Comscore Tracker

Pelaku Kekerasan di Korea Selatan Dilarang Nikahi Perempuan Asing

42 persen istri di Korea Selatan jadi korban kekerasan

Seoul, IDN Times - Korea Selatan bersiap untuk mengamandemen hukum yang mengatur tentang kekerasan dalam rumah tangga. Dalam peraturan yang baru tersebut, laki-laki dengan catatan pernah melakukan tindak kekerasan akan dilarang untuk memperistri perempuan asing.

Kantor beritaYonhap melaporkan pada Kamis (10/10) bahwa Kementerian Hukum Korea Selatan mengonfirmasi rencana itu. Pengumuman lebih lanjut mengenai pemberlakuannya akan disampaikan pihak kementerian pada Senin mendatang (14/10).

1. Insiden Juli lalu melatarbelakangi amandemen tersebut

Pelaku Kekerasan di Korea Selatan Dilarang Nikahi Perempuan AsingIlustrasi perempuan memakai Hanbok atau baju tradisional Korea di Seoul. unsplash.com/Kseniya Petukhova

Langkah untuk melarang laki-laki Korea Selatan menikahi perempuan berkewarganegaraan asing diambil pemerintah setelah publik di negara itu dikejutkan oleh insiden pada Juli lalu. Sebuah video beredar di internet yang memperlihatkan seorang suami memukuli istrinya di depan anak-anak mereka.

Si suami adalah warga Korea Selatan, sedangkan istrinya merupakan orang Vietnam. Masyarakat pun geram dengan kekerasan dalam rumah tangga yang selalu menghantui para istri berkebangsaan asing di negara tersebut.

Baca Juga: Baru Bebas, Pria Singapura Ini Kembali Lecehkan Anak Perempuan

2. Pemerintah mengetatkan aturan imigrasi

Pelaku Kekerasan di Korea Selatan Dilarang Nikahi Perempuan AsingIlustrasi kekerasan dalam rumah tangga. unsplash.com/Sydney Sims

Oleh karena itu, sebagai bagian dari peningkatan sistem imigrasi serta pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, pemerintah menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan amandemen undang-undang.

Dalam Undang-undang Pengendalian Imigrasi yang diamandemen, warga yang punya catatan hukum pernah terbukti melakukan kekerasan dalam rumah tangga diharamkan mengajak orang asing pindah ke Korea Selatan dengan tujuan untuk menikahinya. Lamanya hukuman atau kapan waktu kejahatan dilakukan tidak jadi pertimbangan.

3. Pelaku kejahatan lain pun menjadi subyek aturan yang baru

Pelaku Kekerasan di Korea Selatan Dilarang Nikahi Perempuan AsingIlustrasi perempuan korban kekerasan. unsplash.com/Melanie Wasser

Tidak hanya mereka dengan catatan pernah melakukan kekerasan yang harus mematuhi peraturan baru itu. Kementerian menyatakan siapa pun yang pernah menjadi pelaku penyiksaan terhadap anak dalam sepuluh tahun terakhir, atau siapa saja yang dipenjara dalam kurun waktu tersebut, akan menjadi subyek hukum tersebut.

Amandemen akan berlaku mulai Oktober tahun depan. Pemerintah berencana untuk melakukan sosialisasi terlebih dulu pada April 2019 setelah semua kelengkapan hukum mendapatkan persetujuan.

4. Hampir separuh istri asing yang menikahi suami Korea Selatan mengaku sebagai korban kekerasan

Pelaku Kekerasan di Korea Selatan Dilarang Nikahi Perempuan AsingIlustrasi perempuan korban kekerasan. unsplash.com/Volkan Omez

Menurut studi Komnas HAM Korea Selatan pada 2018 yang dikutip The Guardian, dari 920 istri berkewarganegaraan asing yang menikahi laki-laki lokal, sebanyak 42 persen mengaku mengalami kekerasan dalam rumah tangga. Sedangkan sebanyak 68 persen berkata mengalami tindak seksual yang tidak diinginkan.

Video yang bersirkulasi pada Juli itu dianggap menegaskan lemahnya posisi istri dengan paspor non-Korea Selatan di negara itu. Si pelaku yang sudah ditangkap terekam meninju kepala dan perut korban sambil berkata,"Bukankah aku sudah bilang kalau kamu tidak sedang di Vietnam?"

Korban berhasil merekam kejahatan pelaku dengan kamera handphone yang ia sembunyikan di tas di rumah mereka. Dokter yang merawatnya mengatakan dia menderita retak di bagian tulang rusuk. Sementara itu, anak keduanya yang masih berusia dua tahun tampak menangis menyaksikan apa yang dialami ibunya.

Baca Juga: Studi PBB: Rumah Justru Tempat Paling Berbahaya Bagi Perempuan

Topic:

  • Anata Siregar

Just For You