Comscore Tracker

Komedian Sekaligus Capres Ukraina Tantang Lawan Tes Narkoba

Ia juga menantang debat di Stadion Olimpiade Kiev

Kiev, IDN Times - Calon presiden Ukraina sekaligus komedian Volodymyr Zelenskiy menantang lawannya yang merupakan petahana Petro Poroshenko untuk melakukan debat dan tes narkoba. Seperti dilaporkan Euro News, Zelenskiy mengunggah sebuah video berisi tantangan tersebut pada Rabu (3/4).

Dalam video itu, komedian yang kerap memerankan karakter presiden Ukraina itu memberikan tantangan kepada Poroshenko agar keduanya melakukan debat di Stadion Olimpiade Kiev. Sebelumnya, mereka juga harus mengikuti tes narkoba.

1. Poroshenko menerima tantangan debat Zelenskiy

Komedian Sekaligus Capres Ukraina Tantang Lawan Tes NarkobaANTARA FOTO/Mikhail Palinchak/Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS

"Saya berikan Anda waktu 24 jam untuk memutuskan. Pikiran ini," kata Zelenskiy yang tampak memakai setelah jas dan sedang berdiri di tengah stadion kosong. Di akun Facebook untuknya berkampanye juga terlihat ada jam yang menghitung mundur.

Mengetahui ini, Poroshenko merespons lewat akun Twitter pribadinya. Ia menjelaskan bahwa berdasarkan aturan Pemilu, debat seharusnya dilakukan di stasiun televisi publik Ukraina. Namun, akhirnya ia tetap menerima tantangan Zelenskiy. "Kalau memang harus stadion, baiklah," ucapnya.

2. Selain debat, tantangan lain adalah tes narkoba

Komedian Sekaligus Capres Ukraina Tantang Lawan Tes Narkobainstagram.com/zelenskiy_official

Zelenskiy sendiri memberikan tantangan berikutnya kepada Poroshenko pada Kamis (4/4). Sebelum debat, Zelenskiy ingin keduanya menjalani tes narkoba dan alkohol. Juru bicara kampanye Poroshenko, Oleg Medvedev, menjawab tantangan itu dengan berkata pihaknya akan "menanti besok pada pukul 09.00...di pusat medis Stadion Olimpiade untuk memberikan semua analisis yang penting, termasuk pemakaian alkohol dan narkoba".

Ketika tes narkoba dan alkohol sudah dipastikan, jadwal debat sendiri masih simpang siur. Begitu juga dengan jumlah orang yang akan hadir di stadion tersebut. Tempat itu bisa menampung sampai lebih dari 70.000 kursi. Media Ukraina pun ramai memberitakan kontestasi keduanya yang jauh dari kata konvensional.

Baca Juga: Pemilu Ukraina: Petahana Melawan Komedian dan Diprediksi Kalah

3. Zelenskiy, kandidat sekaligus komedian yang tanpa pengalaman politik, meraih mayoritas suara

Komedian Sekaligus Capres Ukraina Tantang Lawan Tes Narkobainstagram.com/zelenskiy_official

Popularitas Zelenskiy sebagai capres membuat banyak pihak terkejut. Pada pemungutan suara putaran pertama, ia mampu unggul dibandingkan semua lawan. Poroshenko sendiri berakhir di belakangnya. Pemilu pun berlanjut ke putaran kedua.

Zelenskiy adalah kandidat sekaligus komedian yang tak punya pengalaman politik sama sekali. Masih banyak yang mempertanyakan posisinya dalam berbagai isu. Masyarakat secara umum juga tak tahu apa saja program-program yang diusungnya. Poroshenko sendiri menuding Zelenskiy hanya bermulut besar.

4. Rakyat frustrasi terhadap pemerintahan saat ini

Komedian Sekaligus Capres Ukraina Tantang Lawan Tes NarkobaANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich

Ketenaran Zelenskiy di bilik suara tak bisa dilepaskan dari kemarahan dan frustrasi masyarakat terhadap marak nya korupsi di tubuh pemerintah. Berdasarkan poling, mereka lelah setelah bertahun-tahun mengalami peningkatan biaya hidup, lambannya reformasi, dan konflik dengan separatis yang didukung Rusia di wilayah timur Ukraina.

Rasa muak terhadap Poroshenko pun mendorong mereka menginginkan wajah baru sebagai pemimpin. Apalagi, dalam acara komedinya, Zelenskiy memerankan karakter seorang guru yang berhasil menjadi presiden, karena ceramahnya soal korupsi menjadi viral. Ini semacam sentilan kepada pemerintah saat ini.

5. Poroshenko diprediksi akan membalikkan keadaan

Komedian Sekaligus Capres Ukraina Tantang Lawan Tes NarkobaANTARA FOTO/REUTERS/Valentyn Ogirenko

Karena Zelenskiy yang tidak berpengalaman di dunia politik dan pemerintahan, ia diyakini akan kesulitan dalam debat. Apalagi Zelenskiy selama ini menjalankan strategi di mana ia menolak wawancara atau konferensi pers dengan media. Strategi ini mampu mengantarnya mendapatkan sebagian besar suara pemilih.

Baca Juga: Surogasi, Praktik "Titip" Kehamilan yang Kian Marak di Ukraina

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya