Comscore Tracker

45 Ribu Orang Daftar Maraton Virtual di London, Peserta Lari Sendirian

Beberapa peserta kecewa karena maraton digelar virtual

Jakarta, IDN Times - Salah satu ajang maraton paling populer di dunia, London Marathon, sempat dinyatakan batal digelar karena pandemik COVID-19. Pengumuman yang disampaikan pada April lalu itu ternyata membuat para penikmat olahraga lari di berbagai negara merasa kecewa.

Pihak penyelenggara pun berusaha muncul dengan solusi lain. Pada bulan ini, mereka membuka kembali pendaftaran maraton, tapi dengan format berbeda. Para peserta nantinya akan berlari sendirian dengan menentukan masing-masing waktu yang dibutuhkan.

1. Tiket sudah ludes dengan lebih dari 45.000 orang mendaftarkan diri

45 Ribu Orang Daftar Maraton Virtual di London, Peserta Lari SendirianSebuah bioskop yang ditutup saat pandemik COVID-19 di London, Inggris. ANTARA FOTO/REUTERS/Henry Nicholls

Penyelenggara menyampaikan lewat Twitter, ada lebih dari 45 ribu orang telah membeli tiket maraton virtual itu. Mereka akan berlari pada 4 Oktober 2020 di jalur tertutup di kawasan taman London. Hanya saja, keikutsertaan massal layaknya dalam maraton pada umumnya dinyatakan terlarang.

Dengan membayar Rp393 ribu, peserta mendapatkan nomor lari, kaos dan medali. Peserta boleh berlari sepanjang 42 kilometer dan harus menyelesaikannya selama 24 jam. Jalur yang ingin diambil pun bersifat bebas selama sesuai dengan ketentuan panitia. 

Baca Juga: Fakta Menara London yang Menyimpan 6 Tragedi Mengerikan

2. Sambutan publik ternyata di luar dugaan

45 Ribu Orang Daftar Maraton Virtual di London, Peserta Lari SendirianPenumpang tiba di Bandara Heathrow saat Inggris mengumumkan karantina selama 14 hari untuk kedatangan internasional untuk menekan penyebaran virus corona di London, Britain, pada 8 Juni 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/Tobuy Melville

Walau tidak seperti maraton biasanya, rupanya format baru ini tidak menyurutkan minat publik. "Responsnya luar biasa dan semangat London Marathon akan bersinar cerah di seluruh penjuru dunia pada Minggu, 4 Oktober," kata Direktur Acara Virgin Money London Marathon Hugh Brasher, seperti dikutip Reuters.

"Kami percaya ini merupakan maraton virtual terbesar yang pernah diselenggarakan. Ini juga lomba paling inklusif dalam sejarah kami dengan para pelari mempunyai 23 jam, 59 menit dan 59 detik untuk bisa menyelesaikan jarak sepanjang 42 kilometer. Kami berharap bisa mendapatkan jutaan uang untuk amal dari para peserta dan kami menantikan waktu untuk membagikan cerita mereka," tambahnya.

Panitia mengatakan pelari Kenya yang memecahkan rekor dunia, Eliud Kipchoge dan Brigid Kosgei, akan kembali berpartisipasi dalam lomba lari ini. Selain itu, ada pelari dari 80 negara di dunia yang ikut berlomba.

3. Masih ada pelari yang menyesalkan keputusan panitia

45 Ribu Orang Daftar Maraton Virtual di London, Peserta Lari SendirianWarga berjalan dan bersepeda di sepanjang Broadway Market saat pandemik COVID-19 di London, Inggris, pada 9 Mei 2020. ANTARA FOTO/REUTERS/John Sibley

Walau antusiasme besar, tapi beberapa pelari tetap mengaku kecewa. Misalnya, Victoria Hart yang telah berlatih keras demi mempersiapkan diri untuk mengikuti maraton di ibu kota Inggris tersebut. Ia kecewa karena maraton tak akan berlangsung dengan dukungan para penonton dan format berbeda.

"Saya sempat merasa itu akan dibatalkan, tapi rasanya tetap kecewa apalagi setelah berlari ratusan kilometer, jadi saya tetap kecewa," kata dia kepada BBC Newsbeat pada awal Agustus lalu. "Sekarang dokter fisioterapi tutup dan saya tak bisa lari dengan orang lain." Walau begitu, ia tetap berniat menjadi peserta.

Sedangkan, Tom McCann dan Iain Moss mengambil keputusan berbeda karena tak merasa maraton virtual itu menarik. Ini terutama karena tidak ada orang-orang yang memberikan dukungan di sepanjang lintasan.

"Ide itu tak sesuai keinginan saya. Saya perlu cukup motivasi untuk menyelesaikan jarak 42 kilometer," ujar McCann. "Akan sulit bagi saya untuk tetap menjaga motivasi," tambah Moss.

Baca Juga: Jabar International Marathon 2019 Sekaligus Promosikan Pariwisata Jabar

Topic:

  • Rochmanudin

Berita Terkini Lainnya