Comscore Tracker

Tiongkok Akui Kemanjuran Vaksinnya Rendah? Ini Penjelasan Lengkap CDC

Tingkat kemanjuran vaksin COVID-19 sedang jadi pembahasan

Jakarta, IDN Times – Direktur Pusat Pengendalian Penyakit Tiongkok (CDC China) Gao Fu membantah klaim beberapa outlet media dan pengguna platform media sosial luar negeri yang menyebut dirinya mengakui bahwa vaksin COVID-19 Tiongkok memiliki tingkat perlindungan yang rendah.

Dalam pernyataannya di sebuah wawancara eksklusif dengan Global Times pada Minggu (11/4/2021), Gao mengatakan klaim tersebut adalah sebuah kesalahpahaman.

Baca Juga: Indonesia Gandeng Tiongkok Bantu Atasi Kekurangan Vaksin COVID-19

1. Penjelasan Direktur CDC

Tiongkok Akui Kemanjuran Vaksinnya Rendah? Ini Penjelasan Lengkap CDCLokasi kantor Sinovac (www.sinovac.com)

Dalam penjelasannya, Gao mengatakan bahwa apa yang disampaikannya adalah sebuah visi ilmiah di mana untuk meningkatkan kemanjuran vaksin, penyesuaian prosedur vaksinasi dan inokulasi berurutan dari berbagai jenis vaksin mungkin bisa dijadikan pilihan. Hal itu ia sampaikan ketika para ilmuwan di seluruh dunia membahas kemanjuran vaksin COVID-19.

“Tingkat perlindungan semua vaksin di dunia terkadang tinggi, dan terkadang rendah. Bagaimana meningkatkan kemanjurannya merupakan pertanyaan yang perlu dipertimbangkan oleh para ilmuwan di seluruh dunia,” kata Gao.

“Dalam hal ini, saya menyarankan agar kita dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan proses vaksinasi, seperti jumlah dosis dan interval dan mengadopsi vaksinasi berurutan dengan berbagai jenis vaksin,” lanjutnya.

2. Ada banyak yang harus dipelajari

Tiongkok Akui Kemanjuran Vaksinnya Rendah? Ini Penjelasan Lengkap CDCIlustrasi vaksin COVID-19 buatan Sinovac (Dokumentasi Sinovac)

Gao juga mengatakan bahwa karena ini adalah pertama kalinya manusia menemukan COVID-19, maka ada banyak masalah ilmiah yang harus dipelajari terkait vaksinasi.

“Ini juga pertama kalinya manusia divaksinasi dengan vaksin novel coronavirus. Semua prosedur vaksinasi yang kami adopsi sejauh ini didasarkan pada ekstrapolasi inokulasi vaksin virus lain sebelumnya, dan ekstrapolasi itu telah bekerja dengan cukup baik,” kata Gao.

“Namun ke depan, jika perlu melakukan perbaikan, kami dapat melakukan penyesuaian berdasarkan karakteristik virus corona baru dan situasi vaksinasi,” lanjutnya.

Baca Juga: Eksperimen Tiongkok Campur Vaksin COVID-19

3. Perkembangan proses pembuatan vaksin

Tiongkok Akui Kemanjuran Vaksinnya Rendah? Ini Penjelasan Lengkap CDCVaksin COVID-19 Sinovac pada 19 Juli 2020 tiba di Soetta dan langsung dibawa ke Bandung untuk segera mulai Uji Klinis oleh Biofarma dan FK Unpad. Dok. IDN Times/bt

Gao lebih lanjut mengatakan bahwa jika dunia mengikuti cara tradisional dalam mengembangkan vaksin, maka tidak akan mungkin memiliki vaksin dalam setahun.

“Tetapi para ilmuwan di seluruh dunia mengembangkan vaksin COVID-19 dalam beberapa bulan, yang merupakan pertama kalinya dalam sejarah dunia. Ada banyak pertanyaan ilmiah yang perlu dijawab,” kata Gao.

Ia juga menyebut bahwa Tiongkok telah menerbitkan pedoman edisi pertama tentang vaksinasi COVID-19 dan ini adalah pendekatan terbaik saat ini. Selain itu, Gao juga mengimbau orang-orang untuk mendapatkan suntikan vaksin karena manfaat vaksinasi jauh lebih besar daripada risikonya.

“Vaksin harus digunakan secara adil dan dunia harus berbagi vaksin. Jika dunia tidak berbagi vaksin, virus akan menyebar ke seluruh dunia,” katanya.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menetapkan syarat kemanjuran vaksin COVID-19 adalah 50 persen atau lebih, dan ambang batas kualifikasi untuk sebagian besar vaksin di dunia untuk dipasarkan adalah sekitar 70 persen atau lebih.

Baca Juga: [CEK FAKTA] Masker dari Tiongkok Berisi Cacing dan Ulat

Topic:

  • Rehia Sebayang
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya