Comscore Tracker

Gabung NATO, PM Swedia Magdalena Andersson: Untuk Kepentingan Rakyat 

Swedia secepatnya akan mengurus dokumen untuk gabung NATO.

Jakarta, IDN Times - Swedia mengumumkan tengah bersiap untuk mendaftar menjadi anggota NATO. Hal ini diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Magdalena Andersson.

Pengumuman itu menyusul negara tetangganya Finlandia, yang pekan lalu mengumumkan rencananya untuk segera bergabung dengan aliansi trans-Atlantik tersebut.

Baca Juga: Finlandia Siap Gabung NATO, Begini Situasi Perbatasan dengan Rusia

1. Untuk keamanan rakyat Swedia

Gabung NATO, PM Swedia Magdalena Andersson: Untuk Kepentingan Rakyat unsplash.com/Jonathan Brinkhorst

Andersson menegaskan, situasi saat ini -merujuk pada perang di Ukraina-, membutuhkan Swedia untuk bergabung dengan aliansi militer.

“Niat Swedia untuk bergabung dengan NATO juga untuk memastikan keselamatan dan keamanan rakyat Swedia,” kata Andersson dikutip dari CNN, Senin (16/5/2022).

Ketika ditanya kapan akan menyerahkan berkas ke NATO, Andersson akan melakukannya pada pekan ini. Ia menambahkan, perlu dilakukan koordinasi pula dengan Finlandia.

2. Tatanan keamanan Eropa terancam

Gabung NATO, PM Swedia Magdalena Andersson: Untuk Kepentingan Rakyat Magdalena Andersson berjalan paling depan bersama kabinetnya. (Twitter.com/Sweden.se)

Andersson mencatat, keputusan itu adalah sebuah pembalikan sikap yang diambil negara selama setidaknya 200 tahun.

Swedia meninggalkan kebijakan keamanan yang netral dan menegaskan bahwa bergabung dengan aliansi akan berguna bagi masa depan mereka.

“Sangat jelas bahwa sebelum dan sesudah 24 Februari 2022, Eropa, Swedia, dan rakyat Swedia hidup dalam realitas baru yang berbahaya. Tatanan keamanan Eropa yang menjadi dasar kebijakan keamanan Swedia selama berabad-abad, itu sekarang sedang diserang," tambah dia.

3. Turki keberatan

Gabung NATO, PM Swedia Magdalena Andersson: Untuk Kepentingan Rakyat Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu. twitter.com/MevlutCavusoglu

Upaya Swedia dan Finlandia bergabung dengan NATO mendapatkan batu ganjalan. Turki, anggota NATO sejak 1950-an, keberatan dengan gagasan tersebut.

"Negara-negara yang mendukung terorisme seharusnya tidak menjadi sekutu di NATO," kata Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu, dikutip dari Politico.

Dia merujuk pada gerakan perlawanan Kurdi yang banyak berada di Swedia.

Baca Juga: Tolak Swedia-Finlandia Gabung NATO, Erdogan: Nordik Sarang Teroris

Topic:

  • Sunariyah

Berita Terkini Lainnya