Comscore Tracker

Di Negara Ini, Beri Makan Burung Merpati Liar Bisa Masuk Penjara

Bisa kena denda puluhan juta rupiah juga

Bangkok, IDNTimes - Bagi Kamu yang akan berwisata ke Thailand, ada baiknya untuk waspada saat memberi makan burung merpati di tempat umum. Pasalnya, memberi makan burung merpati di tempat publik kini dapat menyebabkan mereka dilanda masalah besar menyusul langkah pemerintah yang memperketat aturan melarang praktek itu akibat kekhawatiran yang memuncak berhubung masalah kesehatan dan populasi burung merpati yang berkembang biak dengan cepat.

1. Chiang Mai salah satu kota yang melarang, tapi kerap tidak digubris para turis juga

Di Negara Ini, Beri Makan Burung Merpati Liar Bisa Masuk Penjaratripadvisor.co.uk

Dikutip dari Reuters, Kota-kota di Thailand seperti Chiang Mai dan Bangkok mulai memperketat larangan bagi turis, untuk memberi makan burung merpati. Bagi yang melanggar, dendanya cukup besar. Tha Pae Gate menjadi salah satu objek wisata populer di Chiang Mai, Thailand. Di sana, banyak burung merpati liar mencari makan.

Sebenarnya wisatawan dilarang memberi makan merpati, papan larangan pun sudah terpasang. Namun masih banyak yang tidak mengindahkan. Turis yang ramai datang ke sana pun tak jarang ikut memberi makan burung merpati tersebut, karena memang ada penjual makanan burung di sekitar Tha Pae Gate.

2. Bangkok juga melakukan hal yang sama tapi tetap juga tak dipatuhi, payah!

Di Negara Ini, Beri Makan Burung Merpati Liar Bisa Masuk Penjaracitybirds.com

Larangan memberi makan merpati di tempat umum tak hanya muncul di Chiang Mai, tapi juga Bangkok. Seperti diberitakan Bangkok Post, pemerintah Bangkok akan memberlakukan hukuman yang sama dengan di Chiang Mai bagi para pelanggar.

Gubernur Bangkok Aswin Kwanmuang dilaporkan mengatakan bahwa kota itu tidak ingin menegakkan hukum, tetapi hanya memberlakukan hukuman yang tegas sebagai peringatan dan bertujuan untuk mendidik Kami hanya ingin menggunakan undang-undang ini untuk memperingatkan dan mendidik masyarakat.

Sementara pejabat dewan kota juga mengatakan hal yang sama bahwa cara terbaik untuk mengendalikan populasi burung merpati adalah tidak memberi makan burung. Instruksi juga dikeluarkan ke 50 distrik di Bangkok untuk menemukan cara mengurangi populasi merpati di daerah masing-masing.

Baca Juga: Anies Terancam Hukuman Penjara, BPN: Ini Pertunjukan Ketidakadilan

3. Akhirnya PM Thailand Turun Tangan dan membuat tindakan tegas

Di Negara Ini, Beri Makan Burung Merpati Liar Bisa Masuk PenjaraNewmandala.org

Tindakan tegas terhadap perbuatan memberi makan merpati di tempat umum diambil setelah Perdana Menteri Jen Prayut Chan-o-cha mengeluarkan perintah Rabu pekan kemarin bahwa Administrasi Metropolitan Bangkok (BMA) dan otoritas lokal lainnya menjalankan aturan itu.

"Perdana Menteri menginstruksikan semua lembaga untuk mencari cara membersihkan daerah itu tetapi burung merpati tidak dapat dihindari," kata juru bicara pemerintah Sansern Kaewkamnerd, dikutip dari Reuters. Petugas khawatir bahwa merpati mungkin menjadi penyebab penyakit dengan penyebaran melalui kotorannya, pada saat yang sama bahwa populasi burung yang tumbuh cepat telah menyebabkan gangguan bagi masyarakat.

4. Turis yang ketahuan akan di denda 25 ribu Baht (Rp 11,5 juta) atau pidana 3 bulan, ngeri kan?

Di Negara Ini, Beri Makan Burung Merpati Liar Bisa Masuk PenjaraPixabay.com/pereslavl

Dilansir dari Bangkokpost, otoritas setempat pun akhirnya akan memberlakukan aturan baru, bahwa pengunjung yang memberi makan merpati liar akan dikenakan denda maksimal hingga 25 ribu Baht atau sekitar Rp 11,5 juta atau dipenjara selama 3 bulan. Sedangkan untuk pedagang yang tetap menjual makanan burung, akan langsung didenda sampai 12 ribu Baht atau sekitar Rp 5,5 juta. Diharapkan wisatawan dan para pedagang pun bisa mengikuti aturan yang berlaku.

https://www.youtube.com/embed/5lhguO1njDw

Baca Juga: Burung Merpati Ini Dijadikan Sebagai Alat Kurir Narkoba

Reynaldi Situmorang Photo Community Writer Reynaldi Situmorang

Member IDN Times Community ini masih malu-malu menulis tentang dirinya

IDN Times Community adalah media yang menyediakan platform untuk menulis. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Topic:

  • Siantita Novaya

Just For You