Comscore Tracker

Jokowi Kecewa atas Eksekusi Mati 4 Aktivis oleh Junta Myanmar

Indonesia menilai Lima Poin Konsensus tidak berjalan.

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi menyampaikan kekecewaan dari Indonesia atas eksekusi mati empat aktivis yang dilakukan oleh junta militer Myanmar.

“Presiden RI Joko Widodo menyampaikan kekecewaan terhadap tidak adanya kemajuan signifikan dari Lima Poin Konsensus, termasuk hukuman mati terhadap tahanan politik,” kata Menlu Retno dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, Rabu (27/7/2022).

Empat aktivis ini juga merupakan pendukung Aung San Suu Kyi, eks pemimpin de facto Myanmar yang digulingkan dalam kudeta pada 1 Februari 2021 lalu. Mereka adalah eks anggota parlemen Phyo Zeya Thaw, penulis dan aktivis Ko Jimmy, Hla Myo Aung, dan Aung Thura Zaw.

Baca Juga: Malaysia Larang Junta Militer Myanmar Ikut Pertemuan Internasional  

1. Tidak ada komitmen junta untuk mengimplementasikan konsensus

Jokowi Kecewa atas Eksekusi Mati 4 Aktivis oleh Junta MyanmarDemo menentang kudeta junta militer di Myamar yang digelar pada 14 Februari 2021. (Wikimedia Commons/MgHla (aka) Htin Linn Aye)

Menlu Retno kembali menegaskan bahwa adanya eksekusi mati empat aktivis ini merupakan kemunduran, bukan kemajuan dari implementasi Lima Poin Konsensus.

“Semua perkembangan, menunjukkan tidak adanya komitmen Junta militer Myanmar dalam meng-implementasikan Lima Poin Konsensus,” tegas Menlu Retno.

Baca Juga: ASEAN Buka Suara Atas Eksekusi Mati 4 Aktivis Myanmar

2. Indonesia minta Kamboja keluarkan pernyataan

Jokowi Kecewa atas Eksekusi Mati 4 Aktivis oleh Junta MyanmarBendera ASEAN. (setnas-asean.id)

Selain itu, Menlu Retno menambahkan bahwa sejak situasi terakhir , Indonesia termasuk negara pertama yang mendorong Kamboja, sebagai ketua ASEAN tahun ini, mengeluarkan pernyataan.

“Indonesia juga secara aktif memberikan masukan terhadap draf pernyataan dari ketua,” ujar Menlu Retno.

Baca Juga: Malaysia Kecam Junta Militer Myanmar yang Eksekusi 4 Aktivis

3. Menlu Retno minta perkembangan Myanmar dibahas di pertemuan Menlu ASEAN di Kamboja

Jokowi Kecewa atas Eksekusi Mati 4 Aktivis oleh Junta MyanmarMenteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan keterangan pers pada Senin (25/10/2021). (dok. Biro Pers Kepresidenan)

Pekan ini, ASEAN Ministerial Meeting akan digelar di Phnom Penh, Kamboja. Menlu Retno pun akan hadir di pertemuan tersebut.

“Saya sendiri mengusulkan bahwa pertemuan AMM awal Agustus ini, harus secara khusus membahas perkembangan terakhir di Myanmar,” tegas Menlu Retno.

Pasalnya, sudah lebih dari 1,5 tahun Lima Poin Konsensus disepakati dan tidak ada progres signifikan dari implementasi konsensus tersebut.

Topic:

  • Anata Siregar

Berita Terkini Lainnya