: Jerman Hadapi Lonjakan Kasus Baru COVID-19, 2 Ribu Lebih Terinfeksi

3. Ventilasi adalah hal yang esensial

Ventilasi Jadi Salah Satu Trik Usir Virus Corona di JermanPemerintah Jerman gelontorkan ratusan juta euro untuk memperbaiki dan meningkatkan fungsi jendela serta ventilasi. Ilustrasi (unsplash.com/Freestocks)

Praktik membuka jendela untuk menghirup udara segar di Jerman di sebut Luftung. Praktik ini telah jadi formula yang murah dan diklaim efektif dalam mengatasi virus corona di Jerman. Sekolah-sekolah di Jerman juga sudah biasa mempraktikkan hal tersebut selama pandemi berlangsung.

Di dalam kelas, guru dan murid akan banyak mengeluarkan CO2 dan membuat ruangan menjadi panas serta pengap. Hal itu akan membuat kinerja otak semakin melemah dan udara jadi kotor. Karena itu, Badan Lingkungan Jerman atau UBA menerbitkan instruksi manual “melindungi diri dari partikel menular”. Mengutip dari laman Deutsche Welle, Presiden UBA, Dirk Messner, mengatakan “setiap 20 menit jendela dibuka lebar selama lima menit” (15/10).

Melansir dari laman Der Spiegel, Martin Kriegel, kepala Institute of Building Energy Engineering di Technical University of Berlin mengatakan bahwa ventilasi adalah hal yang esensial dalam sebuah bangunan. Ventilasi akan memasok udara segar dengan cepat dan membuat udara dalam ruangan menjadi bersih sehingga membuat partikel virus yang beterbangan dapat keluar dari ruangan (17/8).

Jika sebuah ruangan memiliki dua jendela yang berseberangan, akan lebih baik jika dua jendela tersebut dibuka lebar secara bersamaan dalam beberapa menit setiap jamnya. Sirkulasi udara akan berganti dengan cepat dan membuat udara dalam ruangan kembali segar dan sehat.

Baca Juga: Jerman Hadapi Lonjakan Kasus Baru COVID-19, 2 Ribu Lebih Terinfeksi

Pri - Photo Verified Writer Pri -

Petani

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya