Comscore Tracker

Kudeta Myamar, Menlu Indonesia Desak Adanya Dialog Inklusif

Indonesia merespons kudeta yang terjadi di Myanmar

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu) Indonesia Retno Marsudi merespons soal kudeta yang terjadi di Myanmar. Ia meminta agar diadakannya dialog inklusif antara Tatmadaw (militer Myanmar) dan National League for Democracy (partai politik di Myanmar) secepatnya.

"Kita mendesak agar demokrasi dikembalikan dan kita meminta agar the will and the interest of people is respected, kemudian kita juga mendesak dilakukannya dialog inklusif di antara mereka, terutama antara NLD dan TMD, Tatmadaw," ujar Retno dalam dalam diskusi virtual Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI) bersama IDN Times, Sabtu (6/3/2021).

1. Agar dialog terselenggara, perlu situasi kondusif

Kudeta Myamar, Menlu Indonesia Desak Adanya Dialog InklusifPendukung militer Myanmar membawa spanduk dan bendera saat reli di Yangon, Myanmar, Kamis (25/2/2021). ANTARA FOTO/REUTERS/Stringer

Kendati meminta diadakannya dialog, Retno juga menjabarkan bahwa diperlukan situasi yang kondusif agar dialog bisa terselenggara. Tidak cuma itu, ia juga meminta agar tahanan politik di Myanmar dilepaskan.

"Untuk dapat dilakukannya dialog, sekali lagi diperlukan kondisi kondusif, termasuk kondisi kondusif ini, kita lihat, harus dilepaskannya tahanan-tahanan politik," ujar Retno.

Baca Juga: Kemlu: WNI yang Ingin Keluar dari Myanmar Bisa Gunakan 2 Maskapai

2. Retno sempat lakukan diplomasi dengan anggota negara ASEAN yang lain

Kudeta Myamar, Menlu Indonesia Desak Adanya Dialog InklusifIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Retno juga mengungkapkan, ia sempat mengadakan shuttle diplomacy selama dua minggu bersama negara ASEAN yang lain. Tidak hanya itu, ia juga menggelar pertemuan informal dengan negara-negara ASEAN yang lain.

Dari situ, lahirlah tiga pesan dari negara-negara ASEAN. Apa saja isi pesan itu?

"Kita sudah lakukan pertemuan informal ASEAN minggu lalu, dan hampir semua negara ASEAN mengirimkan pesan paling tidak tiga, stop use of force, pelepasan tahanan politik, dan juga meng-encourage terjadinya dialog," ujar Retno.

3. Retno masih jalin komunikasi dengan berbagai pihak

Kudeta Myamar, Menlu Indonesia Desak Adanya Dialog InklusifIDN Times/Teatrika Handiko Putri

Retno pun menyayangkan pesan dari negara-negara ASEAN ini belum direspons dengan positif oleh Myanmar. Oleh karena itu, hingga kini ia masih menjalin komunikasi intens dengan beberapa pihak.

"Kita berusaha melakukan komunikasi dengan semua pihak di lapangan agar kita dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi lapangan," ujar Retno.

4. Menlu Retno sempat meminta agar Myanmar tak gunakan kekerasan hadapi demonstran

Kudeta Myamar, Menlu Indonesia Desak Adanya Dialog InklusifIDN Times/ Helmi Shemi

Kementerian Luar Negeri menyerukan agar aparat militer di Myanmar tidak menggunakan kekerasan dalam menghadapi demonstran. Sehingga, tidak perlu lagi jatuh korban jiwa.

"Indonesia menyerukan agar aparat keamanan tidak menggunakan kekerasan dan menahan diri guna menghindari lebih banyak korban jatuh. Serta mencegah situasi tidak semakin buruk," tulis Kemlu dalam pernyataan resmi pada 28 Februari 2021 lalu.

Kemlu mengatakan Indonesia sangat prihatin atas meningkatnya kekerasan di Myanmar yang telah memakan korban jiwa. "Ucapan duka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada korban dan keluarganya," tulis mereka lagi.

Baca Juga: Demonstran Myanmar Lawan Polisi Pakai Jemuran Pakaian Wanita

Topic:

  • Dwifantya Aquina

Berita Terkini Lainnya