Comscore Tracker

Ngeyel, Jutaan Warga AS Ngotot Mudik Jelang Perayaan Thanksgiving

Padahal, lebih dari 13 juta orang di AS telah terpapar COVID

Jakarta, IDN Times - Meski sudah diwanti-wanti, jutaan warga Amerika Serikat ngeyel memilih mudik ke kampung halaman jelang perayaan Thanksgiving yang jatuh pada Kamis (26/11/2020). Berdasarkan data, tiga juta warga Negeri Paman Sam memilih mudik menggunakan pesawat dari Jumat hingga Minggu pekan lalu. 

Stasiun berita BBC hari ini melaporkan, kenyataan itu memukul tenaga kesehatan di AS. Sebab, kasus baru diperkirakan akan melonjak usai perayaan di mana keluarga berkumpul untuk makan bersama itu. Data dari World O Meter menyatakan,  13,1 juta warga AS sudah terpapar COVID-19. Sebanyak 268.219 pasien di antaranya meninggal dunia. Negeri Paman Sam pun hingga kini masih tercatat sebagai episentrum dunia. 

Pakar penyakit kesehatan menular Dr. Anthony Fauci mengatakan, warga yang memilih pulang kampung dengan pesawat membuat situasi pandemik di AS makin memburuk di bandingkan saat ini. Walau angka Thanksgiving 2019 turun separuh, tetapi ini merupakan pergerakan warga dalam jumlah besar tertinggi setelah Maret lalu. 

"Bila Anda memiliki anggota keluarga yang sudah lansia atau memiliki penyakit komorbid, yang menempatkan mereka dalam situasi berisiko, tanyakan ke diri Anda sendiri apakah tepat menerima banyak orang dalam waktu bersamaan yang datang dari berbagai wilayah, setelah melalui kerumunan orang di bandara, lalu menumpang pesawat, dan tiba di rumah?" tanya Fauci ketika diwawancarai oleh stasiun berita CBS News kemarin. 

Menurut Fauci, peluang untuk terjadinya penularan virus corona semakin tinggi, bila anggota keluarga yang berkunjung sesungguhnya sudah terpapar COVID-19, namun tidak menunjukkan gejala apapun. 

"Bila Anda masuk ke dalam kategori itu, mungkin Anda ingin berpikir ulang (untuk menerima anggota keluarga lain yang bukan tinggal satu rumah)," kata pria yang sempat menjadi anggota satgas COVID-19 di Gedung Putih. 

Sementara  itu, tenaga kesehatan di Negeri Paman Sam merasa kecewa, karena permohonan mereka kepada warga agar tak mudik jelang Thanksgiving, justru tidak didengar. 

"Saya seorang dokter unit gawat darurat di Arizona dan rumah sakit tempat kami bekerja kini kewalahan menangani pasien COVID-19," cuit dokter pemilik akun @Cleavon_MD pada 22 November 2020 lalu. 

Apa langkah Pemerintah AS untuk mengantisipasi lonjakan kasus COVID-19 usai perayaan Thanksgiving?

1. Warga AS tetap memilih mudik ke kampung halaman karena yakin patuhi protokol kesehatan

Ngeyel, Jutaan Warga AS Ngotot Mudik Jelang Perayaan ThanksgivingRuang freezer untuk menyimpan ayam turkey jelang perayaan Thanksgiving (ANTARA FOTO/REUTERS/Emily Elconin)

Banyak warga AS yang merasa tidak boleh melewatkan berkumpul dengan keluarga saat perayaan Thanksgiving tahun ini. Meski tahun ini AS masih dilanda pandemik COVID-19, tetapi mereka yakin bisa kembali ke kampung halaman dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. 

"Saya berusaha untuk menjaga diri selama dua minggu supaya tidak membawa penyakit bagi keluarga. Saya juga (melakukan) tes COVID-19 beberapa kali untuk memastikan saya sehat. Bila tidak (sehat) maka saya tidak akan memutuskan untuk pulang," kata mahasiswi bernama Karla Paredes seperti dikutip laman VOA News. 

Sementara, warga Missouri, Lydia Lee mengakui tetap mudik di saat pandemik, walau bukan keputusan mudah.

"Saya sudah pernah kena corona, begitu juga saudari-saudari saya. Jadi, saya merasa aman," ungkap Lee. 

