Menlu Retno ke Filipina Bahas Isu Laut China Selatan hingga Rohingya 

Menlu Retno sambangi Manila

Jakarta, IDN Times - Isu konflik Myanmar, pengungsi Rohingya, dan Laut China Selatan menjadi sebagian topik yang diangkat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia Retno Marsudi ketika bertemu dengan Menteri Luar Negeri Filipina Enrique Manalo di Manila, kemarin.

“Kami memiliki keprihatinan yang sama mengenai situasi di Myanmar dan kami terus mendorong penerapan Lima Poin Konsensus untuk memulihkan perdamaian dan demokrasi di Myanmar,” kata Retno, dalam keterangannya, Rabu (10/1/2024).

Retno dan Manalo juga kompak mendukung Laos, yang menjabat Ketua ASEAN 2024, untuk memfasilitasi lebih banyak dialog dan bantuan kemanusiaan ke Myanmar.

Baca Juga: Isu Myanmar dan Rohingya Jadi Perhatian Diplomasi RI

1. Kerja sama regional untuk atasi masalah Rohingya

Selain itu, Retno mengatakan kerja sama regional dibutuhkan untuk mengatasi isu pengungsi Rohingya.

“Sebagai dampak dari krisis ini, kita menyaksikan lonjakan pengungsi Rohingya ke wilayah tersebut termasuk ke Indonesia. Kerja sama regional yang lebih kuat diperlukan untuk mengatasi masalah ini termasuk akar permasalahannya,” ucap Retno.

Baca Juga: China Sebut Filipina Biang Kerok di Laut China Selatan

2. Indonesia siap kerja sama selesaikan COC Laut China Selatan

Dalam isu Laut China Selatan, Retno menegaskan Indonesia siap bekerja sama dengan seluruh negara anggota ASEAN termasuk Filipina untuk menyelesaikan code of conduct (COC) secepatnya.

“Kami menyambut baik Pernyataan Menjaga dan Mempromosikan Stabilitas Maritim di Asia Tenggara yang dikeluarkan oleh Menteri Luar Negeri ASEAN pada tanggal 30 Desember tahun lalu,” tutur Retno.

Hal ini, lanjut Retno, merupakan langkah penting untuk memastikan Laut China Selatan tetap menjadi lautan damai, stabil, dan sejahtera.

3. Jokowi akan tur Asia Tenggara

Kunjungan Retno ke Manila ini mengawali rangkaian kunjungan Presiden RI Joko “Jokowi” Widodo tur Asia Tenggara. Adapun Jokowi bakal menyambangi Filipina, Vietnam, dan Brunei Darussalam.

“Kunjungan terakhir saya ke ketiga negara ini sudah lebih dari lima tahun yang lalu dan kepala negara tiga negara sudah ke Indonesia,” kata Jokowi ketika akan berangkat ke Filipina, kemarin.

Jokowi juga mengatakan, kunjungannya ke Filipina dalam rangka merayakan 75 tahun hubungan diplomatik antarkedua negara.

Topik:

  • Dheri Agriesta

Berita Terkini Lainnya