Presiden Korsel Tonton Siaran Langsung Pertemuan Trump dan Kim Jong-un

Ia mengaku susah tidur pada malam sebelumnya karena gugup.

Seoul, IDN Times - Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, tidak mau melewatkan pertemuan bersejarah antara Donald Trump dan Kim Jong-un. Meski tak berada di Singapura, tapi Moon menyaksikan pertemuan tersebut melalui siaran langsung di televisi dan memiliki harapan tersendiri.

1. Ia menunda rapat kabinet selama 10 menit

Presiden Korsel Tonton Siaran Langsung Pertemuan Trump dan Kim Jong-unYonhap

Dikutip dari Yonhap, Moon sempat menghentikan rapat kabinet mingguan yang digelar setiap Selasa pagi khusus untuk menonton perjumpaan pertama antara Kim dan Trump di Hotel Capella.

Ia ditemani oleh sejumlah anggota kabinet dan tampak senang dengan apa yang disaksikannya di layar kaca. Setelah beberapa menit, Moon berkata kepada yang hadir di ruangan,"Aku rasa perhatian semua rakyat kita sekarang harus diarahkan ke Singapura."

2. Moon berharap pertemuan berjalan baik

Presiden Korsel Tonton Siaran Langsung Pertemuan Trump dan Kim Jong-unChannel News Asia

"Aku juga tak bisa tidur semalam," ungkapnya kepada media. Moon sendiri berharap agar ada hasil yang sesuai harapan dari pertemuan bilateral itu, termasuk tentang isu utama mengenai persenjataan nuklir Korea Utara.

"Aku, dan seluruh rakyat kami, secara tulus berharap ini akan jadi pertemuan yang sukses dan membuka sebuah era baru yaitu denuklirisasi, perdamaian dan hubungan baru sepenuhnya antara Korea Selatan, Korea Utara dan Amerika Serikat," tambahnya.

3. Ia menilai butuh proses panjang setelah pertemuan bilateral terjadi

Presiden Korsel Tonton Siaran Langsung Pertemuan Trump dan Kim Jong-unANTARA FOTO/The Presidential Blue House/Handout via REUTERS

Moon secara realistis mengakui bahwa pertemuan yang berjalan beberapa jam dan untuk pertama kalinya tidak akan bisa menyelesaikan semua persoalan. Oleh karena itu, ia terbuka pada kemungkinan adanya kelanjutan dialog antara tiga negara.

Ia berkata,"Permusuhan yang berakar dalam dan isu nuklir Korea Utara tak bisa diselesaikan dalam satu aksi saja dalam sebuah pertemuan antara para pemimpin. Bahkan setelah keduanya membuka dialog, kita akan membutuhkan sebuah proses panjang yang mungkin membutuhkan waktu satu tahun, dua tahun atau lebih lama lagi untuk benar-benar mengatasi masalah yang ada."

4. Presiden Korea Selatan itu dipuji karena kemampuan diplomasinya

Presiden Korsel Tonton Siaran Langsung Pertemuan Trump dan Kim Jong-unANTARA FOTO/The Presidential Blue House/Handout via REUTERS

Banyak yang meyakini pertemuan antara Trump dan Kim takkan bisa terjadi tanpa campur tangan Moon. Ia mengadopsi kebijakan luar negeri yang dikenal dengan nama "Sunshine Policy" terhadap Korea Utara.

Dalam kebijakan itu, Korea Selatan wajib merangkul rezim di Korea Utara melalui berbagai bentuk komunikasi dan kerja sama. Tujuannya agar Korea Utara melunak dan bersedia diajak negosiasi. Moon sudah melakukannya sejak mengundang para petinggi Korea Utara ke Olimpiade Pyeong-Chang.

Kemudian, Moon dan Kim juga melakukan dialog dalam Pertemuan Antar Korea pada April lalu. Salah satu yang dibahas adalah tentang denuklirisasi Semenanjung Korea. Pertemuan keduanya terjadi lagi pada akhir Mei.

Ia bahkan berkunjung ke Washington untuk mendiskusikan hasil pertemuannya dengan Kim dan menegaskan bahwa komunikasi level tertinggi antara Amerika Serikat dan Korea Utara sangat penting untuk dilakukan.

Dilansir dari Bloomberg, Moon menegaskan bahwa,"Tujuan utama kami adalah kemakmuran bersama antara Korea Selatan dan Korea Utara. Baik itu denuklirisasi maupun perdamaian, yang sedang kami coba raih adalah kemakmuran bersama."

Topik:

  • Faiz Nashrillah

Berita Terkini Lainnya