Namun, ia mengaku tetap khawatir karena menurut informasi, orang yang sudah pulih dari COVID-19 ternyata bisa tertular virus Sars-CoV-2 untuk kedua kalinya. Pensiunan dari Tucson, Arizona, Stephen Browning mengaku akan terbang ke Seattle untuk menemui adik perempuannya. 

Bentuk pencegahan yang dilakukan keluarga yaitu bila biasanya aktivitas makan bersama diikuti oleh 30 orang, tahun ini hanya diikuti oleh 10 orang. Semua anggota keluarga yang ikut dalam perayaan Thanksgiving diwajibkan mengikuti tes COVID-19.  Dia pun tak berencana melepas masker selama berada di dalam pesawat. 

"Ini merupakan penerbangan pertama sejak Desember 2019. Jadi iya saya tetap khawatir. Tetapi, mayoritas maskapai kini sudah lebih bertanggung jawab dan mewajibkan penumpangnya mengenakan masker," kata Browning yang dikutip dari kantor berita Associated Press

Baca Juga: Ini Upaya Anies Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Usai Libur Panjang

2. Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) sudah memperingatkan kasus bisa naik bila tetap pulang kampung

Ngeyel, Jutaan Warga AS Ngotot Mudik Jelang Perayaan ThanksgivingIlustrasi pelancong memadati jalan raya jelang perayaan Thanksgiving di Chicago, Illinois, Amerika Serikat (ANTARA FOTO/REUTERS/Kamil Krzaczynski)

Sebelumnya, Badan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Amerika Serikat, memperingatkan warga Negeri Paman Sam agar tak mudik ke kampung halaman jelang perayaan Thanksgiving. Mereka berpotensi akan menyebabkan lonjakan kasus baru lantaran bertemu dengan orang lain yang tak tinggal satu rumah. 

Kasus harian di Negeri Paman terus bertambah dan menciptakan rekor. Bahkan, dalam sehari bisa ditemukan lebih dari 170 ribu kasus positif COVID-19. Angka kematian per harinya mencapai 1.500.

Ini merupakan angka tertinggi sejak musim semi lalu. Lebih dari 1/4 warga AS meninggal akibat COVID-19 dan tidak ada tanda bahwa angka tersebut akan melambat. 

Ketika penerbangan antar negara bagian tetap dibuka, penerbangan dengan rute internasional dianggap masih lebih berbahaya. Itu sebabnya data penerbangan di Eropa pada September 2020 menurun hingga 83 persen bila di banding tahun 2019. Situasi itu semakin parah, lantaran masih banyak negara yang menerapkan pembatasan perjalanan. 

Salah satu pasangan AS yang mengurungkan niat untuk kembali ke kampung halamannya dari luar negeri adalah Alejandro Zuniga dan tunangannya, Megan Muhs. Keduanya kini tinggal di Costa Rica dan sempat berpikir ingin mudik ke Wisconsin untuk merayakan Thanksgiving. Tetapi, mereka akhirnya membatalkan niat itu. 

"Tidak ada penerbangan internasional yang terlihat aman saat ini," ungkap Zuniga. 

3. Pemerintah negara bagian memberlakukan pembatasan jelang perayaan Thanksgiving

Ngeyel, Jutaan Warga AS Ngotot Mudik Jelang Perayaan ThanksgivingIlustrasi ayam kalkun yang akan disajikan saat perayaan Thanksgiving (ANTARA FOTO/REUTERS/Hannah McKay)

Demi mencegah lonjakan kasus COVID-19 saat Thanksgiving, otoritas di masing-masing negara bagian memberlakukan pengetatan pembatasan pergerakan. Kantor berita Anadolu melaporkan otoritas di California mewajibkan siapapun yang datang dari luar area itu menjalani karantina mandiri selama dua pekan.

Negara bagian Nevada juga membatasi jam operasi restoran dan jumlah pertemuan yang sifatnya pribadi. 

Sementara, di Los Angeles dan San Diego dilarang ada acara makan malam secara tatap muka. Begitu juga warga yang tiba di Connecticut. Mereka diwajibkan mengisi formulir mengenai catatan kesehatan dan melakukan karantina mandiri selama 14 hari. Bila dilanggar, maka otoritas setempat akan mengenakan denda US$500 atau setara Rp7 juta. 

https://www.youtube.com/embed/kgtsI80XpPA

Baca Juga: Kasus Positif COVID-19 di AS Terus Pecahkan Rekor Setelah Pilpres

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya