Comscore Tracker

Di Brasil Disetop, Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia Tetap Jalan

Tim riset uji klinis akan sampaikan laporan ke Jokowi 2021

Jakarta, IDN Times - Ketua Tim Riset Uji Klinis Vaksin COVID-19 di Bandung, Jawa Barat, Prof Dr. Kusnandi Rusmil mengatakan hasil riset vaksin Sinovac di Brasil tidak akan berpengaruh terhadap uji klinis di Indonesia. Menurut Kusnandi, semua relawan telah menerima dua kali suntikan vaksin buatan Sinovac tersebut. 

"Di Indonesia sudah tidak ada lagi penyuntikan. Jadi, tinggal diikuti keamanannya. Satu bulan kemudian nanti darah (dari relawan) akan diambil, lalu proses yang sama dilakukan tiga bulan dan enam bulan kemudian," ungkap Kusnandi ketika dihubungi oleh IDN Times melalui telepon pada Selasa, 10 November 2020. 

Uji klinis di Bandung diikuti oleh 1.620 relawan. Namun, belakangan sebanyak 14 relawan mengundurkan diri. Tetapi, menurut Kusnandi, hal itu tidak terkait dengan dampak vaksinasi. 

"Tujuh (orang) itu karena pindah lokasi pekerjaan. Sedangkan, 7 orang lagi sakit dan tidak berhubungan dengan imunisasi. Ada yang kena flu berat dan sebagainya," tutur dia lagi.  Sisa 1.606 relawan lainnya, kata Kusnandi, tidak mengalami gejala berat usai disuntik vaksin COVID-19 buatan Sinovac. Semua hanya mengalami gejala ringan. 

Kapan laporan hasil uji klinis vaksin Sinovac bisa diserahkan ke Presiden Joko "Jokowi" Widodo?

1. Laporan hasil uji klinis vaksin Sinovac diserahkan ke Presiden Jokowi pada Januari 2021

Di Brasil Disetop, Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia Tetap Jalanpengujian klinis tahap III vaksin COVID-19 produksi Sinovac (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Kusnandi mengatakan dari 1.620 relawan yang disuntik, hanya separuh yang diberi bakal kandidat vaksin Sinovac. Sementara, sisanya hanya diberi plasebo. 

"Nanti, hasilnya dibandingkan. Berapa banyak relawan setelah disuntik vaksin lalu kena COVID-19 dan bila hanya diberi plasebo berapa yang kena COVID-19. Itu namanya efficacy (keampuhan)," tutur dia lagi. 

Selain efficacy, ada dua faktor lainnya yang akan diteliti yakni imunogenisitas dan keamanan. Rencananya Kusnandi dan tim akan mengirimkan laporan hasil uji klinis vaksin Sinovac ke Presiden Joko "Jokowi" Widodo pada Januari 2021. 

"Bila pemerintah ingin menggunakan emergency use authorization (EUA), maka pemerintah sudah bisa pakai di bulan Januari juga," kata Kusnandi. 

Baca Juga: Brasil Hentikan Sementara Uji Klinis Vaksin COVID-19 Sinovac, Kenapa?

2. Vaksin yang akan diberi ke publik pada Desember 2020 bukan vaksin Sinovac yang diuji klinis di Bandung

Di Brasil Disetop, Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia Tetap JalanIlustrasi vaksin COVID-19 buatan Sinovac (Dokumentasi Sinovac)

Di sisi lain, Kusnandi menjelaskan penggunaan UEA untuk proses imunisasi yang akan dilakukan Desember 2020 bukan vaksin Sinovac yang sedang diuji klinis di Bandung. Melainkan vaksin itu dibeli langsung dari Tiongkok. 

Hal itu sesuai dengan pernyataan eks Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan dr. Achmad Yurianto pada 22 Oktober 2020 lalu ke IDN Times. Dalam pembicaraan melalui telepon, pria yang akrab disapa Yuri itu menjelaskan pemerintah hanya akan membeli 3 juta dosis vaksin COVID-19 dari Sinovac Biotech. Vaksin ini dibeli dalam keadaan sudah siap edar. 

Oleh sebab itu, tim Indonesia yang terdiri dari Majelis Ulama Indonesia, PT Bio Farma, Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Kementerian Agama, dan Kementerian Kesehatan pada 14 Oktober 2020 lalu terbang ke Tiongkok. Mereka ingin meninjau pabrik Sinovac Biotech dan menganalisa hasil uji klinis tahap ketiga yang sudah disetujui oleh Pemerintah Negeri Tirai Bambu. 

Kusnandi mengatakan hingga kini tim dari BPOM dan MUI masih berada di Negeri Tirai Bambu. "Apa yang dilihat di situ yakni mereka ingin melihat apakah proses pembuatan (vaksin) halal atau tidak. Berhubungan dengan kehalalan," tutur dia. 

Namun, sebelum dilakukan uji klinis, Kusnandi sudah menanyakan kepada PT Bio Farma mengenai bahan baku pembuatan vaksin Sinovac. "Kata Bio Farma ke saya, semua bahan pembuatnya halal," ujarnya. 

3. Penghentian sementara uji klinis vaksin Sinovac di Brasil didukung Presiden Jair Bolsonaro

Di Brasil Disetop, Uji Klinis Vaksin Sinovac di Indonesia Tetap JalanPresiden Brasil, Jair Bolsonaro berbicara ke media sambil mengenakan masker (ANTARA FOTO/REUTERS/Adriano Machado)

Otoritas kesehatan di Brasil (ANVISA) pada Senin, 9 November 2020, menyetop sementara waktu uji klinis tahap tiga vaksin COVID-19 buatan Sinovac dari Tiongkok. Keputusan itu diambil setelah sebelumnya terjadi peristiwa buruk yang serius. ANVISA tidak menjelaskan peristiwa buruk apa yang dialami dalam uji klinis tersebut. 

Dalam catatan media, ini kali pertama uji klinis vaksin COVID-19 buatan Sinovac disetop sementara waktu. Laman Bloomberg, Selasa, 10 November 2020 melaporkan, uji klinis vaksin coronavac disetop sementara waktu usai terjadi peristiwa pada 29 Oktober 2020 lalu. Sinovac menggandeng perusahaan farmasi lokal, Institut Butantan, untuk memproduksi coronavac.

Menurut media lokal, Direktur Institut Butantan Dimas Covas sempat menyebut, ada satu relawan vaksin coronavac yang meninggal. Tetapi, ia mengatakan, kematian relawan tersebut tidak terkait dengan vaksin yang sudah disuntikkan. 

Keputusan ANVISA menghentikan sementara uji klinis vaksin Sinovac malah disambut baik oleh Presiden Jair Bolsonaro. Melalui akun media sosialnya, penyetopan sementara itu merupakan tanda kemenangan bagi Bolsonaro. 

Sejak awal, Bolsonaro menentang pemerintahnya membeli vaksin Sinovac karena berasal dari Tiongkok. Ia sempat mengatakan Brasil tidak jadi membeli vaksin buatan Tiongkok, meski proses uji klinis di negaranya terus berjalan. Alih-alih membeli vaksin Tiongkok, Bolsonaro lebih setuju untuk membeli vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca. 

Baca Juga: Relawan Vaksin COVID-19 Dibatasi Cuma 1.620 Orang, Apa Ya Alasannya?

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya