Comscore Tracker

Fakta-fakta 77 Tahun Berdirinya Kementerian Luar Negeri RI 

Kemlu RI berdiri pada 19 Agustus 1945

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri RI berulang tahun ke-77 pada hari ini, Jumat (19/8/2022). Diplomasi Indonesia pun telah bergerak untuk meraih kemerdekaan Indonesia.

Ir. Soekarno dan Mohammad Hatta memproklamsikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945 pukul 10.00 pagi. Sesaat setelah proklamasi, kabinet pertama yang dibentuk hanya dua hari setelah kemerdekaan RI adalah Menteri Luar Negeri yang dijabat oleh Ahmad Soebarjo.

Berikut beberapa fakta yang berhasil dihimpun IDN Times terkait diplomasi Indonesia dan Kementerian Luar Negeri RI.

1. Indonesia resmi menjadi anggota PBB pada 1950

Fakta-fakta 77 Tahun Berdirinya Kementerian Luar Negeri RI un.org

Secara resmi, Indonesia diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang ke-60 pada 23 September 1950. Bendera Indonesia dikibarkan secara serentak pada hari itu juga, di depan gedung Markas Besar PBB di New York, Amerika Serikat, dan di Gedung Pancasila, Pejambon, Jakarta.

Sejak saat itu, baik di PBB maupun forum-forum internasional lainnya, Indonesia selalu berada di garis terdepan dalam gerakan dekolonisasi yang akhirnya mengakhiri segala bentuk penjajahan di dunia.

Indonesia bekerja keras di Komite Dekolonisasi PBB untuk mengadopsi diterimanya dua resolusi di Majelis Umum PBB tahun 1960 mengenai pengakuan kemerdekaan bagi negara-negara jajahan dan daerah-daerah yang tidak berpemerintahan.

Di PBB dan berbagai forum lainnya, Indonesia tanpa kenal lelah membela dan memperjuangkan kepentingan negara-negara berkembang di dunia.

Baca Juga: Kemenlu Dukung BPJS Ketenagakerjaan Tingkatkan Cakupan Kepesertaan

2. Retno Marsudi adalah menteri luar negeri perempuan pertama

Fakta-fakta 77 Tahun Berdirinya Kementerian Luar Negeri RI Menlu RI Retno Marsudi. (dok. Kemlu RI)

Menteri Luar Negeri RI saat ini, Retno Marsudi, merupakan menteri luar negeri perempuan pertama dalam sejarah Indonesia. Retno sendiri telah menjabat selama dua periode di bawah kabinet Presiden RI Joko “Jokowi” Widodo.

Retno merupakan diplomat karir di Kemlu RI sejak 1986. Jebolan SMA 3 Semarang dan Hubungan Internasional UGM Yogyakarta ini, sempat menduduki sejumlah posisi strategis sebelum menjabat sebagai Menlu, termasuk Duta Besar RI untuk Norwegia dan Belanda.

Sudah banyak capaian yang ia raih selama menjabat dua periode sebagai Menlu, antara lain Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB 2019-2020, Anggota Dewan HAM PBB 2020-2022, pembebasan ABK WNI yang disandera Abu Sayyaf di Filipina, dan masih banyak lagi.

Yang terbaru, sebanyak 234 WNI korban penipuan lowongan kerja bodong di Kamboja, berhasil diselamatkan. 

Baca Juga: Kemenlu RI Dorong Praktik Diplomasi Berbasis Gender

3. Gedung Pancasila di Kemlu sudah berdiri sejak zaman Hindia Belanda

Fakta-fakta 77 Tahun Berdirinya Kementerian Luar Negeri RI (Ilustrasi Gedung Pancasila Kemenlu) www.kemlu.go.id

Dikutip dari laman Kemlu RI, Jumat (19/8/2022), tidak ada catatan resmi mengenai kapan tepatnya Gedung Pancasila tersebut mulai dibangun. Beberapa literatur menunjukkan bahwa pembangunannya dilaksanakan kira-kira pada tahun 1830.

Gedung tersebut awalnya dibangun sebagai rumah kediaman Panglima Angkatan Perang Kerajaan Belanda di Hindia Belanda, yang juga merangkap sebagai Letnan Gubernur Jenderal.

Gedung Pancasila saat ini dimanfaatkan untuk mengadakan kegiatan-kegiatan internasional seperti resepsi untuk menghormati kunjungan petinggi-petinggi asing ke Indonesia, penandatanganan perjanjian dengan negara lain dan organisasi internasional, pertemuan bilateral dan resepsi diplomatik dalam rangka menyambut kunjungan para menteri luar negeri negara sahabat serta jamuan makan resmi dan tidak resmi.

Menteri Luar Negeri menyambut sebagian besar tamu-tamu beliau di gedung bersejarah ini. Menteri juga memimpin upacara sumpah jabatan bagi para pejabat senior, konsul jenderal maupun upacara untuk mengakhiri masa jabatan dinas luar negeri di gedung tersebut.

4. Ada 132 perwakilan Indonesia di luar negeri

Fakta-fakta 77 Tahun Berdirinya Kementerian Luar Negeri RI Wajah baru gedung KBRI Ankara di Turki yang dibangun di Jalan Sukarno (Dokumentasi KBRI Ankara)

Pembukaan hubungan diplomatik juga merupakan suatu upaya konkret untuk mempererat hubungan dan kerjasama dengan negara-negara lain yang pada akhirnya diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Untuk tujuan tersebut, Pemerintah Indonesia saat ini telah memiliki sebanyak 132 perwakilan yang terdiri dari 95 Kedutaan Besar, tiga Perutusan Tetap untuk PBB di New York dan Jenewa, serta Perutusan Tetap untuk ASEAN di Jakarta 30 Konsulat Jenderal dan 4 Konsulat Republik Indonesia.

Selain itu Indonesia juga telah mengangkat 64 Konsul kehormatan.

5. Kiprah Indonesia di dunia internasional

Fakta-fakta 77 Tahun Berdirinya Kementerian Luar Negeri RI upacara pembukaan G20 Indonesia (g20.org)

Saat ini, nama Indonesia menjadi nama negara yang cukup diperhitungkan di kancah internasional. Segudang terobosan disampaikan Indonesia di dunia multilateral, baik dari politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Selain itu, Indonesia juga melakukan penguatan diplomasi ekonomi digital, ekonomi kreatif, dan ekonomi hijau dengan melakukan sejumlah forum bisnis. 

Terbukti pada tahun ini Indonesia memegang presidensi G20 untuk pertama kalinya. Menghadapi perang Rusia dan Ukraina, Presiden RI Joko “Jokowi” Widodo, bersama Menlu Retno Marsudi mengunjungi Kyiv dan Moskow dalam misi perdamaian.

Topic:

  • Rendra Saputra

Berita Terkini Lainnya