Comscore Tracker

Suara Ledakan yang Hebohkan Warga Prancis Berasal dari Jet Tempur

Suara ledakan sempat hentikan pertandingan tenis Grand Slam

Jakarta, IDN Times - Warga Prancis sempat dihebohkan dengan bunyi suara ledakan yang terjadi pada Rabu pagi, 30 September 2020. Suara ledakan yang dikira bom itu sempat menghentikan sementara turnamen terbuka Tenis Grand Slam yang digelar di Rolland Garros. Kekhawatiran warga Paris kian meningkat lantaran pekan lalu terjadi aksi penusukan dengan pisau di dekat kantor Majalah Charlie Hebdo

Stasiun berita BBC, Kamis (1/10/2020) melaporkan pernyataan polisi Prancis yang justru meminta warga agar tidak menelepon layanan darurat. Sebab, suara ledakan berasal dari jet tempur Dassault Rafale. Jet militer itu dikerahkan untuk membantu melakukan pencarian terhadap dua pesawat komersial yang dilaporkan hilang kontak. 

"Sebuah jet rafale mengalihkan perhatian (publik) untuk membantu sebuah pesawat yang hilang kontak. Pilot diizinkan untuk memperdengarkan suara untuk mencapai titik di mana pesawat itu mengalami kesulitan," demikian pernyataan juru bicara Angkatan Udara Prancis kepada kantor berita AFP

Mengapa suara seperti ledakan bisa terdengar dari jet tempur militer milik AU Prancis tersebut?

1. Suara ledakan muncul karena jet rafale melaju melebihi kecepatan suara

Suara Ledakan yang Hebohkan Warga Prancis Berasal dari Jet TempurJet Rafale buatan Prancis (www.aa.com.tr)

Menurut laporan BBC, suara ledakan itu bisa tercipta karena jet militer Prancis itu terbang melebihi kecepatan suara. Sekilas bunyinya menyerupai suara ledakan atau petir. Suara yang ditimbulkan oleh jet tempur Prancis itu sangat keras dan bahkan menggetarkan kaca-kaca di rumah warga. 

Juru bicara militer Prancis, Kolonel Kapten Stephane Spet mengatakan suara mirip ledakan itu terdengar di bagian timur Prancis. Dua pesawat yang semula kehilangan kontak belakangan akhirnya berhasil diketahui. Alat komunikasi di dua pesawat komersial itu pulih. 

Dua pesawat komersial yang sempat dilaporkan kehilangan kontak itu merupakan jet pribadi jenis Falcon 50 yang dioperasikan oleh perusahaan milik Brasil. Jet tempur itu tengah terbang di antara Brussels dan Carpe Verde. Sedangkan, satu jet pribadi lainnya dioperasikan oleh maskapai Amelia. Jet tempur terbang di kota di Prancis Brives dan Saint-Brieuc.

Berdasarkan data, kecepatan jet Rafale bisa mencapai 1.389 kilometer per jam. India termasuk negara yang memesan 36 unit jet tempur itu pada 2016 lalu. Lima jet tempur sudah diterima oleh India. Sebagai perbandingan untuk bisa menempuh jarak dari Prancis ke India hanya butuh waktu 10 jam dengan menggunakan jet tempur Rafale. 

Baca Juga: Ada Indikasi Rahasia Negara Bocor, Prancis Selidiki Perwira Militernya

2. Suara ledakan sempat hentikan turnamen tenis Grand Slam di Prancis

Suara Ledakan yang Hebohkan Warga Prancis Berasal dari Jet TempurPemain tenis asal Jerman Dominik Koepfer sempat berhenti bermain usai mendengar ledakan (Potongan video di Twitter)

Suara ledakan yang terdengar sempat menghentikan turnamen tenis Grand Slam Prancis di Rolland Garros. Saat itu, tengah digelar pertandingan single putra antara pemain asal Jerman, Dominik Koepfer dan pemain Swiss, Stan Wawrinka. 

Dalam potongan video yang ditayangkan oleh Euro Sport, Koepfer terlihat sedang bersiap-siap akan serve bola ke Wawrinka ketika terdengar suara ledakan. Ia sempat terdiam dan melirik ke arah wasit. 

Suara ledakan juga didengar oleh pemain asal Ukraina, Elina Svitolina. "Iya, saya mendengar suara itu. Saya sedikit khawatir karena hal buruk mungkin terjadi," ungkap Svitolina. 

"Saya sempat melihat ke arah hakim garis. Dia kelihatan sedikit terkejut karena Anda tidak pernah tahu akhir-akhir ini apa yang akan terjadi," tutur dia lagi. 

3. Aksi teror penusukan sempat terjadi di dekat kantor lama Majalah Charlie Hebdo

Suara Ledakan yang Hebohkan Warga Prancis Berasal dari Jet TempurIlustrasi cover Majalah Charlie Hebdo Prancis (Instagram.com/charlie_hebdo_officiel)

Aksi teror masih terus terjadi di ibu kota Paris. Pada Jumat, 25 September 2020 lalu, seorang pria menusuk dua orang dengan menggunakan pisau daging. Stasiun berita BBC melaporkan, pelaku penusukan merupakan remaja pria berusia 18 tahun dan berasal dari Pakistan. 

Serangan itu dianggap oleh Pemerintah Prancis sebagai aksi terorisme. Apalagi menurut keterangan dari pejabat berwenang Prancis, serangan terjadi di luar kantor lama Majalah satir Charlie Hebdo. Dua korban merupakan laki-laki dan perempuan yang bekerja di sebuah perusahaan produksi. Kondisi mereka kini sudah tidak lagi berbahaya dan dirawat di rumah sakit. 

Otoritas berwenang di Prancis telah menahan tujuh orang terkait peristiwa teror itu. 

Baca Juga: Tegang di Laut Mediterania, Prancis dan Yunani Gelar Latihan Militer

Topic:

  • Santi Dewi
  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya