Pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un Masih Mungkin Terjadi

Galau banget presiden satu ini~

Washington DC, IDN Times - Donald Trump menarik ucapannya terkait pertemuan dengan Kim Jong-un. Melalui sebuah cuitan, Trump mengatakan bahwa ada "satu tim dari Amerika Serikat yang telah sampai di Korea Utara" untuk membicarakan pertemuan antara dirinya dan Kim Jong-un yang akan digelar di Singapura pada 12 Juni mendatang.

1. Delegasi Amerika Serikat berisi sejumlah diplomat top

Pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un Masih Mungkin TerjadiANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria

Dikutip dari CNN, delegasi Amerika Serikat berangkat menuju Korea Utara pada Minggu (27/5). Tiga pejabat senior negara itu menyebut ada beberapa diplomat top yang terlibat dalam perencanaan substansi pertemuan antara Trump dan Kim.

Salah satu diplomat yang menjadi anggota delegasi adalah Duta Besar Amerika Serikat untuk Filipina, Sung Kim. Sebelumnya ia adalah orang nomor satu di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Seoul. Kim akan berdialog dengan Choe Son-hui yang merupakan diplomat top Korea Utara yang sudah veteran dalam urusan dengan Amerika Serikat.

Baca Juga: Trump Batalkan Pertemuan dengan Kim Jong-un

2. Masih belum ada kejelasan tentang bagaimana denuklirisasi akan dilakukan

Pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un Masih Mungkin Terjaditwitter.com/WhiteHouse

Salah satu topik utama yang masih menjadi tarik-ulur antara Trump dan Kim adalah tentang denuklirisasi Semenanjung Korea. Kim memang sempat menyatakan pihaknya siap dengan rencana itu, tapi hingga kini tidak ada kepastian apakah ia benar-benar akan meninggalkan semua senjata nuklirnya.

Keraguan ini juga muncul karena Trump mengindikasikan bahwa sanksi kepada Korea Utara akan dihapus begitu terbukti Kim tak lagi punya ambisi meneruskan program nuklirnya. Sementara itu, Kim diyakini tidak akan begitu saja menuruti tuntutan Amerika Serikat.

3. Trump sempat mengumumkan pembatalan pertemuan keduanya

Pertemuan antara Donald Trump dan Kim Jong-un Masih Mungkin TerjadiANTARA FOTO/REUTERS/Carlos Barria

Diteruskannya perencanaan pertemuan tersebut berbeda dengan apa yang ditunjukkan oleh Trump pada minggu lalu. Dalam sebuah surat terbuka kepada Kim, Trump menegaskan ia tak bisa bertemu dengan Kim sesuai jadwal karena "tidak tepat".

Pernyataan Trump tidak bisa dipisahkan dari perang komentar antara Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence, dan Wakil Menteri Luar Negeri Korea Utara, Choe Son-hui. Choe mengancam,"Entah Amerika Serikat akan menemui kami di ruang pertemuan atau menghadapi kami dalam perang nuklir benar-benar tergantung kepada keputusan dan perilaku Amerika Serikat."

Choe sendiri disebut hanya menanggapi Wakil Presiden Amerika Serikat, Mike Pence. Ketika melakukan wawancara dengan Fox News terkait rencana pertemuan Trump dengan Kim, Pence menggunakan "model Libya" sebagai referensi.

Menurut Pence, pemerintah Amerika Serikat siap mengakhiri Kim Jong-un memakai cara yang telah digunakan terhadap diktator Libya, Muammar Gaddafi, pada 2011 ketika NATO mendukung penggulingannya hingga kemudian ia mati di tangan para pemberontak.

Baca juga: Tiongkok Sambut Baik Pertemuan Kim Jong-un dan Moon Jae-in

Topik:

Berita Terkini Lainnya