Comscore Tracker

Perkuat Komitmen atas Indo-Pasifik, Macron Temui PM Jepang

Untuk mewujudkan kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka

Tokyo, IDN Times - Pada hari Sabtu (24/7/2021), Presiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Perdana Menteri Jepang, Yoshihide Suga saat berlangsungnya Olimpiade di Tokyo.

Berdasarkan laporan dari kantor berita Kyodo, Macron menjadi satu-satunya kepala negara dari negara-negara industri G-7 (Inggris, Kanada, Jerman, Italia, Amerika Serikat, dan Uni Eropa) yang berkunjung ke Jepang untuk menyaksikan pertunjukan tersebut.

Pada pertemuan ini, selain untuk menghadiri Olimpiade, kedua kepala negara tersebut sepakat untuk memperkuat hubungan keamanan guna mencapai kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.

1. Presiden Macron Temui PM Suga

Perkuat Komitmen atas Indo-Pasifik, Macron Temui PM JepangPresiden Prancis Emmanuel Macron (kiri) bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Tokyo (24/7/2021). (Twitter.com/kantei)

Presiden Macron dan PM Suga mengadakan konferensi 15 menit, lalu diikuti dengan pertemuan makan siang tatap muka yang berlangsung sekitar 80 menit, dikutip dari Nikkei Asia.

Pada kesempatan tersebut, merupakan pertemuan tatap muka kedua mereka setelah para pemimpin bertemu di sela-sela KTT G-7 pada bulan Juni di Inggris, di mana saat itu Presiden Macron berjanji akan menghadiri pembukaan Olimpiade di Tokyo meskipun ada pandemi COVID-19.

Kedua pemimpin negara ini sepakat bahwa Jepang akan meneruskan pengalamannya menjadi tuan rumah Olimpiade yang 'aman dan terjamin', yang diadakan di tengah pandemi COVID-19 kepada Prancis. Seperti yang diketahui, Prancis akan menjadi tuan rumah Olimpiade 2024 yang akan berlangsung di Paris.

Para pemimpin merayakan pembukaan Olimpiade dan Paralimpiade Tokyo di Jepang dan menganggap moment ini sebagai simbol persatuan dunia dalam mengalahkan virus corona baru. Mereka pun sepakat untuk berbagi tema Olimpiade Tokyo seperti koeksistensi yang harmonis, keberlanjutan dan aksesibilitas dengan panitia penyelenggara Olimpiade Paris.

Untuk menyelenggarakan event besar ini, Jepang telah berjuang untuk menyeimbangkan langkah-langkah menghadapi pandemi virus COVID-19 dan persiapan untuk Olimpiade di tengah meningkatnya kekhawatiran publik tentang risiko kesehatan dari mengadakan pertandingan, dilansir The Asahi Shimbun.

2. Prancis-Jepang bahas keamanan dan kawasan Indo-Pasifik

Perkuat Komitmen atas Indo-Pasifik, Macron Temui PM JepangPerdana Menteri Jepang Yoshihide Suga menyambut Presiden Prancis Emmanuel Macron di Tokyo (24/7/2021). (Twitter.com/kantei)

Dilansir Kyodo, Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan mereka di Tokyo, Suga dan Macron menegaskan kerja sama keamanan yang lebih dalam sebagai bagian dari upaya untuk mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka dalam menghadapi kemajuan militer China dan klaim teritorial yang semakin asertif di wilayah tersebut.

Pada pertemuan itu, Suga dan Macron menegaskan kerja sama pertahanan yang erat dalam serangan balik terselubung terhadap China karena Prancis telah meningkatkan keterlibatannya dalam latihan militer multinasional di Laut China Timur dan bagian lain Indo-Pasifik.

Prancis memiliki kepentingan yang sama dengan Jepang, AS, serta negara-negara demokrasi lainnya dalam memastikan perdamaian dan stabilitas regional karena Prancis memiliki sejumlah wilayah pulau di Samudera Hindia dan Pasifik.

Pada bulan Mei, Pasukan Bela Diri Jepang mengadakan latihan bersama dengan AS, Australia, dan Prancis di barat daya Jepang dalam upaya guna meningkatkan kemampuan mempertahankan pulau-pulau terpencil, dengan Kepulauan Senkaku, sekelompok pulau yang berada di Laut China Timur yang dikendalikan oleh Jepang, akan tetapi diklaim oleh China.

Menurut Maritime Self-Defense Force, Ini menandai pertama kalinya Jepang, AS, Australia, dan Prancis melakukan latihan di Laut China Timur.

Baca Juga: Prancis akan Jadi Tuan Rumah Pembahasan Krisis Lebanon

3. Selain pertahanan, Jepang-Prancis sepakat untuk bekerja sama di berbagai bidang, termasuk perubahan iklim dan ekonomi

Perkuat Komitmen atas Indo-Pasifik, Macron Temui PM JepangPresiden Prancis Emmanuel Macron bertemu dengan Perdana Menteri Jepang Yoshihide Suga di Tokyo (24/7/2021). (Twitter.com/kantei)

Tidak hanya membahas keamanan, Suga dan Macron juga menggarisbawahi perlunya mengambil tindakan yang efektif dan cepat dalam memastikan akses yang adil ke vaksin COVID-19 secara global.

Mereka juga berjanji untuk melanjutkan kerja sama dalam memerangi pemanasan global menjelang pembicaraan perubahan iklim PBB yang dijadwalkan pada 31 Oktober-12 November di Glasgow, Skotlandia.

Selain itu, pemerintah Jepang dan Prancis sepakat akan berkomitmen meningkatkan dialog tentang cara-cara untuk mewujudkan kepentingan terbaik anak-anak ketika orang tua mereka berpisah, sebuah masalah yang disorot oleh Vincent Fichot, seorang warga negara Prancis yang berusia 39 tahun yang mengatakan istrinya yang berkebangsaan Jepang kabur dengan kedua anaknya.

Seperti yang diketahui, Fichot menjadi berita utama karena melakukan mogok makan di dekat stadion Olimpiade di Tokyo guna menarik perhatian pada hukum Jepang yang tidak mengizinkan hak asuh bersama ketika orang tua berpisah, dikutip dari Kyodo.

Dikutip dari laman Nikkei Asia, Di Jepang, hak asuh anak diberikan kepada salah satu orang tua setelah perceraian. Di Prancis, di mana hak asuh bersama adalah norma, dan peraturan Jepang dikritik karena mengizinkan orang tua Jepang untuk mengambil anak setelah mengakhiri pernikahan internasional.

Baca Juga: Prancis akan Jadi Tuan Rumah Pembahasan Krisis Lebanon

Rahmah N Photo Verified Writer Rahmah N

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Novaya

Berita Terkini Lainnya