Comscore Tracker

Banyak Fasilitas Hancur, Klaim Asuransi Hong Kong Capai Rp1 Triliun

Berbagai bangunan pribadi dan fasilitas umum rusak

Hong Kong, IDN Times - Unjuk rasa yang berakhir ricuh membuat berbagai bangunan dan fasilitas di Hong Kong rusak. Tak sedikit toko yang dibakar atau jadi target vandalisme sehingga membuat pemilik usaha harus menghentikan bisnisnya. Begitu juga dengan sejumlah fasilitas umum seperti stasiun kereta api yang dirusak oleh demonstran.

Menurut laporan South China Morning Post, ini membuat penyedia jasa asuransi kebanjiran klaim yang diajukan baik oleh individu maupun pemerintah. Jumlahnya pun tidak main-main yaitu mencapai Rp1 triliun lebih. Angka ini lebih tinggi dibandingkan klaim asuransi pada 2003 ketika Hong Kong dilanda virus SARS (sindrom pernapasan akut berat).

1. Klaim asuransi milik operator mass transit railway (MTR) menyentuh angka Rp179 miliar

Banyak Fasilitas Hancur, Klaim Asuransi Hong Kong Capai Rp1 TriliunPolisi huru-hara berjaga di sebuah stasiun MTR saat demonstrasi Hong Kong pada 8 September 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu

Seorang pakar asuransi mengatakan operator MTR Hong Kong sendiri kemungkinan mengajukan klaim sebesar Rp179 miliar. Ini karena sejumlah pemberhentian dari moda transportasi massal terbesar di Hong Kong tersebut pernah dibakar oleh pengunjuk rasa. Mereka juga menghancurkan mesin-mesin tiket serta mencoret-coret dinding.

Dilansir dari Reuters, setidaknya hingga pertengahan Oktober, operator MTR memutuskan untuk menutup seluruh stasiun pada pukul 21.00 atau tiga jam lebih awal dari jadwal normal. Ini untuk memberikan kesempatan kepada para tukang yang sedang melakukan perbaikan. Jaringan MTR sendiri biasanya mampu mengangkut sampai lima juta penumpang per hari.

2. Bank, hotel dan bisnis lainnya pun turut terganggu

Banyak Fasilitas Hancur, Klaim Asuransi Hong Kong Capai Rp1 TriliunPekerja membungkus gedung Bank Sentral Tiongkok dengan plastik untuk melindungi dari aksi vandalisme, di Hong Kong, pada 30 September 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Susana Vera

Selain itu, menurut federasi penyedia asuransi Hong Kong, banyak mesin ATM serta cabang-cabang dari pertokoan yang rusak sehingga akan ada pengajuan klaim lain sebesar Rp179 miliar.

Kemudian, klaim senilai Rp715 miliar pun kemungkinan akan diajukan oleh berbagai pemilik usaha yang hotel, toko serta bank mereka mengalami kerusakan akibat protes. Dua bank utama yang jadi sasaran demonstran adalah Bank of China dan ICBC.

Bank Sentral Tiongkok sampai menginstruksikan pekerja untuk membungkus salah satu gedung dengan plastik agar tidak dicoret-coret oleh demonstran. Pakar asuransi yang sama juga menyebut berbagai promotor yang konser atau pameran mereka gagal berlangsung karena faktor keamanan di tengah demonstrasi besar-besaran berpotensi mengajukan klaim asuransi. 

Baca Juga: Jumlah Kunjungan ke Hong Kong Terjun Bebas di Tengah Demonstrasi

3. Pemilik usaha siap menanggung kerugian jika penyedia asuransi menolak membayarkan semua klaim

Banyak Fasilitas Hancur, Klaim Asuransi Hong Kong Capai Rp1 TriliunSeorang pria memeriksa toko yang dirusak saat terjadi aksi protes anti pemerintah di hari Minggu, di Hong Kong, pada 21 Oktober 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Umit Bektas

Sedangkan, retailer jajanan Best Mark 360 mengaku akan menanggung kerugian apabila penyedia asuransi menolak untuk cover seluruh biaya kerusakan. Best Mark 360 sendiri mengaku dari 100 cabang di seluruh Hong Kong, ada sebanyak 59 di antaranya yang jadi korban vandalisme.

Manajemen dilaporkan sedang melakukan diskusi terkait kompensasi dengan pihak penyedia asuransi pada minggu lalu. Pakar asuransi menjelaskan bahwa beberapa penyedia jasa biasanya akan membayarkan klaim ketika fasilitas yang diasuransikan rusak akibat protes atau kerusuhan, sementara yang lainnya tidak.

4. Maskapai penerbangan Hong Kong mengalami kerugian selama demonstrasi

Banyak Fasilitas Hancur, Klaim Asuransi Hong Kong Capai Rp1 TriliunApi terlihat di Stasiun Tai Wai saat demonstrasi anti-pemerintahan pada Hari Nasional Tiongkok di Hong Kong pada 1 Oktober 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Jorge Silva/

Meski tak jadi target perusakan, sektor penerbangan Hong Kong ikut kena imbasnya. Pada akhir Agustus lalu, Hong Kong Airlines mengirimkan surat pemberitahuan kepada para staf yang berisi informasi memburuknya kondisi keuangan maskapai akibat demonstrasi. 

"Seperti yang kalian sadari, ratusan penerbangan kita menuju atau dari Hong Kong dibatalkan karena pertemuan publik yang terjadi di bandara...di mana ini berdampak terhadap aliran dana kita," tulis manajemen, seperti dilaporkan South China Morning Post.

Sebelumnya, CNBC melaporkan Qantas menjadi maskapai pertama yang mengumumkan pergantian ke pesawat-pesawat lebih kecil untuk penerbangan ke Hong Kong. Langkah ini diambil karena terjadi penurunan konsumen sebesar 10 persen.

Kemudian, United Airlines memutuskan menangguhkan penerbangan dari Chicago ke Hong Kong karena berkurangnya permintaan terbang dari konsumen. Bahkan, manajemen maskapai berencana menghentikan layanan dari Hong Kong.

5. Ribuan warga kehilangan pekerjaan

Banyak Fasilitas Hancur, Klaim Asuransi Hong Kong Capai Rp1 TriliunPengunjuk rasa anti pemerintah berlindung dari polisi anti huru hara di Tsim Sha Tsui, Hong Kong, pada 27 Oktober 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/Tyrone Siu

Warga lainnya juga kehilangan mata pencaharian seperti yang diungkapkan oleh Wakil Ketua Institution of Dining Art, Henry Ma, kepada South China Morning Post. Ia berkata bahwa anggota-anggota dari institusinya tak lagi mempekerjakan karyawan lepas.

Sedangkan, beberapa pekerja penuh waktu juga terpaksa diliburkan tanpa gaji karena pemilik restoran kesulitan mengoperasikan bisnis mereka secara normal. Di masa lalu, jika ada bisnis yang gagal, selalu ada yang siap mengambil alih.

Tapi, kini situasinya sudah berbeda. "Sekarang, sejauh ini tak ada yang mau mengambil alih [tempat-tempat kosong itu] berdasarkan suasana dan situasi ekonomi saat ini," kata dia. Demonstrasi sendiri sudah berjalan sejak Juni hingga saat ini.

Baca Juga: Ribuan Warga Hong Kong Kehilangan Pekerjaan Akibat Demonstrasi

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya