Comscore Tracker

Israel Bom Rumah Pemimpin Hamas di Gaza

Disambut dengan serangan roket balasan dari Hamas

Jakarta, IDN Times - Israel mengebom rumah pemimpin Hamas, Yehya Al-Sinwar, di Gaza, Minggu dini hari waktu setempat (16/5/2021). Aksi tersebut dilakukan Israel lewat serangan udara.

Setidaknya, ada empat warga Palestina yang tewas dalam kejadian tersebut. Sementara, ada 10 orang lainnya yang cedera.

1. Malam mencekam

Israel Bom Rumah Pemimpin Hamas di GazaFOTO ANTARA/ANADOLU AGENCY/

Jelang pengeboman, barisan pesawat udara Israel lewat di atas rumah pemimpin Hamas. Kemudian, bom berjatuhan.

Situasi mendadak mencekam. Suara ledakan terdengar sepanjang malam dan membuat warga berlarian ke luar. Dari sinilah, korban dari warga sipil berjatuhan.

Usai pengeboman itu, sebanyak 149 tewas di Gaza dalam konflik antara Palestina dan Israel yang berlangsung sejak Senin 10 Mei 2021 lalu. Dari 149 korban tewas, 41 di antaranya anak-anak.

Baca Juga: Joe Biden Bergerak Tanggapi Konflik Palestina-Israel

2. Serangan balasan dari Hamas

Israel Bom Rumah Pemimpin Hamas di GazaDua Pejuang Hamas yang sedang berpatroli di Gaza. twitter.com/edrormba

Hamas tak tinggal diam. Mereka langsung melancarkan misil ke arah Tel Aviv. Perang terus berkecamuk dan belum ada tanda-tanda akan reda.

Pihak internasional juga bakal bertindak. Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, sudah menghubungi kepala negara presiden Palestina, Mahmoud Abbas, dan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Tak jelas apa isi percakapan Biden dengan keduanya. Namun, intervensi AS akan sangat penting perannya dalam sikap Israel.

3. Palestina dan Israel masih adu kuat

Israel Bom Rumah Pemimpin Hamas di GazaPerdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (www.twitter.com/@netanyahu)

Kedua kubu memang masih berpegang teguh pada pendirian masing-masing. Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh, sempat menyatakan bakal membuat Israel jera setelah menyerbu masjid Al-Aqsa.

"Jangan main-main dengan api. Tajuk dari pertempuran hari ini, perang, intifada, adalah Jerusalem, Jerusalem, dan Jerusalem," tegas Haniyeh dikutip The Wire.

Sementara, Netanyahu menyatakan Israel tak akan menghentikan serangannya ke Hamas di Gaza. Mereka akan melakukan segalanya untuk mempertahankan diri.

Baca Juga: Israel Tembakkan Rudal ke Kantor Berita AP dan Al Jazeera di Gaza

Topic:

  • Satria Permana

Berita Terkini Lainnya