Comscore Tracker

Pesan Jokowi untuk Shinzo Abe yang Mundur sebagai PM Jepang

Jokowi kali pertama bertemu Shinzo Abe tahun 2015

Jakarta, IDN Times - Presiden Joko "Jokowi" Widodo mengucapkan pesan khusus bagi Shinzo Abe yang memilih mundur sebagai Perdana Menteri pada Jumat, 28 Agustus 2020. Ia mengatakan, Abe merupakan satu dari beberapa pemimpin dunia yang ditemuinya usai dilantik menjadi Presiden. Pertemuan pertamanya terjadi pada 2015, ketika Jokowi melakukan kunjungan kenegaraan ke Negeri Sakura. 

"PM Abe salah satu pemimpin dunia yang saya temui ketika saya terpilih menjadi Presiden Indonesia tahun 2014. Di bawah kepemimpinannya, kami menyaksikan hubungan bilateral yang lebih kuat antara Jepang dengan Indonesia," demikian twit Jokowi dalam akun Twitter-nya menggunakan Bahasa Inggris pada Jumat kemarin. 

"Terima kasih atas kerja samanya dan semoga Anda selalu sehat," kata dia lagi. 

Seperti yang diketahui Abe memilih mundur karena penyakit radang di usus besar menyebabkannya tidak bisa menunaikan tugas sebagai perdana menteri. Lalu, kerja sama apa saja yang berhasil dicapai oleh kedua negara ketika Jepang masih dipimpin oleh Shinzo Abe?

1. Jepang memberikan pinjaman kepada Indonesia untuk membangun MRT

Pesan Jokowi untuk Shinzo Abe yang Mundur sebagai PM JepangData dan fakta kereta MRT Jakarta (IDN Times/Sukma Shakti)

Salah satu kerja sama kedua negara yang terealisasi dan terjadi di bawah Abe yakni pembangunan infrastruktur transportasi MRT. Fase pertama kereta dengan jalur Lebak Bulus - Bunderan HI diresmikan pada 29 Maret 2019 lalu. Pembangunan jalur sepanjang 16 kilometer itu menelan biaya Rp16 triliun. 

Corporate Secretary Division Head PT MRT Jakarta, Muhammad Kamaludin, mengatakan bahwa dana itu merupakan konsesi antara Pemprov DKI Jakarta, pemerintah pusat dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Kamaluddin juga menjelaskan investasi itu diprediksi akan kembali setelah 40 tahun. 

Menlu Jepang Taro Kono juga sempat meninjau proyek pembangunan MRT pada 25 Juni 2018 lalu. Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar, mengatakan secara umum Menlu Taro mengapresiasi dengan apa yang sudah dicapai dalam proyek tersebut. 

Sedangkan, untuk pembangunan fase II Bunderan Hotel Indonesia - Kampung Bandan, Jepang kembali memberikan pinjaman kepada Indonesia. Konselor Bidang Ekonomi Kedubes Jepang Shigemi Ando pada 24 Oktober 2018 lalu mengatakan nominal pinjaman yang diberikan Negeri Sakura mencapai ¥70.210 miliar atau Rp9,46 triliun. 

Pemerintah Negeri Sakura menerapkan masa pengembalian paling lama 40 tahun. 

Baca Juga: Cerita Devianti Faridz, Sosok di Balik Pengisi Suara Kereta MRT

2. Turis Indonesia bisa berkunjung ke Jepang selama 15 hari tanpa visa

Pesan Jokowi untuk Shinzo Abe yang Mundur sebagai PM Jepanghttps://www.instagram.com/sapilicin

Shinzo Abe terpilih menjadi Perdana Menteri di periode kedua pada 2012 lalu. Oleh sebab itu, ia tercatat menjadi Perdana Menteri terlama yang memimpin Negeri Sakura. 

Salah satu kebijakan di eranya yang disambut baik oleh WNI yakni mulai Desember 2014 lalu, mereka bisa menjejakkan kaki ke Jepang tanpa mengurus visa. Tetapi, periodenya maksimal 15 hari dan harus menggunakan paspor elektronik. 

Pengumuman itu disampaikan oleh Menlu Jepang ketika itu, Fumio Kishida, di kantornya. Bebas visa ini hanya dapat digunakan untuk perjalanan wisata, bukan untuk bekerja atau melakukan perjalanan dinas. 

Di waktu yang bersamaan, Jepang juga memberlakukan perpanjangan masa berlakunya multiple entry visa. Semula, pemilik multiple entry visa hanya bisa bolak-balik dalam kurun waktu tiga tahun. Kini, diperpanjang menjadi lima tahun. Fasilitas ini dapat bermanfaat bagi WNI yang memiliki urusan bisnis di Jepang. 

3. Jepang membuka kesempatan bekerja bagi perawat dan caregiver asal Indonesia

Pesan Jokowi untuk Shinzo Abe yang Mundur sebagai PM JepangIlustrasi perawat (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra)

Salah satu hal yang dicari oleh Pemerintah Jepang adalah SDM perawat asal Indonesia. Oleh sebab itu, dibuat perjanjian Kemitraan Ekonomi Jepang-Indonesia tahun 2008 lalu. Abe pernah terpilih menjadi PM di periode pertama pada 2007 - 2008. 

Tahun 2019 lalu, Jepang menerima pengiriman SDM perawat dan caregiver asal Indonesia sebanyak 333 orang. Pengiriman tahun lalu menjadi gelombang ke-12. 

"Jepang sangat membutuhkan perawat dan caregiver dari Indonesia berdasarkan kerja sama yang telah kami bentuk. Saya harap kalian betah di Jepang," kata Direktur Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Jepang, Miyashita Tadayuki, pada tahun 2019 lalu. 

Jepang banyak membutuhkan caregiver lantaran mayoritas populasinya merupakan lansia. Sedangkan, banyak generasi mudanya sibuk bekerja sehingga tak punya waktu merawat keluarganya yang lansia di rumah. Tidak sedikit pula lansia di Jepang dengan kesadaran sendiri memilih tinggal di rumah panti jompo. 

Baca Juga: 5 Respons Negara Tetangga atas Pengunduran Diri PM Jepang, Shinzo Abe

Topic:

  • Santi Dewi
  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Berita Terkini Lainnya