Comscore Tracker

[VIDEO] Detik-detik Korut Ledakan Gedung Kantor Gabungan yang Kosong

Gedung itu dibangun Korsel dengan biaya Rp117 miliar

Jakarta, IDN Times - Di tengah pandemik COVID-19, Korea Utara melakukan aksi paling provokatif terhadap Korea Selatan. Pada Selasa (16/6) kemarin, militer Korut meledakan kantor gabungan yang digunakan oleh kedua negara untuk berkomunikasi dan pada akhirnya bisa mendorong proses reunifikasi. 

Media milik Pemerintah Korut dan dikutip stasiun berita CNN, melaporkan gedung setinggi empat lantai itu terletak di Kota Kaesong yang masuk zona demiliterisasi. Laman Time melaporkan gedung itu diresmikan pada 2018 lalu dan dibangun dengan biaya dari Korsel senilai US$8,3 juta atau setara Rp117 miliar. 

Saat diledakan, gedung itu memang sedang kosong sejak tiga bulan terakhir karena pandemik virus corona. Peledakan gedung yang memiliki makna simbolis itu terjadi tak lama usai Korut mengancam akan melakukan serangan militer ke Korsel. 

Sementara, Pemerintah Korsel mengatakan akan merespons sama kuatnya bila Korut terus melanjutkan aksi provokatifnya tersebut. Menurut Korsel, apa yang dilakukan Korut telah mengabaikan harapan warga kedua negara agar tercipta perdamaian di Semenanjung Korea. 

Menurut laporan stasiun berita KCNA, Korut meledakan gedung empat lantai itu karena beredarnya selebaran anti-Pyongyang. Adik Kim Jong-Un, Kim Yo-jong mengatakan Seoul selama ini diam-diam membiarkan aksi tersebut. 

Berikut video yang menggambarkan detik-detik gedung empat lantai itu diledakan oleh Korut dan diperoleh dari akun khusus yang membahas mengenai Korut @nknewsorg.

Usai peledakan gedung itu, Korut akan terus melanjutkan aksi lainnya dengan kembali melakukan latihan militer. Mereka juga akan menghidupkan kembali pos penjagaan di area perbatasan. Semua hal itu seolah-olah membatalkan begitu saja kesepakatan perdamaian yang telah dicapai kedua negara Korea dua tahun lalu. 

Baca Juga: Korea Utara Ungkap Alasan Peledakan Kantor Gabungan

Topic:

  • Santi Dewi
  • Jumawan Syahrudin

Berita Terkini Lainnya